
Kayaknya Jing Xin udah terbiasa banget dengan ocehan Xiao Tan. Dia tidak kaget ataupun bingung mendengar semua ocehan modern Xiao Tan. Dia baru bingung saat Xiao Tan memintanya untuk mengambilkan Yunnan Baiyao. Apa itu?
"Itu semacam obat penyembuh."
Tapi Jing Xin berkata kalau mereka tidak punya obat-obatan di sini. Sebelum pernikahan, Nyonya Qu bilang kalau obat-obatan itu bawa sial, jadi dia menyita semuanya. Bagaimana kalau Jing Xin mintakan obat dari pengurus rumah.
Xiao Tan melarang, dia tidak mau banyak orang tahu kalau dia terluka. Lebih baik ambilkan saja dia telur rebus panas dari dapur dan taruh di atas lukanya.
"Bagaimana kalau kupanggilkan Pangeran?"
"Jangan! Si pria licik itu hanya akan menyksaku lebih kejam."
Kalau begitu, Jing Xin pun pergi ke dapur untuk mengambilkannya telur rebus sementara Xiao Tan terus menggerutui Lian Cheng dengan kesal.
"Beraninya dia mencuri c**man pertamaku?! C**mn pertamaku... Itu c**man pertamaku. Ah, Lupakan saja! Memikirkannya saja membuatku marah! Bagaimana bisa pria licik sepertinya jadi pangeran?"
__ADS_1
Dia terus mengoceh membandingkan Lian Cheng yang sangat berbeda dengan para pangeran di drama TV tanpa menyadari kalau Lian Cheng datang membawa obat dan diam-diam duduk di belakangnya.
Lian Cheng jelas kesal mendengar semua hinaan Xiao Tan dan langsung menempelkan obatnya dengan kasar.
Xiao Tan sampai mendesis kesakitan. Tapi dia tidak menoleh dan mengira Jing Xin lah yang melakukannya.
"Lebih lembut sedikit. Apa kau mau membunuku? Jing Xin, kuberitahu kau. Jangan pernah kau menikah dengan pria seperti dia. Siapapun yang terjatuh kedalam perangkap seperti ini, dia akan menjalani hidup bagai di neraka selamanya."
Kesal, Lian Cheng menekan obatnya ke pu
"Karena aku b*j*ngan, kenapa aku harus pergi?"
"Kau mau apa?"
"Melakukan hal yang dilakukan seorang b*j*ngan. Apa kau tahu kalau mengutuk pangeran itu sebuah kejahatan besar? Satu kata dariku, kau akan dilempar ke penjara. Setidaknya 10 tahun penjara."
__ADS_1
"Benarkah? Jangan coba-coba membodohiku!"
"Kalau kau tidak percaya kau bisa mencobanya."
Mulai ketakutan, Xiao Tan langsung pasang senyum manis sambil melnguh manja. Semua ucapannya tadi tidak sungguh-sungguh kok. Ini cuma karena punggungnya sakit sekali.
"Sebenarnya di dalam hatiku, kau adalah pangeran yang sangat tampan, elegan, semua wanita akan jatuh cinta padamu, bahkan bunga-bunga akan mekar untukmu. Kau pria paling tampan sedunia. Pangeran~~~, jangan marah lagi padaku, yah?"
Dia bisa tidak marah, tapi Xiao Tan harus menjawab pertanyaannya dulu. Xiao Tan harus menjawab semua pertanyaannya. Melihat semua luka di pnggung Xiao Tan, Lian Cheng tanya apakah Nyonya Qu sering melakukan ini pada Xiao Tan.
Xiao Tan membenarkannya. Dia bahkan punya bekas luka lama yang masih belum sembuh. Lian Cheng tak percaya, bagaimana dia bisa mempercayai ucapan Xiao Tan.
Kesal, Xiao Tan bangkit dan duduk membelakangi Lian Cheng untuk memperlihatkan semua luka di pnggungnya.
Lian Cheng melihatnya, tapi dia mengklaim kalau dia tidak bisa melihatnya biar Xiao Tan mendekat padanya.
__ADS_1
Heran karena Lian Cheng belum juga bisa melihat lukanya, Xiao Tan pun menoleh tapi malah mendapati Lian Cheng tepat di hadapannya dalam jarak yang sangaaaaaat dekat.