
Mendengar pengakuan istrinya itu, Tuan Qu benar-benar lepas tangan dan meminta mereka untuk menghukum Nyonya Qu seberat-beratnya. Tapi dia meminta mereka untuk membiarkan keluarganya hidup tenang.
"Sepertinya kau salah paham. Membunuh pangeran, akan membuat seluruh keluarganya harus mati. Bahkan sekalipun Tan Er terlahir di keluarga Qu, kepalamu hanya akan selamat sementara waktu."
Tapi karena istrinya adalah keluarga kandung keluarga Qu maka Lian Cheng memutuskan untuk menyerahkan keputusan kasus ini sepenuhnya pada Tan Er. Tuan Qu pun berusaha memohon pada Xiao Tan untuk mengampuni mereka demi hubungan keluarga mereka.
"Hubungan keluarga apaan! Seolah kalian pernah menghargai itu sebelumnya!"
Tapi demi Ibu Tan Er, Xiao Tan memutuskan tidak akan memperpanjang masalah ini lagi. Tuan Qu berterima kasih dan berjanji akan menangani masalah ini dengan benar.
"Istriku berbaik hati. Tapi ingatlah, Pejabat Qu. Aku akan mencacat kepalaku di bukuku sekarang."
__ADS_1
Tuan Qu berterima kasih sekali lagi. Tapi Tan Er masih punya kejutan besar lainnya untuk Nyonya Qu. Yu Hao masuk tak lama kemudian dengan membawa si pembunuh. Tuan Qu mengenalinya sebagai mantan penjaga rumah ini, tapi dia tidak mengerti kenapa pria itu dibawa kemari.
Yu Hao melemparkan kantong kecil dari dalam baju pria itu ke hadapan Tuan Qu yang langsung memahami artinya, Nyonya Qu berselingkuh dengan pria itu. Tuan Qu jelas marah dan Nyonya Qu langsung mewek memohon pengampunan suaminya.
Pan Er muncul saat itu juga. Nyonya Qu sontak cemas dan menyuruh Pan Er cepat-cepat pergi. Tuan Qu benar-benar marah dan memutuskan untuk menceraikan istrinya. Pan Er sontak kesal menyalahkan Tan Er dan menuduh Tan Er membuat Tuan Qu menceraikan ibunya.
Nyonya Qu ngotot meminta Pan Er pergi sekarang juga, Tan Er sudah setuju untuk tidak melibatkan siapapun. Pan Er menolak, malah memprovokasi Xiao Tan dengan menghinanya lagi.
Kesal, Xiao Tan jadi berubah pikiran, lebih baik ikuti prosedur yang benar saja, biarkan Kaisar dan ibu Suri yang menangani masalah ini.
Dia langsung menjedotkan kepalanya ke tiang kayu lalu mati di tempat. (Pfft!... absurd banget. Masa kejedot satu kali gitu doang bisa langsung mati? Wkwkwk)
__ADS_1
Karena Nyonya Qu sudah bunuh diri, Lian Cheng memutuskan tidak akan memperkarakan masalah ini lagi. Dia dan Xiao Tan pun langsung pergi. Tapi Pan Er menatap kepergian Tan Er dengan penuh dendam.
Qing Yun mengusap patung Dewa giok kecil dengan sedih. Pelayannya menyarankannya untuk memberikan patung Dewa itu pada Lian Cheng saja sekarang untuk menunjukkan niat baiknya.
Qing Yun ragu, terlebih situasinya sangat canggung saat ini. Entah apa yang dikatakan Xiao Tan pada Lian Cheng.
Baru dibicarakan, Lian Cheng muncul mendatanginya. Qing Yun sumringah seketika, kenapa dia datang?
"Kenapa? Apa aku datang di saat yang salah."
"Apa kau sudah pulih sepenuhnya sekarang?"
__ADS_1
Lain Cheng tak menjawab pertanyaannya, malah mengambil patung Dewa kecil itu di meja lalu mengomentari betapa bagus dan indahnya patung itu, kelihatan seperti Dewa yang dipuja oleh suku asing di utara.
..