
Tan Er cuma bisa tersenyum canggung melihat sikap kekanakan Lian Cheng itu. Pan Er malah semakin mengompori Yi Huai dengan mengomentari cinta Lian Cheng dan Tan Er yang begitu dalam.
"Istri Pangeran ke-8 tampak tidak enak badn. Apa kau tidak betah tinggal di kediaman Pangeran ke-8?" Tanya Yi Huai.
Mungkin karena tak ingin membuat Yi Huai mencemaskan Tan Er, Xiao Tan meyakinkan kalau dia baik-baik saja.
Dia hidup dengan baik di kediaman Lian Cheng malah. Lian Cheng juga memperlakukannya dengan baik.
"Kesehatanku sangat baik. Apa kalian tidak lihat wajahku yang makin bulat?"
"Fisik Tan Er memang selalu kuat dan keras, bagaimana bisa dia jatuh sakit semudah itu." Sinis Pan Er.
"Kaulah yang paling kuat. Tan Er sangat lemah." Ketus Yi Huai.
__ADS_1
Jelas saja Pan Er semakin kesal mendengarnya. Xiao Tan buru-buru mengalihkan topik dan mengajak semua orang untuk mulai makan.
Tapi Lian Cheng malah memaksa Xiao Tan untuk menyuapinya, sengaja sok msra di hadapan Yi Huai dan Xiao Tan tak bisa apapun selain menurutinya.
Yi Huai benar-benar kesal seperti mau membunuh orang. Pan Er berbisik mengingatkannya untuk berhenti menatap istri orang dan menunda urusan yang lebih penting.
Jangan khawatir, Yi Huai ingat kalau dia harus masuk ke ruang rahasia nanti. Dia akan menyelidikinya malam ini.
Satu per satu, Yi Huai mengetuk setiap dinding kayu ruangan itu, tapi tak ada yang aneh. Dia lalu mengangkat tempat-tempat lilin di meja. Salah satu tempat lilin tak bisa diangkat.
Tapi saat dia memutarnya, salah satu dinding kayu membuka dan sinar ungu yang sangat terang tampak bersinar dari sebuah benda. Yi Huai akhirnya menemukan apa yang dicarinya.
Tapi saat dia hendak menyentuh benda itu, sebuah kekuatan mistis tiba-tiba mementalkannya seolah benda itu tak mau disentuh sembarang orang dan dinding itu pun menutup kembali. (Hmm... apakah itu Mutiara Penekan Jiwa?)
__ADS_1
Lian Cheng semakin heran melihat cahaya ungu aneh yang terlihat dari dalam ruangan itu.
Tapi kemudian dia melihat pintu membuka, Lian Cheng langsung menyembunyikan dirinya lagi dan melihat Yi Huai mengendap keluar.
Xiao Tan menggerutu kesal gara-gara Lian Cheng yang entah pergi kemana sekarang, Nyonya Qu dan Pan Er juga menghilang.
Tapi kemudian dia melihat Nyonya Qu dan Pan Er sedang memarahi Ibunya Tan Er hanya karena Pan Er marah pada Tan Er gara-gara kejadian tadi.
Pan Er hampir saja menampar Ibu Tan Er, tapi Xiao Tan bergegas mencegahnya. "Qu Pan Er! Berhentilah melampiaskan kemarahanmu pada orang lain hanya karena hidupmu tidak berjalan dengan baik!"
Nyonya Qu kesal melihat sikap Tan Er yang sudah sok sekarang sampai berani berdebat dengan kakaknya. Xiao Tan tidak terima, Pan Er juga salah karena sudah memukul ibunya.
Nyonya Qu tambah kesal mendengarnya dan langsung menyuruh Xiao Tan berlutut. Xiao Tan menolak keras, tapi Ibu cepat-cepat menegur Xiao Tan dan menyalahkan dirinya yang tidak becus mengajari Tan Er dan meminta pengertian mereka karena Tan Er masih kecil.
__ADS_1