
Nyonya Qu tidak mau menerima alasan apapun dan langsung menyuruh para pelayan untuk meyeret Tan Er ke halaman dan buat dia berlutut di sana. Dia hanya boleh bangkit setelah dia mengerti kesalahannya.
Yu Hao bergegas kembali ke rumah dan hanya bertemu Jing Xin di depan kamarnya Tan Er. Di mana Tan Er?
Jing Xin berbohong kalau Tan Er sedang jalan-jalan. Yu Hao tak percaya. Kalau memang dia jalan-jalan kalau kenapa mereka tidak diberitahu.
"Cepat katakan, dimana Istri Pangeran?!"
"Kenapa kau terburu-buru seperti ini?"
Karena Pangeran Pertama memprovokasi Pangeran ke-8 di istana dan mengisyaratkan kalau itu berhubungan dengan Tan Er.
Lian Cheng sangat cemas, makanya dia disuruh bergegas kemari untuk mengeceknya dan ternyata Tan Er memang tidak ada di rumah.
Jing Xin jelas kaget mendengar Yi Huai ada di istana. Sejak kapan dia pergi ke istana? Tentu saja sejak awal. Dia bahkan tiba duluan daripada Lian Cheng.
__ADS_1
Jing Xin sontak cemas, "Cepat beritahu Pangeran kalau Istri Pangeran mungkin dalam bahaya!"
"Jadi kau tidak tahu ke mana Istri Pangeran pergi?"
"Aku juga tidak tahu sekarang. Cepatlah pergi beritahu Pangeran tentang ini."
Para pangeran masih menunggu di luar Perpustakaan Kerajaan. Jing Xuan tidak mengerti, apa sebenarnya tujuan Kaisar dengan membuat mereka menunggu selama ini? Yi Huai santai, mungkin Ayahanda mereka sedang kesulitan untuk memutuskan sesuatu.
"Aku yakin saat Ayahanda memanggil kita lagi, beberapa hal mungkin sudah diputuskan."
Tepat saat Lian Cheng hendak pergi, kasim muncul dan mengumumkan bahwa Kaisar ingin bertemu Lian Cheng.
Tapi Lian Cheng terlalu mencemaskan istrinya dan memutuskan pergi saat itu juga. Senyum Yi Huai mengembang makin lebar.
Tan Er masih dipaksa berlutut di sana bahkan sekalipun hujan mengguyur deras. Nyonya Qu masih terus memaksa Tan Er untuk mengakui kesalahannya.
__ADS_1
Tapi Tan Er juga tetap teguh dengan pendiriannya, dia tidak salah apapun baik pada Ayahnya maupun pada Pangeran Pertama. Pangeran Pertama pasti akan mempercayainya
Pan Er kesal dan menyuruh Tan Er untuk berpikir. Menurutnya, bagaimana Tan Er bisa berakhir di sini hari ini? Dia pikir siapa yang sudah merencanakan semua ini hari ini?
Tan Er langsung lemas menyadari Yi Huai telah memanfaatkannya. Sekarang dia mulai memikirkan kembali tentang kecurigaan Lian Cheng dan Xiao Tan bahwa Yi Huai lah yang mengirim para pembunuh itu.
"Qu Tan Er, kapan kau akan menyadari bahwa kau hanyalah bidak yang dicampakkan Pangeran Pertama?"
Nyonya Qu senang melihat Tan Er sudah mulai sadar sekarang. Dengan begitu dia bisa berhenti berkhayal.
"Pangeran Pertama... Ah, aku harus menyebutkan calon Putera Mahkota dan seluruh Dong Yue pada akhirnya akan segera menjadi milik Pan Er. Berhentilah berharap untuk mengubah posisi rendahanmu di keluarga kami. Tenanglah dan teruslah jadi makhluk yang paling menyedihkan."
Patah hati, Tan Er berbohong menyatakan kalau dia tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Pangeran Pertama.
"Kelak, kami juga dua orang yang berjalan di jalan yang berbeda dan tidak akan memiliki hubungan lagi!"
__ADS_1
Tan Er menangis dalam derasnya hujan. Hatinya begitu sakit hingga dia memohon agar Xiao Tan cepat muncul, dia tidak sanggup menanggung luka ini.