CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
110


__ADS_3

Xiao Tan berjalan keluar dengan linglung dan air mata menggenang di pelupuk matanya. Jing Xin sampai cemas melihatnya, ada masalah apa? Berniat mencari kebenaran tentang masalah ini, Xiao Tan memutuskan mau pergi menemui Kaisar di istana.


"Aku tidak percaya. Kenapa Cheng Cheng ku hanya akan hidup sampai umur 25 tahun? Aku harus tanya padanya!"


Xiao Tan dan Jing Xin pun berlutut di depan istana, menunggu kedatangan Kaisar. Setelah beberapa lama, Kaisar masih juga belum muncul. Jing Xin menduga kalau Kaisar pasti sibuk, jadi bagaimana kalau mereka pulang dulu dan kembali lain hari?


"Tidak. Aku harus bertemu dengannya hari ini. Aku harus memperjelas segalanya. Jika tidak... Jing Xin, kau pasti lelah. Kembalilah dulu."


"Tidak. Aku tidak lelah. Meski aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi melihatmu begitu bersedih, pasti telah terjadi sesuatu yang besar. Jika kau mau berlutut, aku akan berlutut bersamamu."


Mereka terus menunggu... hingga akhirnya Kaisar keluar tak lama kemudian. Tapi hanya dengan melihat ekspresi wajah Kaisar, Xiao Tan bisa langsung tahu kalau itu memang benar. Air mata Xiao Tan pun tak bisa terbendung lagi.


Sejak saat itu, Xiao Tan terus melamun bahkan saat dia sedang makan malam dengan Lian Cheng. Dia bahkan tidak cepat merespon saat Lian Cheng memanggilnya. Lian Cheng jadi cemas, ada masalah apa dengannya? Kenapa Xiao Tan terlihat resah?

__ADS_1


"Apa Ibu Suri membuat masalah denganmu?"


Tidak. Xiao Tan beralasan kalau dia cuma sedang tidak nafsu makan saja. Kalau begitu, bagaimana kalau dia memesan hidangan baru? Xiao Tan menolak, dia sebenarnya suka kok dengan makanan ini.


"Cheng Cheng. Apa tbuhmu baik-baik saja belakangan ini? Apa lukamu sudah sembuh semua?"


Xiao Tan tanya serius, tapi Lian Cheng malah mikir aneh-aneh. Tentu saja tbuhnya cukup baik, sepertinya dia harus tampil dengan baik malam ini. *wink wink*


"Jangan! Kalau kita melakukan 'itu' terlalu sering, tidak akan bagus untuk tbuhmu. Mulai malam ini, kau harus tidur sendirian. Ada banyak hal yang harus kau pikirkan. Kau juga tidur dan makan sangat sedikit."


Tentu saja Xiao Tan tak bisa menghapus kecemasannya dan langsung memluk Lian Cheng erat. "Cheng Cheng, tiba-tiba aku sangat takut kehilanganmu."


"Jangan khawatir, aku ada di sini." Lian Cheng tak mempertanyakan apapun, tapi sepertinya dia mulai curiga dengan keanehan sikap Xiao Tan.

__ADS_1


Keesokan harinya, Xiao Tan pergi menemui Kakek Liu. Kakek Liu terus menerus berusaha menghindarinya, tapi Xiao Tan tak menyerah dengan mudah dan terus memaksanya.


Kakek Liu sampai kesal, dia kan sudah bilang berulang kali, dia sungguh tidak tahu kalau apakah Mutiara Penekan Jiwa bisa memperpanjang umur.


"Bukankah kau juga mencari Mutiara Penekan Jiwa? Mana mungkin kau tidak tahu!"


"Aku memang mencarinya. Tapi setelah menemukannya, itu bukan untuk kugunakan."


Dia sungguh tidak yakin apakah mutiara itu bisa memperpanjang umur seseorang. Xiao Tan tanya lagi, apakah mutiara itu hanya memiliki satu tuan? Kakek Liu membenarkan.


"Lalu apakah tuannya mutiara itu adalah aku?"


"Mungkin kau."

__ADS_1


Mendengar itu, Xiao Tan langsung mengulurkan tangannya dan menuntut Kakek Liu untuk membatalkan kontrak sehidup sematinya. Kakek Liu langsung senang, akhirnya Xiao Tan mau membatalkannya juga.


__ADS_2