CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
29


__ADS_3

Tapi begitu melihat lirikan tajam Lian Cheng, Xiao Tan buru-buru melepaskan tangannya dari Jing Xuan. Apa dia sudah menganggu mereka.


Jing Xuan menyangkalnya, Lian Cheng hanya bilang kalau istrinya bukan wanita biasa. Setelah bertemu Xiao Tan hari ini, dia menyadari kalau itu benar. Tidak kok, Xiao Tan mengklaim kalau dia sama saja seperti wanita lainnya.


Xiao Tan lalu menyajikan sarapan yang dibawakannya untuk Lian Cheng lalu celingukan galau. Apa ada hal lain yang mau Xiao Tan katakan?


Xiao Tan tanya, dia kan datang untuk melayani Lian Cheng, jadi apakah Lian Cheng akan menepati janjinya untuk mengampuni Jing Xin.


Lian Cheng mengiyakan. Senang, Xiao Tan pun pamit. Tapi Lian Cheng cepat menghentikannya dan menyuruhnya untuk menggilingkan tinta untuknya. Terpaksalah Xiao Tan melakukannya dengan setengah hati.


Tak lama kemudian, datanglah kedua selir yang langsung sok imut berusaha menggoda Lian Cheng. Tapi Lian Cheng bahkan tidak melirik mereka sedikitpun. Melihat Xiao Tan sedang menggiling tinta untuk Lian Cheng, kedua selir langsung berusaha merebut tempat tintanya.


Xiao Tan tak mau kalah dan jadilah ketiga wanita itu otot-ototan. Tapi kemudian, Xiao Tan dengan sengaja melepaskan tempat tintanya hingga tintanya terciprat mengenai kedua selir.


Sontak saja ketiga wanita itu ribut bukan main saling menyalahkan dan mengadu ke Lian Cheng sampai Lian Cheng harus menggebrak meja untuk mendiamkan mereka.

__ADS_1


"Apa kalian bertiga baru bisa diam kalau kuusir keluar? Sepertinya aku terlalu lunak pada kalian! Sudah waktunya memberi kalian pelajaran! Hari ini, kalian harus menyalin peraturan keluarga!"


Kedua selir menyalin peraturan keluarga dengan serius dan hanya Xiao Tan yang malas-malasan. Tapi hukuman itu sebenarnya hanya alasan untuk membandingkan tulisan mereka dengan tulisan wanita dalam surat rahasia itu.


Kedua wanita langsung lulus uji begitu Lian Cheng membandingkan tulisan mereka. Dia langsung menyuruh mereka pergi dan memperingatkan mereka untuk hati-hati lain kali. Lin Cheng lalu menyuruh Jing Xuan untuk mengambilkan hasil tulisannya Xiao Tan.


Xiao Tan langsung panik soalnya dia belum selesai, Jing Xuan melihat Xiao Tan baru menulis dua kolom. Lian Cheng tak peduli, sini biar dia lihat.


Lian Cheng langsung mengeluarkan surat itu untuk dibandingkan, tapi malah bingung melihat tulisan Xiao Tan yang amburadul. Wkwkwk!


Xiao Tan melihat apa yang sedang dilakukannya dan langsung merampas kertasnya dengan kesal dan melabrak Lian Cheng sambil meletakkan kakinya di atas meja.


"Berapa kali harus kubilang, aku bukan mata-mata! Aku tidak mengirim informasi apapun! Kenapa kau tidak percaya padaku?! Kau sudah menghinaku, mana mungkin aku menulis ini!"


Xiao Tan tidak terima dan menuntut ganti rugi atas kerugian psikologis yang dideritanya ini. Lian Cheng santai, bagaimana kalau dia menolak?

__ADS_1


Maka Xiao Tan akan mengajukan komplain, dia sudah diperlakukan secara tidak adil, jauh lebih buruk daripada Dou E (sandiwara tragis tentang janda yang difitnah).


"Hanya namanya saja Istri Pangeran ke-8, kenyataannya aky diawasi setiap hari. Aku tidak merasa aman sama sekali!"


"Baiklah. Apa yang kau inginkan?"


"Aku mau rnjangmu."


"Kenapa kau tertarik sekali dengan ranjngku?"


"Tidak kenapa-kenapa. Aku hanya merasa kalau itu bagus."


"Baiklah. Aku janji."


"Sungguh? Kau tidak boleh menyesalinya."

__ADS_1


"Aku tidak pernah menarik kembali ucapanku."


"Baiklah kalau begitu. Jika tidak ada hal lain, aku pergi dulu."


__ADS_2