CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
24


__ADS_3

Tak mau pergi tanpa hasil, Tan Er menyajikan teh yang sudah disiapkannya. Tapi saat dia hendak menaruhnya di meja, dia langsung tertarik melihat laporan kerajaan yang sedang ditulis Lian Cheng.


Melihat apa yang Tan Er perhatikan, Lian Cheng langsung saja menyindirnya. Sepertinya Tan Er tertarik dengan laporan kerajaannya.


Tan Er menyangkal, dia hanyalah seorang wanita yang tidak mengerti masalah negara.


Dia menyodorkan tehnya, tapi Lian Cheng menolaknya. Tan Er bertanya dengan wajah sedih, apakah Lian Cheng begitu tidak menyukainya. Lian Cheng sinis, orang bisa lelah jika bersandiwara sepanjang hari.


Saat Tan Er mengklaim kalau dia tak mengerti apa maksud Lian Cheng, Lian Cheng langsung menanyakan pendapat Jing Xin. Jing Xin dengan takut-takut berkata kalau dia juga tak tahu apa maksud Lian Cheng.


"Begitukah? Baiklah, bagaimana jika aku mengusirmu dari istanaku atas tuduhan kejahatan menyimpan rahasia?"

__ADS_1


Jing Xin sontak berlutut ketakutan, dia tidak berani berbohong. Tan Er tak mengerti apa kesalahan Jing Xin. Lian Cheng mendekati Jing Xin dan memperhatikan wajahnya, cantik juga. "Istriku, bagaimana kalau kau memberikan dia padaku?"


Shock, Jing Xin langsung pingsan seketika. Lian Cheng menyuruh Yu Hao untuk membawa Jing Xin kembali ke kamarnya dan terus menekan Tan Er untuk memberikan Jing Xin kepadanya. Tan Er gugup tak tahu harus menjawab apa.


"Istriku, apa kau tak rela memberikannya kepadaku?"


"Iya. Jing Xin dan aku tumbuh bersama. Dia seperti adikku sendiri."


"Itu tergantung dari apakah kau bisa melindunginya atau tidak."


Tan Er langsung menawarkan bantuannya untuk membantu Lian Cheng ganti baju di kamarnya.

__ADS_1


Lian Cheng menolak, tapi Tan Er tetap mengikutinya sampai ke depan kamarnya. Tentu saja Lian Cheng semakin curiga padanya, apa niatan Tan Er sebenarnya sampai mengikutinya kemari.


Tan Er mengklaim kalau dia tak punya maksud apapun, dia hanya takut Lian Cheng masuk angin. Lian Cheng sinis, Tan Er peduli sungguhan atau cuma bersandiwara, dia berterima kasih.


Tapi Lian Cheng tak pernah membiarkan siapapun masuk ke dalam kamar pribadinya. Jika ada sesuatu yang tercuri, maka Tan Er takkan sanggup menanggung konsekuensinya. Tan Er pun undur diri. Hmm... sepertinya Lian Cheng tidak sadar kalau ucapannya ini secara tak langsung memberi petunjuk bahwa di kamarnya ada benda berharga.


Malam harinya, seseorang bertudung (sepertinya Tan Er) diam-diam pergi ke bagian belakang bangunan lalu menarik sebuah batu bata di dinding dan menyelipkan pesan yang berbunyi: Segel Kerajaan ada di kamar Mo Lian Cheng.


Kaisar ngomel-ngomel pada ketiga pangeran tentang masalah seorang jenderal bernama Guo Yu yang walaupun berbakat dalam militer tapi temperamennya buruk. Dia bahkan membunuh seseorang hanya karena bertengkar.


Sekarang para prajurit meminta agar dia dihukum. Kaisar meminta pendapat mereka bertiga, apa yang baiknya dia lakukan pada Guo Yu?

__ADS_1


Jing Xuan berpendapat kalau saat ini mereka sangat membutuhkan seorang jenderal yang berbakat, apalagi musuh mereka sedang menunggu kesempatan sekarang ini. Karena itulah, dia tidak setuju jika Guo Yu dibunuh sekarang. Itu hanya akan melemahkan kekuatan mereka.


Yi Huai juga tidak setuju jika Guo Yu dihukum berat. Bagaimanapun, dia seorang jenderal yang punya banyak pengalaman perang. Buat saja dia membayar kesalahannya dengan menyuruhnya melakukan pelayanan negara yang baik. Itu bisa menenangkan para prajurit dan mereka tidak akan menyia-nyiakan seorang jenderal yang hebat.


__ADS_2