CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
20


__ADS_3

Mulai ketakutan, Xiao Tan langsung pasang senyum manis sambil melnguh manja. Semua ucapannya tadi tidak sungguh-sungguh kok. Ini cuma karena punggungnya sakit sekali.


"Sebenarnya di dalam hatiku, kau adalah pangeran yang sangat tampan, elegan, semua wanita akan jatuh cinta padamu, bahkan bunga-bunga akan mekar untukmu. Kau pria paling tampan sedunia. Pangeran~~~, jangan marah lagi padaku, yah?"


Dia bisa tidak marah, tapi Xiao Tan harus menjawab pertanyaannya dulu. Xiao Tan harus menjawab semua pertanyaannya. Melihat semua luka di pnggung Xiao Tan, Lian Cheng tanya apakah Nyonya Qu sering melakukan ini pada Xiao Tan.


Xiao Tan membenarkannya. Dia bahkan punya bekas luka lama yang masih belum sembuh. Lian Cheng tak percaya, bagaimana dia bisa mempercayai ucapan Xiao Tan.


Kesal, Xiao Tan bangkit dan duduk membelakangi Lian Cheng untuk memperlihatkan semua luka di pnggungnya.


Lian Cheng melihatnya, tapi dia mengklaim kalau dia tidak bisa melihatnya biar Xiao Tan mendekat padanya.


Heran karena Lian Cheng belum juga bisa melihat lukanya, Xiao Tan pun menoleh tapi malah mendapati Lian Cheng tepat di hadapannya dalam jarak yang sangaaaaaat dekat.

__ADS_1


Mereka begitu terpana menatap satu sama lain dan baru sadar untuk menjauh saat Jing Xin kembali.


Jing Xin sontak berpaling mau pergi. Tapi Lian Cheng mencegahnya. Dia memberikan obatnya dan meminta Jing Xin untuk merawat istrinya baik-baik lalu pergi.


Xiao Tan curhat cemas, dia tadi mengutuki si pria licik itu dan dia mendengarnya. Terus dia bilang kalau mengutuk keluarga kerajaan itu bisa dihukum penjara sepuluh tahun. Apa itu benar.


Jing Xin malah bingung, perasaan dia tidak pernah mendengar peraturan itu sebelumnya. Jelas saja Xiao Tan kesal, dia sudah dibodohi lagi.


Saat Jing Xin kembali ke kamar nonanya keesokan harinya, dia mendapati nonanya sudah duduk di meja rias.


Sekarang ini satu-satunya tempat yang belum dia periksa hanya kamarnya Pangeran. Tapi dia tidak bisa masuk ke sana. Dia harus bagaimana?


"Jing Xin, kau bicara apa?"

__ADS_1


Jing Xin langsung sadar kalau yang ada di hadapannya saat ini adalah Tan Er lalu buru-buru membantu menyisir rambutnya.


Tan Er penasaran, apa dia menyuruh Jing Xin untuk mencari sebuah tempat tidur? Tempat tidur semacam apa? Katakan sedetilnya.


Jing Xin melapor. Xiao Tan menyuruhnya untuk mencari sebuah tempat tidur antik. Tidak ada yang istimewa, tapi sepertinya sangat penting untuk Xiao Tan.


Dia sudah mencarinya ke semua kamar di kediaman Qu sebelumnya, tapi dia tidak menemukan apapun.


Xiao Tan sangat marah waktu itu sampai dia berniat memanjat tembok dan melarikan diri dari rumah. Lalu Xiao Tan menikah dan datang kemari dan Xiao Tan tetap menyuruhnya untuk mencari tempat tidur itu.


"Dan nona juga bilang kalau aku adalah Ratu Gosip. Nona kan tahu aku bagaimana, aku mudah dipengaruhi oleh pujian. Sejak nona mengatakan itu, aku jadi lebih bersemangat. Jadi aku berkeliling kediaman ini saat aku ada waktu senggang. Tapi aku masih belum menemukannya."


"Apa kau tahu kenapa aku memintamu untuk menemukan tempat tidur itu?"

__ADS_1


Tidak, Jing Xin hanya tahu kalau tempat tidur itu sangat penting baginya seolah hidup matinya tergantung dari tempat tidur itu.


__ADS_2