
Memikirkan upacara penobatan Putera Mahkota, Xiao Tan yakin mereka akan bertemu Yi Huai di sana.
Kalau begitu, biar Tan Er saja yang pergi agar dia tidak bersedih terus setiap hari. Kalau dia menangis setiap hari, dia bisa mati lemas nantinya.
Tapi Jing Xin ragu karena Tan Er sangat sedih sekarang ini, dia tidak mau bertemu Yi Huai. Tapi... Xiao Tan ada benarnya juga. Mereka tidak boleh membiarkan Tan Er menahannya, dia harus pergi.
Maka Xiao Tan pun berbohong kalau dia tidak cinta uang. "Bahkan sekalipun kau memberiku cek 5 juta yuan, aku tidak mau."
Seketika itu pula Tan Er muncul kembali dengan wajah sedih. Jing Xin antusias memberitahunya bahwa Lian Cheng akan membawanya ke istana hari ini untuk menghadiri penobatan Putera Mahkota.
"Jadi dia benar-benar menjadi Putera Mahkota. Aku tidak mau pergi. Aku sudah bilang kan, aku tidak akan menemui orang kejam berhati dingin itu lagi."
Sepertinya dia berbohong karena tiba-tiba saja Xiao Tan kembali lagi. Xiao Tan bingung, dia mencoba berbohong lagi dengan berkata bahwa di dunia modern dia dikejar banyak pria-pria muda tampan, om-om dan juga pria-pria berperut six pack.
Tapi kali ini malah tidak berhasil. Xiao Tan jadi tambah bingung, apa yang terjadi? Kenapa berbohong malah tidak mempan sekarang? Tak menyerah, dia terus mencoba berbohong dengan berkata kalau dia tidak merasakan apapun saat dia tidur dengan Lian Cheng. Dia payah. Pfft!
__ADS_1
Tetap tidak berhasil. "Apa aku harus pingsan? Coba sajalah!"
Xiao Tan langsung mengosongkan meja dan bersiap menjedotkan kepalanya ke meja. Panik, Jing Xin refleks mengulurkan tangannya dan jadilah kepala Xiao Tan menumbuk tangan Jing Xin.
"Xiao Tan, apa yang kau lakukan?"
"Aku sangat marah!"
Di istana, Yi Huai dibantu para pelayan berganti baju putera mahkota lalu berjalan ke istana dan bertemu kedua adiknya di depan.
"Kelak, kalian akan menjadi tangan kanan dan kiriku. Mari kita bersatu dan bekerja bersama untuk membuat Dong Yue kita makmur. Bukan begitu, Adik Ke-8"
"Tentu saja. Putera Mahkota memiliki kecerdasan dan keahlian strategi yang luar biasa. Kau juga pandai bersiasat. Tentu saja aku harus banyak belajar."
"Oh, setelah aku dinobatkan, kita punya banyak waktu untuk membahasnya."
__ADS_1
Jing Xuan kesal memprotes kesombongannya, tapi Yi Huai cuek dan Lian Cheng pun cepat-cepat menghentikan ocehan Jing Xuan dan mengajaknya masuk saja.
Sementara itu, Xiao Tan dipanggil menghadap Ibu Suri yang langsung to the point melabraknya karena gara-gara Xiao Tan lah, Lian Cheng tertipu oleh Yi Huai hingga dia gagal mendapatkan posisi Putera Mahkota. Dia tidak bisa membantu, sekarang malah mencelakai Lian Cheng juga.
"Katakan! Apa kau bekerja untuk Mo Yi Huai untuk mencelakai Cheng'er?!"
Xiao Tan menyangkal keras, dia dan Yi Huai tidak punya hubungan apapun. Dia mencintai Lian Cheng, kenapa juga dia harus menyakitinya? Kalau Ibu Suri tidak percya, ia bisa bertanya langsung pada Lian Cheng.
"Tidak perlu. Aku ingin meninggalkan kau kediaman Pangeran Ke-8."
Tentu saja Xiao Tan menolak, "Dalam masalah ini, saya tidka bisa menyetujuinya!"
"Kau berani menentangku?"
"Saya tidak berani."
__ADS_1