
Mereka begitu terpana menatap satu sama lain dan baru sadar untuk menjauh saat Jing Xin kembali.
Jing Xin sontak berpaling mau pergi. Tapi Lian Cheng mencegahnya. Dia memberikan obatnya dan meminta Jing Xin untuk merawat istrinya baik-baik lalu pergi.
Xiao Tan curhat cemas, dia tadi mengutuki si pria licik itu dan dia mendengarnya. Terus dia bilang kalau mengutuk keluarga kerajaan itu bisa dihukum penjara sepuluh tahun. Apa itu benar.
Jing Xin malah bingung, perasaan dia tidak pernah mendengar peraturan itu sebelumnya. Jelas saja Xiao Tan kesal, dia sudah dibodohi lagi.
Saat Jing Xin kembali ke kamar nonanya keesokan harinya, dia mendapati nonanya sudah duduk di meja rias.
Dia langsung menyapanya sebagai Xiao Tan dan nyerocos panjang lebar kalau dia sudah berusaha mencari tempat tidur itu di seluruh tempat ini, tapi dia tidak menemukan tanda-tanda adanya tempat tidur itu sama sekali.
Sekarang ini satu-satunya tempat yang belum dia periksa hanya kamarnya Pangeran. Tapi dia tidak bisa masuk ke sana. Dia harus bagaimana?
__ADS_1
"Jing Xin, kau bicara apa?"
Jing Xin langsung sadar kalau yang ada di hadapannya saat ini adalah Tan Er lalu buru-buru membantu menyisir rambutnya.
Tan Er penasaran, apa dia menyuruh Jing Xin untuk mencari sebuah tempat tidur? Tempat tidur semacam apa? Katakan sedetilnya.
Jing Xin melapor. Xiao Tan menyuruhnya untuk mencari sebuah tempat tidur antik. Tidak ada yang istimewa, tapi sepertinya sangat penting untuk Xiao Tan.
Xiao Tan sangat marah waktu itu sampai dia berniat memanjat tembok dan melarikan diri dari rumah. Lalu Xiao Tan menikah dan datang kemari dan Xiao Tan tetap menyuruhnya untuk mencari tempat tidur itu.
"Dan nona juga bilang kalau aku adalah Ratu Gosip. Nona kan tahu aku bagaimana, aku mudah dipengaruhi oleh pujian. Sejak nona mengatakan itu, aku jadi lebih bersemangat. Jadi aku berkeliling kediaman ini saat aku ada waktu senggang. Tapi aku masih belum menemukannya."
"Apa kau tahu kenapa aku memintamu untuk menemukan tempat tidur itu?"
__ADS_1
Tidak, Jing Xin hanya tahu kalau tempat tidur itu sangat penting baginya seolah hidup matinya tergantung dari tempat tidur itu.
Tan Er berpikir kalau dia masih belum punya kesempatan untuk mencari Segel Kerajaan itu karena dia takut membuat Lian Cheng curiga dan mengacaukan segalanya. Tapi masalah 'dirinya yang lain' mencari tempat tidur itu bisa dia gunakan sebagai samaran.
Tan Er pun langsung memerintahkan Jing Xin untuk menyiapkan teh ginseng dan makanan ringan. Mereka akan mengunjungi Pangeran di ruang belajarnya.
Yu Hao melapor tentang Jing Xin yang belakangan berkeliling kediaman ini untuk mencari sesuatu. Lian Cheng berkomentar kalau dia sepertinya sudah mulai tak sabaran.
Dia lalu minta pendapat Yu Hao. Jika mangsanya masuk kedalam jebakannya, haruskah dia membunuhnya atau mempertahankannya untuk bersenang-senang? Belum sempat Yu Hao menjawab, pengawal mengumumkan kedatangan Tan Er.
Tan Er pun masuk dan sok bersikap seperti istri yang baik dengan meminta suaminya untuk beristirahat.
Lian Cheng heran, dia baru tahu kalau Tan Er sangat peduli padanya. Jika tidak ada hal lain yang dia inginkan, maka dia boleh pergi.
__ADS_1