
"Baiklah. Istriku akan berakting lembut hari ini. Aku menyukainya."
"Yang Mulia, tolong berhenti menggoda saya. Saya kemari karena..."
"Pada malam pengantin kita, aku memberitahu Kakak Tertua bahwa segala hal harus menjadi pemilik yang sah. Dan suatu hari, segalanya akan kembali pada pemilik yang semestinya. Hanya saja, apa itu? Dan siapa pemiliknya?"
"Jika Yang Mulia tidak mengerti, begitu pula saya. Walaupun saya tak tahu kenapa Yang Mulia mengatakan itu, tapi hari ini saya harus pulang ke rumah. Kereta dan kudanya sudah siap..."
Tapi Lian Cheng dengan sengaja pura-pura lelah sebagai alasan untuk tidak mengantarkannya. Tak berani melawan, Tan Er menerimanya saja dan meminta Lian Cheng untuk istirahat.
Begitu Tan Er keluar, Lian Cheng langsung memerintahkan Yu Hao untuk menjalankan tugas yang dia perintahkan tadi. Yu Hao pun langsung pergi.
Jing Xin cemas jika mereka harus pulang tanpa Pangeran ke-8. Bisa-bisa Nyonya Qu bakalan menghina Tan Er lagi. Kenapa Tan Er tidak menjelaskan situasinya saja pada Lian Cheng tadi.
Tan Er merasa itu akan percuma saja, Lian Cheng jelas-jelas tidak mau ikut pulang bersamanya.
__ADS_1
Walau situasinya dijelaskan pun, dia hanya akan menerima hinaan. Jing Xin heran, kenapa Lian Cheng bersikap seperti itu pada Tan Er.
"Wajar kalau dia waspada terhadapku karena Pangeran Pertama."
Lian Cheng baru saja meminum tehnya saat dia menyadari kehadiran penyusup. Tunjukkan diri kalian!
Dua orang misterius itu pun langsung turun dari persembunyian mereka dan memuji kehebatan tenaga dalamnya Lian Cheng yang bisa menyadari kehadiran mereka padahal Yu Hao saja tidak.
Mereka datang untuk menawarkan kesepakatan bisnis untuknya. Lian Cheng hanya perlu membantu mereka sedikit dan mereka akan membantunya mendapatkan kerajaan ini.
"Jangan membuat kami berlaku kasar padamu!" Kesal si pria.
Si wanita lebih tenang menghadapinya. Wajar kalau Lian Cheng tak mempercayai mereka karena mereka datang dengan tidak sopan.
Sudikah Pangeran memberitahu mereka apa yang membuat Lian Cheng meragukan mereka.
__ADS_1
"Aku yakin kalau kalian bahkan tidak akan mampu merebut cangkir ini dariku." Tantang Lian Cheng.
"Kudengar Pangeran sangat arogan, tak kusangka ternyata dia juga memandang rendah orang lain."
"Kelihatannya kalian berdua sangat percaya diri."
Kedua orang itu pun langsung menyerang Lian Cheng dan berusaha merebut cangkir tangannya.
Tapi Lian Cheng tak kalah gesit mempertahankan cangkir itu dan menyingkirkan mereka dengan ilmu bela dirinya.
"Apa yang kuinginkan, akan kudapatkan sendiri. Tidak perlu merepotkan kalian berdua." Kata Lian Cheng. Kedua orang itu akhirnya menyerah dan pergi. Tapi setelah mereka pergi, Lian Cheng langsung gemetar karena cangkir di tangannya itu sebenarnya patah jadi dua.
Tan Er akhirnya pulang ke orang tuanya tanpa Lian Cheng. Tuan Qu sontak marah dan menyuruh Tan Er untuk berlutut.
Tan Er berlutut dengan patuh, tapi dia mengklaim kalau dia tidak salah. Pangeran tidak mau ikut dengannya, jadi tak ada yang bisa dia lakukan.
__ADS_1
Nyonya Qu jelas kesal mendengar Tan Er sudah berani membantah. Apa dia pikir hanya karena sekarang dia sudah menjadi istri pangeran, takkan ada yang berani menghukumnya?