
Xiao Tan juga bilang kalau impiannya adalah menikah dengan pria yang punya six pack, tampan, kaya dan seorang 'Da Ming Xing' (selebritis).
Jing Xin menjelaskan kalau yang Xiao Tan maksud adalah dia mau menikah dengan Xing (bintang di langit). Wkwkwk! Kacau.
Jing Xin akhirnya mulai membaca bagian serius surat itu. Xiao Tan mengaku kalau dia tak tahu bagaimana dia bisa berakhir di Dong Yue ini dan mendiami tubuh Tan Er. Dia sangat ingin kembali ke dunianya dan satu-satunya cara adalah melalui ranjang antikya Mo Lian Cheng.
"Dia ingin tahu apakah nona tahu rahasia dari ranjang antik itu dan juga latar belakang tukang kayu yang membuat ranjang antik itu. Itulah yang dia katakan."
Tan Er lalu menulis surat balasan. Dia memberitahu Xiao Tan bahwa dia tidak keberatan Xiao Tan menggunakan tubuhnya. Dia malah merasa menyesal karena sudah membuat Xiao Tan ikut menderita karenanya.
Mengenai masalah ranjang antik itu, Tan Er berjanji akan berusaha membantu Xiao Tan kembali ke dunianya. Tapi dia juga mengingatkan Xiao Tan untuk tidak membiarkan siapapun mengetahui masalah ini.
Jika tidak, mungkin Xiao Tan akan dikurung sebagai orang gila. Atau yang paling buruk, dia akan dituduh sebagai penyihir dan dibakar sampai mati.
Tan Er me nitipkan pesan itu ke Jing Xin dan mengingatkan Jing Xin untuk merahasiakan masalah dirinya dan Xiao Tan yang memakai satu tbuh.
__ADS_1
Xiao Tan itu orang yang ceroboh, jadi Jing Xin harus selalu mengingatkannya untuk tidak sembrono dan membuat orang curiga. Jing Xin berjanji akan menutup mulutnya rapat-rapat mengenai masalah ini.
Keesokan harinya, Xiao Tan sedang menemani Lian Cheng main kecapi saat Qing Yun datang.
Yu Hao berusaha menghadangnya, tapi Qing Yun langsung kesal mendorongnya. Lian Cheng pun langsung bergerak cepat menarik Xiao Tan ke pangkuannya dan sok-sokan msra di depan Qing Yun.
"Lepasin!" Bisik Xiao Tan.
"Jangan lupa, kau adalah istriku sekarang." Desis Lian Cheng
"Dia bilang kalau kau secantik bunga. Dan siapapun yang menikahimu, itu adalah keberuntungan dari kehidupan lampaunya."
"Benarkah?"
"Sungguh! Kenapa juga aku bohong padamu?" Kata Xiao Tan sambil mempelototi Lian Cheng.
__ADS_1
"Kak Lian Cheng, lalu kenapa kau tidak menikahiku juga?"
"Qing Yun, aku bukan orang yang seharusnya kau pilih."
Qing Yun langsung sedih lagi mendengarnya. Xiao Tan buru-buru berkata kalau mereka adalah pasangan yang ditakdirkan Tuhan, yang satu tampan dan yang satu cantik. Mereka pasangan yang sangat serasi. Senyum Qing Yun langsung mengembang lagi.
"Istriku, aku punya hadiah spesial untukmu. Mungkin itu sesuatu yang kau sukai. Apa kau menginginkannya?"
Mengira hadiah yang dimaksudnya ada hubungannya dengan ranjang antik, Xiao Tan langsung mengangguk antusias.
Tapi ada syaratnya, Lian Cheng membisikinya untuk melakukan pertunjukan yang bagus dengannya. Xiao Tan mendadak sok mes ra pada Lian Cheng.
"Qing Yun, kau lihat sendiri. Aku sangat mencintai istriku. Dalam hatiku, sudah tak ada tempat untuk orang lain. Sayang, kemarin kau sangat nakl." (Hahahaha!)
Xiao Tan jelas kaget mendengarnya. Tapi kemudian ingat untuk pura-pura malu, Qing Yun kan masih di sini.
__ADS_1