CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
45


__ADS_3

Maka malam harinya, Xiao Tan mencoba bertanya, apakah Lian Cheng percaya bahwa ada dunia lain selain kerajaan Dong Yue ini?


Yang tidak disangkanya, Lian Cheng mengaku bahwa dia sering memimpikan suatu tempat di luar Dong Yue.


"Di sana ada perang, pembunuhan, kuali pembuatan pil, pria tua berjanggut putih... dan kau. Makanya saat aku pertama kali melihatmu, kau terlihat familier. Seperti saat aku melihat lukisan Kakek di masa lalu."


Keheranan, Xiao Tan meminta diperlihatkan peta kerajaan Dong Yue. Jing Xin kembali tak lama kemudian membawakan peta yang mereka minta.


Tapi sekali melihatnya, Xiao Tan sontak tercengang menyadari tempat ini bahkan tak ada dalam buku sejarah. Jangan-jangan Dong Yue bukan berada di planet bumi. (Hah? Jadi mereka di mana?)


Lian Cheng malah lebih bingung, apa itu bumi? Xiao Tan bingung bagaimana harus menjelaskannya. Dia lalu menggambar sebuah peta pakai air dan mengaku kalau dia sebenarnya berasal dari suatu tempat yang sangat jauh dari Dong Yue. Tempat itu mirip ayam (Peta Cina).


Lian Cheng bingung, "Tapi kau jelas-jelas dibesarkan di Dong Yue. Kau putri kedua keluarga Qu."


"Itu... lebih sulit dijelaskan!"

__ADS_1


"Tak ada yang tidak bisa kumengerti. Yang ada hanyalah hal-hal yang tidak bisa kau jelaskan."


"Bagaimana bisa ada hal-hal yang tidak bisa kujelaskan dengan baik? Aku ini terkenal sebagai agen sales terbaik!"


Dia terus nyerocos panjang lebar membanggakan dirinya. Tapi saat dia berbalik, tiba-tiba saja dia membeku di tempat karena mendapati Lian Cheng sudah ada di depan matanya. Lian Cheng langsung menariknya mendekat dan menolak mendengarkan apapun lagi.


Jing Xin panik, takut kejadian waktu itu terulang. Dia berusaha menegur Xiao Tan. Tapi Lian Cheng langsung mengusirnya.


Terpaksalah Jing Xin berjalan pergi sambil berbisik mengingatkan Xiao Tan untuk mengingat janjinya (untuk tidak tidur dengan Lian Cheng).


"Malam ini, kalau kau melayaniku dengan baik, aku akan memberimu surat cerai."


Xiao Tan menggerutui dirinya sendiri dalam hati karena dia bahkan tidak sanggup untuk pergi. Lian Cheng kembali menc**mnya. Xiao Tan akhirnya memutuskan untuk tidak membiarkan Tan Er mengetahui tentang ini, lagipula dia tidak punya pilihan.


Yi Huai menemui kedua penyihir bertudung dan memberitahu mereka tentang ruang rahasia yang ada di perpustakaan rumahnya Tuan Qu.

__ADS_1


Tapi saat dia beruaha menyentuhnya, dia terdorong oleh sebuah kekuatan yang besar dan benda itu memancarkan cahaya ungu yang menyilaukan mata.


Dia juga menyodorkan sebuah kertas berisi informasi keberadaan ruang rahasia itu beserta cara membukanya.


Tapi saat mereka hendak mengambilnya, Yi Huai menariknya kembali dan menuntut janji mereka. Mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, jadi sekarang gilirannya.


"Setelah kami mendapat Mutiara Penekan Jiwa, Tuan kami sendiri akan datang kemari. Dong Yue akan menjadi milikmu." Ujar si wanita.


"Siapa Tuan kalian itu?"


"Lebih baik kau tidak perlu tahu." Kata si pria sambil merebut kertas itu. Mereka lalu pergi.


Keesokan harinya, Jing Xin sedang mempersiapkan segala keperluan kedua nonanya sebelum salah satu dari mereka bangun. Tan Er akhirnya bangun tak lama kemudian dan tanya kenapa Jing Xin tidak membangunkannya.


Mengira yang bangun Xiao Tan, Jing Xin menggerutu ngambek, dia tidak mau bicara dengan orang yang tidak menepati janjinya.

__ADS_1


"Kenapa kau tiba-tiba marah-marah?" Bingung Tan Er.


__ADS_2