CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
74


__ADS_3

"Benar. Tentunya, ada kemungkinan kita tidak bisa menghidupkannya kembali dan kau juga akan kehilangan nyawamu. Tapi jika kalian tidak menandatangani kontrak darah ini, maka Istri Pangeran Ke-8 pasti akan mati." Ujar Kakek. Dan Lian Cheng langsung setuju saat itu juga.


Jing Xin mengoceh cemas mengira Xiao Tan bunuh diri. Dia menyesal tidak bisa menjaga Xiao Tan dengan baik, seharusnya tadi dia ikut saat Xiao Tan bilang mau jalan-jalan sendirian.


Tapi menurut Yu Hao, Jing Xin tidak perlu menyalahkan dirinya sendiri. Dia yakin kalau Xiao Tan tidak bunuh diri. Dari kepribadiannya, Yu Hao yakin kalau Xiao Tan bukan jenis orang yang punya kecenderungan untuk bunuh diri.


"Lalu kenapa hal seperti ini terjadi?"


Yu Hao tak punya jawaban untuk itu. Jing Xin cepat-cepat berdoa pada Langit untuk memberkati Xiao Tan agar dia bisa selamat. Lian Cheng membuka pintu saat itu dan memerintahkan kalau mereka tidak boleh diganggu.


Lian Cheng dan Xiao Tan pun duduk berhadapan sementara Kakek mulai menyalurkan kekuatan spiritualnya pada mereka berdua.

__ADS_1


Perlahan dia membuat kedua tangan mereka terangkat secara bersamaan lalu membuat kedua tangan mereka saling menempel.


Sepertinya Kakek mengambil energinya Lian Cheng lalu menyalurkannya pada Xiao Tan. Saat proses itu selesai, Lian Cheng langsung lemas. Tapi Xiao Tan masih belum juga sadar.


Keesokan harinya, Kakek menitipkan sebuah surat pada Jing Xin dan memintanya untuk memberikan surat ini saat Xiao Ta bangun nanti.


Suruh Xiao Tan mengikuti alamat yang tertulis di surat ini dan mencarinya. Dia akan mampu menjawab semua pertanyaan Xiao Tan.


Jing Xin jadi curiga, "Apa kau adalah tukang kayu yang dicari-cari Xiao Tan?"


Lian Cheng datang tak lama kemudian dengan membawa Tabib Gao untuk memeriksa Xiao Tan. Yang tak disangkanya, denyut nadi Xiao Tan sekarang berdenyut teratur.

__ADS_1


"Istri Pangeran hidup kembali! Yang Mulia, bisa melihat peristiwa menakjubka ini, saya benar-benar bisa mati tanpa penyesalan sekarang."


Senang, Lian Cheng pun menyuruh semua orang keluar. Tapi walaupun Xiao Tan sudah melewati masa kritis sekarang, Kakek memperingatkan Lian Cheng bahwa Xiao Tan akan sadar atau tidak itu mungkin butuh waktu lama.


"Aku punya satu pertanyaan. Entah apakah tetua bisa membantuku menjawabnya. Sebelum Tan Er kehilangan kesadarannya, dia bilang kalau dia bukan Tan Er. Bagaimana bisa begitu?"


Kakek tercengang mendengarnya lalu cepat-cepat menggunakan kekuatan spiritualnya ke Xiao Tan. Tiba-tiba saja Tan Er ngelantur menggerutui Yi Huai. Kakek lalu memindahkan kekuatannya ke sisi lain dan kali ini Xiao Tan yang ngelantur menggerutui Lian Cheng.


"Dua jiwa. Yang satunya milik nona dari keluarga Qu, tapi siapa yang satunya lagi?" Batin Kakek.


Dia memberitahu Lian Cheng bahwa jiwa lain yang masuk ke dalam tbuh Tan Er itu, terjadi secara kebetulan. Tapi yang aneh, jiwa Tan Er yang asli tidak sepenuhnya menghilang. Karena itulah, ada dua jiwa yang bersemayam dalam tbuh Tan Er. Kakek mengaku kalau ini juga pertama kalinya dia melihat hal seperti ini.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dua orang berada dalam satu tbuh secara bersamaan? Dari mana jiwa yang lain itu berasal? Setelah dia sembuh, apakah (jiwa) itu akan menghilang?"


Tapi saat ini, Kakek tidak punya jawaban untuk semua pertanyaan itu. Lagipula dia ada urusan lain, segera hubungi dia jika ada perkembangan baru mengenai Tan Er. Kakek pun pergi dengan kecepatan kilatnya, bahkan sebelum Lian Cheng menyadari kepergiannya.


__ADS_2