CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 100 Manipulasi 1


__ADS_3

Semua berkumpul di ruang kerja Aldi. Membahas kedua wanita yang baru saja kembali dalam lingkaran keluarga Zaman.


"Aldi, papa bisa mengerti alasanmu membawa mereka kembali. Tapi ini beresiko untuk hubungan rumah tangga kalian. Sondra sudah dewasa dan dia tidak ada hubungan darah dengamu. Jika kau mau menolong mereka berikan satu apartemen kita untuk mereka"


"Baik pa"


"Claries jika ada yang mengganjal di hatimu tentang mereka, bicarakanlah dengan Aldi baik-baik. Papa tidak mau mendengar ada keributan mengenai hal ini"


"Iya pa.." jawab Claries.


Di ruang tengah pak Zaman bertemu dengan wanita di masa lalu yang pernah ia tolong dulu. Ia memandang sekilas pada Anyelir dan melangkah pergi meinggalkan rumah Aldi.


"Adrian urus kepindahan mereka ke apartemen"


"Baik pak"


Mitha mengikuti langkah Adrian. Ia menemui Bu Anyelir dan sondra di ruang tengah.


"Adrian..?!" Sondra berhambur memeluk Adrian. Entah angin apa yang mendorongnya berbuat demikian. Mitha dan Claries membelalakan mata mereka melihat kejadian barusan.


Sementara Aldi tetap tenang dan menganggap itu hal biasa.


Adrian mencoba melepas pelukan Sondra. Ia mendorong pelan lengan Sondra sembari memandang Mitha yang cenberut.


"Maaf Sondra....."


"Oh ...aku terlalu senang melihatmu disini"

__ADS_1


"Pak Aldi sudah menyiapkan apartemen untuk kalian, saya akan mengantar ke apartemen"


Sopir mengangkat dua koper milik bu Anyelir dan Sondra ke dalam bagasi mobil.


"Sayang jangan satu mobil dengan mereka!" Mitha berbisik pada Adrian. Sondra melihatnya dari dalam mobil.


Apa-apaan Mitha pakai bisik-bisik segala.


Sondra memandangi Adrian yang nerjalan menuju mobil pribadinya.


Kau masih tetap baik Adrian meski ketika bertemu kemarin aku jutek padamu. Kau masih tetap seperti dulu. batin Sondra.


"Kalau ibu lihat sepertinya ada hubungan antara Mitha dan Adrian, sebaiknya kau menjaga jarak dari Adrian" Ibu Anyelir seolah bisa membaca pikiran anaknya.


***


"Ia hanya menyapa Adrian" jawab Aldi tenang.


"Sayang Mitha benar, Sondra sudah keterlaluan menurutku"


"Sayang jangan memanasi keadaan"


Mitha menarik lengan kakak iparnya dan mengajaknya keluar ke halaman.


"Kakak bagaimana menurutmu tentang Sondra itu?"


"Ku rasa kita harus berhati-hati dengannya"

__ADS_1


"Benar aku juga merasa begitu"


"Kurasa dia tidak tahu jika Adrian sudah menikah, apa dulu dia dan Adrian dekat?"


"Setahuku tidak begitu dekat. Biasa saja"


"Aku tetap heran kenapa kakakku menolong mereka dan membawa mereka kembali. Apa rencananya?"


"Rencana?"


"Iya kak Aldi tidak mungkin membawa mereka kesini tanpa alasan kuat"


"Ia bilang kan hanya mau menolong mereka"


"Kakak ipar kau juga tahu kakakku seperti apa? ia tidak akan peduli seperti itu pada orang lain kecuali ada maksud dan tujuan"


"Benar juga, tapi Aldi memang sangat baik Mitha"


"Ah kakak ipar bisa kah kau mendukungku kali ini? aku khawatir Adrian di goda pelakor"


Claries tertawa melihat tingkah Mitha. Tapi bisa jadi juga Adrian tergoda. Sondra itu ideal dan cantik. Bahkan ia lebih sexy dari Mitha.


Tapi Adrian pria baik dan manis ia tidak mungkin sembarangan tergoda oleh wanita. Claries bisa melihat begitu besar cinta Adrian untuk Mitha.


Sementara di apartemen Sondra dan ibunya beristirahat setelah Adrian pergi dari apartemen mereka.


"Lumayan juga bu kita pulang kesini dari pada di luar begeri aku harus bersusah payah membayar sewa aparten kita. Disini sepertinya Aldi akan mengabulkan apa saja yang kita minta"

__ADS_1


Bu Anyelir terdiam, ia tidak memperhatikan ocehan Sondra. Ia teringat pertemuan singkatnya tadi dengan mantan suaminya dulu. Ibrahim Zaman, Pria itu masih terlihat tampan di usianya yang sudah tidak muda. Masih tetap berkarisma seperti dulu. Masih tetap dingin dan angkuh pada Anyelir. Tidak ada yang berubah darinya setelah sekian lama berpisah.


__ADS_2