CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 61 Ancaman 2


__ADS_3

Adrian datang ke kantor bersama Aldi. Setelah mengantar Aldi sampai ke ruang kerjanya, Adrian bergegas kembali ke mobil mengambil bekal makan pagi.


Adrian memberikan bekal itu pada Mitha yang sudah sibuk dengan pekerjaannya.


"Apa ini?" tanya Mitha sambil menerima kotak berisi bekal makan pagi.


"Tadi kau tidak sarapan, jadi aku meminta ayah membuat bekal"


Adrian berjalan menuju ruang kerjanya, Mitha menatap punggung Adrian sambil tersenyum. Ia tahu pasti Adrian meminta pak Han membuatkan bekal makan pagi untuk dirinya. Dan ia sengaja memberikan bekal itu pada Mitha sementara dirinya sendiri tidak sarapan.


Mitha memakan bekal dari Adrian dan sebagai gantinya ia memberikan dua potong sandwich sayur dan segelas kopi latte panas untuk Adrian.


***


Claries nampak sibuk dengan seorang pasiennya yang baru saja keluar dari ruang operasi. Claries berjalan untuk berganti pakaian . Ia berpapasan dengan seorang wanita yang kemarin ia kira adalah Liza.


Dari postur tubuh memang mirip sekali dengan Liza hanya wajahnya berbeda. Wanita itu memiliki dagu dan hidung yang lebih lancip dari Liza.


"Siapa wanita itu?" tanya Claries pada perawat yang berjaga di loby rumah sakit.


"Ia akan bertemu dokter Pramana namanya nyonya Gwena"

__ADS_1


Oh rupanya pasien dokter Pramana.


Dokter Pramana adalah spesialis bedah kecantikan. Tapi Claries tetap merasa mengenal wanita itu. Hanya saja ia tidak begitu yakin. Apa mungkin yang dilihatnya tadi adalah Liza, Aldi bilang Liza sudah pergi jauh ke Amerika.


"Dokter Claries pasien sudah di pindahkan ke ruang rawat Vvip" kata seorang perawat membuat lamunan Claries buyar.


"Baiklah aku akan segera ke sana, tolong siapkan obat yang tadi aku minta"


"Baik dokter"


Claries segera menuju ruang rawat Vvip untuk melihat pasiennya yang baru di pindah dari ruang operasi.


Pasien itu masih belum sadar karena efek bius. "Dalam waktu tiga puluh menit lagi ia akan sadar dan segera berikan obat ini" Kata Claries pada perawat dan menyerahkan tablet obat di tangannya pada perawat.


"Baik dokter"


"Maaf aku terlambat" kata Gwena sembari meletakkan tasnya di tempat khusus di samping meja.


"Tidak masalah"


"Aku dengar presdir Zaman Group sangat tidak menyukai orang yang tidak disiplin"

__ADS_1


"Tidak juga ada pengecualian untuk kolega perusahaan secantik kau" Aldi mencoba memancing reaksi Gwena. Ia ingin melihat sejauh mana wanita itu menanggapi gombalannya.


Wajah Gwena terlihat tersipu senang. Aldi mengamatinya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Ayo kita mulai makan" Gwena mengambil satu sendok salad dan mencicipinya.


"Oh ya boleh ku tahu darimana anda nyonya Gwena?"


"Dari rumah sakit"


"Apa anda sedang sakit?"


"Tidak, aku hanya bertemu seorang dokter disana, ia temanku"


"Syukurlah, jika anda sehat dan baik-baik saja"


Aldi mengamati Gwena yang sedang makan salad. Aldi merasa aneh karena Gwena menyingkirkan tomat dari mangkuk saladnya. Ia teringat Liza yang juga tidak menyukai tomat.


Mantan istrinya itu seorang vegetarian tapi Liza tidak menyukai tomat dan wortel.


"Anda tidak menyukai tomat?" Gwena terbelalak mendengar pertanyaan Aldi.

__ADS_1


"Oh aku suka tomat, hanya saja akan ku makan nanti di akhir"


Aldi mengangguk dan tidak bertanya apa-apa lagi. Ia sibuk dengan makanan dan pikirannya yang berkelana tentang wanita misterius di hadapannya.


__ADS_2