CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 49 Kembali Bekerja


__ADS_3

Claries bangun pagi untuk joging di halaman rumah. Ia sembari memeriksa beberapa tanaman yang harus di perbarui karena layu.


Aldi belum beranjak dari tempat tidurnya. Ia masih terlihat bertelanjang dada di balik selimut yang menutup separuh tubuhnya. Yaya sudah menyiapkan air hangat di bathub tinggal menunggu Aldi terbangun.


"Selamat pagi dokter Claries"


"Hey pagi Adrian, kau selalu tepat waktu"


Adrian tersenyum dan berbincang sebentar dengan Claries di halaman lalu ia masuk ke rumah utama dan melangkah menuju dapur. Di lihatnya ayahnya sedang sibuk menyiapkan menu sarapan sedang Yaya juga sibuk dengan tugasnya.


Claries bergegas kembali kekamar dan membangunkan Aldi.


"Sebentar sayang, lima menit lagi...." gumam Aldi salbil meraih tangan Claries dan di letakan di wajahnya.


"Ayolah sayang...sudah siang Adrian sudah tiba"


"Biarkan saja, itu tugasnya untuk datang lebih pagi kesini"


"Baiklah, apa aku harus memberimu suntikan vitamin agar kau mau bangun?" Claries meraih tas kerjanya yang sudah ia siapkan dari semalam. Ia pura-pura mengambil suntikan dari dalam tas kerjanya. Aldi langsung terlonjak bangun dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Sejak kecil Aldi paling tidak suka dengan dokter gigi dan jarum suntik.


Claries tertawa dan menggelengkan kepalanya. Ia beranjak menyiapkan stelan kerja untuk Aldi.

__ADS_1


Aldi sudah selesai mandi, handuk putih terlihat melilit pinggangnya dan menampakkan dadanya yang bidang dan perutnya yang sixpack. Aldi duduk di depan cermin rias Claries mengeringkan rambut Aldi yang tebal dan terawat. Claries memberikan vitamin rambut dan menata rambut suaminya agar terlihat rapi seperti biasanya.


Claries membantu Aldi mengenakan kemeja dan dasinya. Seperti biasa pria itu akan menggoodanya dengan ciuman dan gerakan tangannya yang tidak bisa diam.


Aldi mengecup bibir Claries yang sedang serius mengikat dasinya. Adrian yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar langsung memalingkan wajahnya.


"Sayang malu ada Adrian" kata Claries.


"Biarkan saja dia...." kata Aldi santai. Ia sudah terbiasa dengan kebradaan Adrian di sampingnya. Adrian bukan hanya asisten tapi juga lebih mirip sebagai bayangannya.


Tidak ada yang tidak di ketahui seorang Adrian dari keluarga Zaman. Ia tahu banyak rahasia dan masalah di keluarga itu. Ia juga yang membantu menyelesaikan hampir semua masalah Aldi dan keluarganya.


"Kau pasti penasaran dan ingin tahu seperti apa pacar Adrian bukan?"


"Hehe iya sayang, aku ingin tahu seperti apa wanita ideal seorang Adrian"


***


Claries bertemu dengan dokter Adelia di rumah sakit. Keduanya saling berpelukan dan melepas rindu. Dokter Adelia sangat menyayangi Claries dan Fani.


"Tante senang bisa bertemu denganmu disini Clair, dulu mamamu juga bekerja disini dengan tante"

__ADS_1


"Iya tante, oh ya bagaimana kabar om Indra?"


"Baik sehat, ia masih sibuk dengan usahanya seperti Aldi suamimu yang juga pengusaha sibuk"


"Tiara apa kabar tante?" Tiara adalah anak dari Indra Biantoro dna dokter Adelia yang bersekolah di luar negeri.


"Tiara akan kembali ke sini bulan depan. Ku rasa Fani tahu kalau Tiara akan pulang. Mereka masih dekat dan akrab"


"Oh benar juga"


"Kalau Tiara pulang, tante kabari aku ya. Aku dan kan Fani akan datang ke rumah tante dan om"


"Tentu saja, ajak sekalian suamimu ya"


"Iya tante"


"Selamat bekerja Clair, tante kembali ke ruangan dulu"


Claries menata ruang kerjanya yang terlihat bersih dan nyaman. Ia mengenakan jas putihnya. Tiba-tiba ia rindu suasana di kota A. Ia ingin tahu kabar nenek, Jhony, sukma, dokter Firman dan suster Maya.


Lain kaki ia akan ikut Aldi jika suaminya itu mengunjungi perusahaannya di kota A.

__ADS_1


__ADS_2