
Aldi sedang berada di sebuah showroom mobil mewah. Ia memilih dua buah mobil mewah berwarna metalik dan biru.
"Adrian berikan satu untuk kakak iparku yang sudah bekerja keras untuk bisnis kita"
"Yang warna apa pak?"
"Oh berikan warna biru untuknya"
"Baik pak siang ini juga akan saya antar ke rumah pak Fani Hendrawan"
"Adrian tolong atur jadwalku, aku ingin berlibur dengan Claries"
"Baik pak"
Aldi pulang sendiri dengan mengendarai mobilnya. Ia ingin segera bertemu Claries. Ponsel Aldi bergetar ada panggilan telepon dari sang ayah.
"Halo pa"
"Aldi, papa sudah berada di rumah sakit untuk menjemput Mitha tapi ia ingin Adrian yang menjemputnya pulang"
"Tidak bisa pa, Adrian sedang sibuk"
"Ayolah Aldi pinjamkan Adrian sebentar. Nanti akan papa cari asisten untuk Mitha"
"Baiklah"
Aldi meraih ponselnya dan menelpon Adrian.
"Adrian selesai dari rumah Fani kau jemput Mitha di rumah sakit. Bawa Mitha pulang ke rumah papa untuk sementara"
"Baik pak"
Kenapa harus Adrian? Lain kali akan ku tanya kedekatan Adrian dengan Mitha sudah sejauh apa. Jangan sampai Mitha jatuh hati pada Adrian.
Aldi sampai di rumah, ia berjalan memasuki rumah utama. Disana Claries yang terlihat cantik sudah menunggu dan menyambutnya. Aldi mengecup bibir Claries.
"Kau sungguh cantik" kata Aldi seraya menggandeng tangan Claries menuju kamarnya di lantai dua.
Claries membantu melepas jas dan dasi Aldi. Aldi membuka dua kancing kemejanya dan menggulung lengan kemeja itu hingga sesiku.
Aldi merebahkan diri di "sofa malas" Claries duduk di pinghir sofa tapi Aldi segera menarik tubuh Claries hingga berbaring di atas tubuhnya.
"Katakan padaku apa yang kau lakukan hari ini?" tanya Aldi sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Kedua tangan Claries bertumpu di dada bidang Aldi. Ia menatap wajah tampan di hadapannya. Dagu Aldi terlihat semburat kehijauan karena habis bercukur tadi pagi dan wajahnya terkesan maskulin.
"Ummmm aku melihat taman belakang dan samping rumah, lalu mengobrol dengan pak Han dan Yaya, kami menikmati secangkir teh herbal dan bolu kukus buatanku"
"Hmmmm ...kau tidak memikirkan aku?"
"Aku memikirkan mu setiap waktu" jawab Claries polos.
"Benarkah?"
"Iya benar"
"Kalau begitu beri aku hadiah..."
"Hadiah apa?"
"Aku menginginkan mu sayang..." Aldi membalik tubuh Claries dan menindihnya. Ia ******* bibir Claries sambil satu tangannya membuka tali baju Claries.
"Katakan kau mencintaiku!" pinta Aldi. Ia menghentikan gerakan bibirnya agar Claries bisa bicara.
"Tidak mau..."
"Tidak mau?"
Aldi menyeringai dan berdiri dari sofa. Ia melepas kemejanya lalu ikat pinggang dan melemparkannya ke lantai. Ia menggendong tubuh Claries menuju ranjang.
Selanjutnya sudah pasti Aldi yang merajai. Hasilnya ia akan memberikan banyak stempel kepemilikan di tubuh Claries.
***
Adrian tiba di rumah Fani mengantar mobil baru pemberian Aldi.
"Hey Adrian ada apa? kenapa kemari?"
"Pak Aldi meminta saya mengantar mobil baru untuk bapak"
"Mobil?"
"Benar pak, pak Aldi membeli mobil mewah untuk bapak sebagai bonus dari kerja sama antara pak Aldi dengan bapak"
"Dimana Aldi?"
"Sudah pulang pak, beliau sengaja pulang awal karena akan berlibur dengan dokter Claries"
__ADS_1
"Baiklah terimakasih Adrian, nanti saya akan menelpon Aldi"
"Kalau begitu saya permisi"
Fani memcoba menelpon Aldi tapi tidak ada jawaban. Fani menelpon Claries juga tidak di angkat.
"Bi Wasti...."
"Iya mas Fani..."
"Dimana Liona?"
"Liona kan hari ini tidak masuk kerja karena sakit"
Oh iya gadis itu sedang sakit tadi pagi sudah minta izin padaku. Apa aku perlu menjenguknya?
Sementara Adrian bergegas menuju rumah sakit untuk menjemput Mitha. Bapak Ibrahim Zaman sudah menggu di sana.
Adrian merapikan penampilannya, ia bergegas menuju kamar vip tempat Mitha di rawat.
"Adrian.....akhirnya kamu datang juga" kata Mitha begitu melihat Adrian berjalan ke arahnya.
Bapak Ibrahim zaman memperhatikan reaksi puterinya ketika melihat sosok Adrian.
"Maaf bu Mitha saya tadi ada pekerjaan dari pak Aldi"
"Ayo kita pulang pa" Mitha menggamit lengan ayahnya tapi pandangannya selalu menatap Adrian.
"Oh ya dimana Rio?" tanya Adrian pada Mitha.
"Rio saya tinggal di rumah. Ia sedang bermain dengan pengasuhnya" jawab bapak Zaman.
"Pa Mitha ingin tinggal di rumah kak Aldi"
"Mitha kamu di rumah papa dulu saja, nanti baru ke rumah kakakmu"
"Kenapa pa? bukankah selama ini Mitha ikut kak Aldi?"
"Kakakmu itu sedang sibuk dengan rumah tangganya jadi kau sementara bersama papa dan Rio"
"Pa bilang pada kak Aldi, aku mau minta Adrian untuk jadi asistenku"
Adrian terkejut dan menghentikan langkahnya. Ia menatap wajah cantik Mitha.
__ADS_1