CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 64 Kecurigaan


__ADS_3

Claries termenung di balkon sambil mengingat wajah wanita di pesta semalam. Ia benar-benar yakin jika wanita itu adalah liza. Operasi tidak akan merubah seutuhnya wajah asli Liza. Claries masih bisa melihat senyuman Khas Liza di wajah itu.


"Sayang kau sedang melamunkan apa?" Aldi memeluk Claries dari belakang dan mencium pipi istrinya itu.


"Oh ya aku ingin bertanya tentang wanita di pesta semalam"


"Wanita? banyak wanita disana. tapi tetap kau yang paling cantik" Aldi menghoda istrinya dengan rayuan gombal.


"Sayang aku serius, wanita itu...siapa ya namanya" Claries terdiam mencoba mengingat nama yang Aldi sebutkan tadi malam padanya.


"Gwe....Gwena!"


"Ada apa dengannya?"


"Sayang kau tidak curiga apapun padanya"


"Kenapa?" Aldi mulai serius dan menatap Claries.


"Aku yakin dia Liza"


Aku juga ada pikiran menjurus kesana Clair. Tapi aku tidak ingin membuatmu cemas. Kau sedang mengandung. Jika benar dia Liza aku tidak akan biarkan dia berani mendekatimu. Apa lagi membahayakan mu.


"Tidak mungkin Clair, wajah mereka saja berbeda"

__ADS_1


"Tapi aku yakin ...."


"Kau punya bukti jika dia Liza?"


"Tidak....tapi aku bisa mencari buktinya"


"Tidak perlu itu berbahaya. Aku tidak mengijinkanmu sayang. Nyonya Gwena adalah direktur utama sebuah perusahaan besar. Ia juga memiliki asisten dan pengawal yang hebat layaknya Adrian. Jika dia bukan orang baik maka habislah kita"


"Benarkah?"


"Tentu saja benar dokter Claries. Dunia bisnis itu kejam dan berbahaya sayang"


Benar juga selama ini Aldi sering menghadapi banyak bahaya untuk mempertahankan perusahaannya. Lebih baik aku tidak membahayakan usahanya dengan kecurigaanku.


"Benar aku sudah menghukum Adrian untuk ketledorannya itu"


"Menghukum Adrian?"


"Iya dan kau tidak perlu tahu bagaimana aku menghukumnya karena kau bisa trauma melihatnya"


"Ya ampun benarkah?"


"Tidak aku hanya bergurau"

__ADS_1


Claries mencubit pinggang Aldi. Tapi sesungguhnya jika Aldi menghukum Asistennya ia juga tidak ragu menghajar Adrian sampai babak belur seperti dulu sewaktu mereka kecolongan Mitha di perkosa.


Claries melihat ke arah taman. Disana nampak Adrian sedang bermain bola dengan Rio. Keduanya terlihat dekat dan akrab layaknya ayah dan anak.


"Sayang seandainya Adrian menjadi ayah sambung bagi Rio apa kau setuju?"


Aldi terdiam menatap Adrian dan Rio yang terlihat sedang bermain bola.


"Tidak!"


"Kenapa sayang? bukankah Adrian pria baik?"


"Aku tahu, tapi aku tidak mau Adrian menjdi ayah sambung Rio. Biarkan ia mendapatkan wanita lain selain adikku"


"Tapi kenapa? apa karena asal usul Adrian jadi kau tidak menyetujuinya?"


"Aku bergaul dengannya sejak kami masih kanak-kanak. Usinya selisih tiga tahun lebih muda dariku. Sejak pak Han mengangkatnya sebagai anak dan papa memberinya tanggung jawab besar untuk menjaga ku dan Mitha sejak saat itu aku tahu ia selaku berhadapan dengan bahaya lebih daripada aku. Sejak kecil ia sudah dilatih ilmu beladiri, belajar dengan ketat agar ia pandai ketika mendampingiku nanti, hidupnya sungguh keras"


Aldi terdiam melihat Mitha yang berjalan mendekati Adrian dan Rio di taman.


"Aku ingin Mitha bahagia dan awet dengan pasangannya. Jika ia bersama Adrian belum tentu ia akan bahagia. Bisa jadi Adrian akan meninggalkannya lebih dulu"


"Lalu tentang asal usulnya, apa tidak masalah bagimu?"

__ADS_1


"Itu juga masalah. aku tidak tahu pasti darimana dia berasal dan seperti apa orang tuanya dulu. Kenapa dia di buang di jalan diusia sekecil itu, menantu keluarga Zaman harus berasal dari keluarga terpandang bukan orang misterius seperti Adrian"


__ADS_2