CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 25 Pesta


__ADS_3

Aldi sudah pulih kembali, ia sudah mulai berangkat ke kantor. Nanti malam akan ada perayaan untuk proyek baru yang ia tangani bersama perusahaan Fani.


"Adrian berikan dokumen ini untuk Fani. Aku ingin ia segera menandatangani dokumen ini"


"Baik pak"


"Adrian...."


"Ya pak"


"Bagaiman keadaan Mitha bukankan kau sempat menjenguknya?"


"Bu Mitha terlihat sehat dan saya rasa sudah pulih pak"


"Benarkah? Adrian apa saja yang kalian lakukan saat kau menjenguk Mitha sendirian?"


"Seperti biasa kami ke taman dan saya menemani bu Mitha makan siang lalu membaca novel"


"Baiklah, Adrian sebaiknya kau segera mencari pendamping hidup. Jangan terlalu lama sendiri"


"Ba...baik pak" Adrian merasa ada yang aneh dengan bosnya. Tidak biasanya Aldi mencampuri ranah pribadi asistennya. Adrian pergi meninggalkan ruang kerja Aldi. Ia bergegas menuju kantor Fani untuk menyerahkan dokumen.


Sementara Aldi duduk di kursi kerjanya sembari menatap foto di layar ponselnya. Kemarin saat Adrian menjenguk Mitha, Aldi tidak sengaja meminta suster untuk memotret Mitha. Dan foto yang di dapat Aldi sungguh mengejutkan. Terlihat Adrian menatap wajah Mitha. Ada yang tidak biasa dati sorot mata dan senyum Adrian di foto itu. Aldi juga pria dewasa, ia pernah merasakan jatuh cinta setengah mati pada seorang gadis angkuh yang sekarang menjadi istrinya.


Aldi merasa cemas jika salah satu diantara Mitha atau Adrian ternyata merasakan jatuh cinta. Ini bisa jadi lebih rumit dari novel picisan yang dibacakan Adrian untuk Mitha.


***

__ADS_1


Claries mematut diri di depan cermin. Ia mengenakan gaun hitam panjang dengan atas sedikit terbuka. Bagian bawah gaun terdapat belahan panjang hingga ke paha. Claries terlihat elegan dan cantik sekali dengn gaun itu. Ia sengaja memilih sendiri gaun yang akan di pakainya nanti di pesta perusahaan Aldi.


Aldi sudah siap dengan stelan jas hitam, tuxedo dan dasi kupu-kupu. Ia berjalan menuju kamar Claries. Aldi membuka pintu kamar Claries dan terkejut menatap penampilan istrinya. Ia terpana dengan kecantikan Claries. tapi melihat gaun yang terbuka disana sini dan menunjukan lekuk tubuh indah Claries, Aldi merasa kesal.


"Ganti gaunmu"


"Kenapa? ini bagus bukan?"


"Aku tidak suka, cepat ganti" Aldi berjalan keluar kamar Claries.


Apa dia pikir penampilannya tidak akan memancing pria-pria di pesta untuk menatapnya. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi Clair. Kau hanya miliku dan hanya aku yang bisa memandangi tubuhmu sepuasku.


Claries keluar dari kamarnya, ia mengganti gaunnya dengan gaun berwarna biru muda yang lebih tertutup dan tetap terlihat indah di kenakannya.


"Bagus aku lebih suka" Aldi menekuk lengannya meminta Claries menggamitnya dengan mesra. Setidaknya mereka harus terlihat sebagai pasangan sempurna di pesta nanti.


Keduanya tiba di pesta tentu saja dengan di antar Adrian. Aldi dan Claries memasuki ruangan yang luas dengan dekorasi modern yang tidak berlebihan, terkesan formal dan tetap menyenangkan. Semua mata tertuju pada Claries dan Aldi. Keduanya memang terlihat paling mencolok di antara pasangan yang hadir di pesta itu. Aldi terlihat gagah dan tampan sementara Claries terlihat cantik dan mengaggumkan. Aldi menjamu beberapa tamunya dan mengobrolkan tentang pekerjaan. Claries sendiri karena.tidak kenal dengan para tamu itu ia asik menikmati suasana dan memegang segelas minuman.


"Iya pasti dia sengaja merebut pengusaha hebat itu. Lihat saja dia menggunakan kecantikannya untuk memikat pria malang itu"


"Ku dengar ia seorang dokter dan katanya juga dia yang sudah membuat istri pertama pak Aldi koma sampai sekarang!"


Claries tidak tahan mendengar kasak-kusuk beberapa wanita sosialita yang juga istri dari kolega Aldi. Mereka biang gosip murahan yang membuat Claries sedih. Claries memutuskan meninggalkan pesta lebih awal. Ia sengaja pulang naik taxi dan tidak meminta Adrian mengantarnya.


Aldi melepas jasnya dan mengetuk pintu kamar Claries secara kasar. "Apa yang kau lakukan? kenapa pergi meninggalkan pesta tidak memberitahuku?" Aldi terlihat marah pada Claries. Claries yang masih mengenakan gaunnya terlihat menunduk dengan wajah sedih.


"Kau tidak dengar bukan bagaimana istri rekan-rekanmu menggunjingkan aku?"

__ADS_1


"Clair kenapa kau dengarkan mereka?"


"Kau sama saja seperti mereka!"


"Aku tidak sama dengan mereka! apa maksudmu bicara seperti itu?!"


"Pergilah! aku ingin sendiri" Claries berbalik badan tapi Aldi menarik lengannya dengan kasar hingga ia jatuh ke pelukan pria itu. Aldi mengusap wajah Claris, kulit wajah yang halus dan lembut. Aldi mendekatkan wajahnya "Aku mencintaimu" bisik Aldi pelan tapi pasti. Halus tapi tegas.


Claries terdiam Ia mencoba menghindar dari Aldi. Aldi menguatkan cengkramannya dan mulai mencium wajah Claries. Dimulai dari kening, mata, hidung lancip Claries lalu bibir sensual yang membuat Aldi gemas.


Aldi ******* bibir Claries hingga Claries sulit bernafas. Tangan Aldi meraba punggung Claries yang terbuka, ia menarik tali gaun yang terikat simpul di leher Claries. Dalam hitungan detik gaun itu teronggok di lantai. Aldi membaringkan Claries di atas tempat tidur. Ia melepas kemejanya dengan kasar serta ikat pinggangnya. Claries mencoba memakai akal sehatnya tapi tubuhnya bereaksi berbeda.


Ia mencintai Aldi dan ia sudah menikah dengan pria itu. Yang Aldi lakukan padanya bukanlah tindak pemerkosaan.


"Aldi...aku..." Suara Claries terbata. Aldi menyeringai ia melepas pengait bra dan bermain-main disana sampai puas.


Paginya Aldi terbangun, ia memandang wajah Claries yang terbaring manis di pelukannya. Aldi menyibakkan rambut Claries dan mengecup keningnya.


"Bangun sayang sudah pagi" bisik Aldi di telinga Claries. Claries hanya menggeliat malas dan masih memejamkan matanya. Aldi tersenyum dan mengusap rambut Claries.


"Sayang pak Han dan Adrian sedang melihat kita"


"Apa!!" Claries terbangun dan meraih selimut untuk menutup tubuhnya. Aldi tertawa dan bangun dari tempat tidur. Ia melangkah ke kamar mandi. Selesai mandi Aldi hanya mengenakan handuk putih yang melilit pinggangnya. Tubuh Sempurnanya terpampang di hadapan Claries. Claries merasa canggung dan malu. Ia sempat menatap luka bekas tembakan di punggung Aldi.


"Kau tidak ke rumah sakit?"


"Aku libur hari ini"

__ADS_1


"Oh sial seharusnya aku tidak ada meeting dengan kakakmu jadi aku bisa berbuat banyak untuk membuatmu lemas seharian!"


Claries melempar bantal ke arah Aldi lalu berlari menuju kamar mandi. Aldi hanya tertawa melihat tingkah istrinya yang kekanakan.


__ADS_2