
Amora bangun pagi untuk berolah raga. Ia joging memutari kawasan taman tak jauh dari rumahnya. Sebelum pulang ke rumah Amora menyempatkan diri untuk berbelanja. Ia mampir di los buah dan los sayur. Setelah belanja buah dan sayuran segar, Amora juga membeli dagig sapi. Ia lalu pulang dengan menenteng kantung belanjaan yang penuh.
Sesampainya di rumah Amora mengeluarkan belanjaannya dan menyimpan sebagian di lemari es. Ia menyalakan kompor dan memanaskan penggorengan. Dua butir telur mata sapi dan salad segar menjadi menu sarapannya pagi itu. Tak lupa secangkir latte untuk membangkitkan dopamin dalam dirinya agar selalu ceria.
Selesai sarapan Amora pergi mandi dan bersiap berangkat ke rumah sakit yang baru. Gedung rumah skait baru lebih jauh letaknya jika di bandingkan dengan jarak rumahnya ke Medina Hospital.
Amora mengikat rambutnya dan mengenakan jam tangan ia siap berangkat sembari menyambar tas ransel kecil berisi ponsel, dompet dan vitamin. Amora bergegas agar tidak kesiangan. Ia yakin Dylan akan datang pagi ini ke rumah sakit untuk meeting bersama para dokter dan menejemen rumah sakit.
Benar saja dugaan Amora, ia berpapasan dengan mobil Dylan yang baru saja tiba. Ryuji membukakan pintu mobil untuk tuannya. Keduanya berjalan melewati Amora yang memeberi salam pagi tapi tidak di gubris oleh Dylan. Kedua orang itu masuk ke dalam lift menuju lantai tiga. Sementara Amora memilih menunggu karena tidak mau berada satu lift dengan kedua pria angkuh itu.
Dylan di ikuti oleh Ryuji memasuki ruang meeting rumah sakit. dokter dan para staff yang berkepentingan segera berdiri dari duduk mereka dan memberi salam pagi pada atasan mereka.
"Selamat pagi tuan Dylan...."
"Pagi, silahkan duduk" kata Dylan penuh wibawa. Amora tergesa memasuki ruangan. Dylan memalingkan wajahnya saat gadis itu tiba. Amora segera duduk di kursinya dan mengikuti jalannya meeting pagi itu.
Dylan meminta kinerja para dokter muda agar lebih baik lagi. Ia juga mewanti-wanti manajemen agar tidak tledor dalam mengurus segala keperluan rumah sakit yang menyangkut pasien dan gaji dokter serta biaya berobat yang telah di tetapkan.
__ADS_1
Meeting selesai Dylan bergegas kembali ke perusahaan. Ryuji dengan sigap mengikuti langkah tuannya. Amora memandang Dylan dari kejauhan.
"Dokter Amora ruang kerja anda di sebelah sana" kata salah satu staff rumah sakit.
"Oh baik terimakasih...." Amora berjalan menuju ruang kerjanya. Ruangan di dominasi warna putih dengan beberapa boneka lucu dan mainan anak-anak. Tentu saja karena Amora adalah dokter spesialis anak. Ia harus bersahabat dengan anak kecil agar tidak takut padanya. jadilah di setiap ruang kerja dokter anak pasti ada salah satu jenis mainan yang di sukai anak-anak.
Amora mengenakan jas putihnya. Ia merkenalan dengan seorang perawat yang akan menjadi asistennya. Perawat itu bernama suster Erika.
Jam praktek dokter Amora adalah nanti siang setelah istirahat. Sekarang ia harus mengadakan kunjungan home care untuk pemberian imunisasi. Suster Erika menemani dokter Amora pergi ke rumah pasien.
"Silahkan dokter, Cecil di dalam sedang bermain dengan pengasuhnya" kata ibu muda itu. dokter Amora mengangguk dan berjalan masuk kedalam rumah di ikuti suster Erika.
"Amora?" dokter Amora menoleh ke sumber suara. Ia sedikit terkejut melihat Winy di rumah itu.
"Winy kau disini?"
"Oh ini rumah sahabatku, aku sedang berkunjung kemari sekalian melihat Cecil"
__ADS_1
Cecil si bayi mungil nan lucu dan menggemaskan. Badannya montok dan terlihat sehat. Cecil di gendong oleh pengasuhnya. Dokter Amora segera memberikan suntikan imunisasi pada Cecil.
"Dok pokoknya saya gk mau anak saya demam ya, saya udah bayar mahal dan minta untuk di kasih imunisasi yang anti demam"
Dokter Amora tersenyum, ia menjelaskan pada ibu sosialita itu tentang imunisasi dan manfaatnya.
Selesai dengan urusannya Amora berpamitan pada ibunya Cecil dan Winy.
"Amora..." Winy mengejar Amora sampai ke halaman depan sebelum Amora dan suster Erika masuk ke dalam mobil.
"Aku dengar kau bekerja dengan Dylan sekarang?"
"Bukan dengan tuan Dylan langsung tapi aku bekerja di rumah sakit yang baru ia bentuk"
"Oh begitu, selamat bekerja" kata Winy.
Amora bergegas masuk ke dalam mobil dan kembali ke rumah sakit.
__ADS_1