CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 62 Ulang Tahun Zaman Group 1


__ADS_3

Zaman Group besok akan berulang tahun. Ada pesta besar yang digelar oleh perusahaan. Ribuan tamu undangan yang merupakan kolega dan karyawan akan hadir memeriahkan acara itu.


Adrian adalah orang yang selalu disibukkan dengan berbagai acara yang di gelar oleh keluarga Zaman.


"Kau terlihat sibuk" Mitha mendekati Adrian yang berdiri memantau dekorasi.


Mitha menyerahkan sebotol jus dingin untuk Adrian. Pria itu menerimanya tanpa bicara.


"Tenang saja jus itu tidak manis, itu tanpa gula"


"Apa Rio sudah pulang sekolah?" tanya Adrian.


"Apa kau ayahnya?" Adrian membelalakan matanya yang sipit menatap Mitha tajam. Seolah berkata jangan main-main dengan perkataanmu.


"Hahaha aku hanya bercanda Adrian kenapa kau serius begitu? Rio ada sama kakeknya"


"Pergilah aku sednag sibuk"


"Tadi kau bilang tidak begitu sibuk" lagi-lagi Adrian hanya melirik dengan mata sipitnya.


Adrian ini berbeda dengan yang lain. Ia memiliki wajah khas asia, mata sipit, hidung mancung dan kulit putih bersih. Badannya tidak setinggi Aldi tapi ia cukup gagah bila berdiri di samping presdir Zaman Group itu.


"Mitha!" Seorang pria tiba-tiba muncul dan menarik tangan Mitha.


"Aku ingin bicara!" Pria itu adalah dokter Kevin.

__ADS_1


"Apa-apaan ini Kevin! lepaskan aku!"


Adrian dengan sigap menahan Kevin. Keduanya bertatapan saling tidak suka. Kevin jelas tahu reputasi asisten Aldi Ibrahim yang jago berkelahi. Ia tidak akan menang dari Adrian.


Kevin sadar diri dan melepas genggamannya dari pergelangan tangan Mitha sebelum Adrian mematahkan tangannya.


"Kenapa anda bisa masuk sampai kemari"


"Aku tidak ingin bicara denganmu, aku hanya ingin bicara dengan Mitha!" Sementara Mitha terlihat panik. Ia seperti kebingungan, traumanya di masalalu belum hilang. Apa lagi Kevin sekarang berada tepat di hadapannya. Adrian melihat gelagat Mitha yang mulai ketakutan.


"Pergi dari sini atau saya seret anda keluar" kata Adrian pelan tapi tegas. Adrian menarik kerah baju Kevin dengan satu tangannya dan nersiap menyeret sang dokter keluar dari gedung.


"Baiklah! lepaskan! aku akan pergi. Tapi ingat Mitha aku akan mengambil Rio darimu!"


Mitha menutup kedua telinanya. dan duduk berjongkok. Ia di serang kepanikan, Adrian membuka tas Mitha dan mengambil obat dari dokter Sari dari dalam tas lalu memberikannya pada Mitha.


***


"Jadi maksudmu baj**gan itu datang lagi?!"


" Benar pak"


"Apa saja kerja anak buahmu sampai dia bisa mendekati Mitha dengan leluasa?!"


"Maafkan saya pak, saya salah tidak mengarahkan anak buah saya dengan benar"

__ADS_1


"Adrian, aku membayarmu tinggi bukan untuk tledor! cepat urusi masalah ini dan bereskan si brengsek itu jangan sampai dia mendekati Rio!"


"Baik pak"


Adrian bergegas pergi dan mengumpulkan semua anak buahnya. Mereka berjajar dengan rapi. Adrian terlihat sangat marah dengan kinerja mereka. Ia melayangkan tendangan dan tinju ke arah perut para anak buahnya. Napasnya tersengal karena emosi.


"Aku ingin kalian bekerja lebih baik lagi! bereskan dia dan buat dia jera untuk mendekati Mitha atau Rio! tapi ingat tetap biarkan dia hidup"


"Baik pak!" jawab serempak anak buah Adrian yang terlihat tegar menahan sakit karena tendangan dan pukulan Adrian.


Adrian kembali menemui Aldi yang sedang memeriksa persiapan pesta ulang tahun perusahaan.


"Kau sudah berikan undangan resmi pada Gwena?"


"Sudah pak, saya yang menyerahkan langsung undangan tersebut kepada nyonya Gwena"


"Bagus, pastikan ia datang ke pesta nanti malam, kawal dia dari jarak jauh dan jangan sampai ketahuan! aku yakin dia juga punya mata-mata untuk mengawasi kita"


"Baik pak akan saya laksanakan"


"Adrian...."


"Iya pak"


"Tolong lebih jeli dalam bekerja. Jika perlu kau jadi jomblo saja. Buang My Rose-mu itu jika ia hanya merusak konsentrasimu"

__ADS_1


Adrian terdiam lalu mengangguk pasti, ia sedang berusaha menyingkirkan My Rose dalam pikirannya. Tapi hatinya adalah pemberontak ulung yang tidak bisa dikendalikan oleh pikirannya. Hatinya terus saja menjebaknya untuk menyimpan wajah wanita itu.


__ADS_2