
Aldi turun dari mobil dan berlari menghampiri Claries yang berada di bibir pantai. Ia memeluk Claries dari belakang. Hening......hanya terdengar debur ombak diantara keduanya. Claries memejamkan matanya. ia merasa sangat lelah dan kecewa.
"Maaf sayang" bisik Aldi di telinga Claries.
"Aku tidak tahu kalau liza akan senekat itu..."
Claries melepas pelukan Aldi dan berbalik menatap pria itu dengan pandangan yang sulit di jelaskan lagi. Rasa cintanya seketika luntur untuk Aldi yang ada hanya marah dan sakit hati.
"Sekarang kau puas? aku sudah hancur Aldi...." air mata Claris mengalir membasahi pipinya. Aldi tidak berdaya menatap kekasih hatinya yang sedang amat terluka.
"Lepaskan aku Aldi, biarkan aku pergi darimu ku mohon..." isak tangis Claries semakin menjadi.
Aldi terdiam mendengar permohonan Claries. Kekasih hatinya itu bahkan sampai memohon untuk pergi darinya.
Apa kau sungguh tersiksa di sampingku Clair? apa kau benar-benar sangat menderita karena ku? tidak adakah sedikit cinta di hatimu untuk memperjuangkan aku dan hubungan kita?.
Aldi memeluk Claries dengan erat. mungkin itu pelukan terakhirnya untuk Claries jika ia benar-benar melepas pujaan hatinya itu.
"Aku akan mengantarmu pulang" kata Aldi pelan dan lembut. Suara baritonnya terdengar parau menahan kepiluan.
Aldi memapah Claries menuju mobilnya sementara Adrian akan memakai mobil Claries.
Di sepanjang perjalanan pulang menuju apartemen, tidak ada yang bicara satu sama lain. Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.
Aldi sengaja tidak menatap Claries, ia terlihat menguatkan dirinya dan bertekat melepas Claries demi kebahagiaan Claries. Cintanya telah membelenggu wanita itu menjadi pesakitan sekarang. Kemanapun ia pergi ia akan di cemooh dan di gunjingkan orang.
Aldi sampai di apartemen Claries, ia mengantar Claries masuk ke dalam apartemen dan memastikan wanitanya baik-baik saja.
__ADS_1
"Aku ingin sendiri..." gumam Claries.
"Baiklah aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik"
Selamat tinggal Clair....
Aldi berbalik dan berjalan meninggalkan apartemen Claries dengan perasaan hancur. Di dalam mobil ia hanya terdiam dan menatap jalanan. Adrian mengamati bosnya dari kaca spion. Ia tidak berani berkata apapun karena ia juga tahu situasi yang sedang di alami bosnya itu.
"Adrian kita pulang, akan ku buat perhitungan dengan liza"
"Baik pak"
Sesampainya di rumah Aldi bergegas mencari keberadaan Liza. Liza sedang tertawa-tawa dengan suster Lina.
Aldi membanting pintu kamar Liza karena marah. Liza dan suster Lina langsung terdiam ketakutan.
"Suster Lina pergi dari rumahku sekarang! kau ku pecat!"
"Sayang! kenapa dipecat? bagaimana denganku nanti?!"
"Liza kau sudah keterlaluan!"
"Kau marah karena aku melabrak wanita itu? kau yang keterlaluan Aldi!"
"Liza aku sudah bilang padamu berulang kali pernikahan kita hanya sandiwara, dan setelan satu tahun kita akan berpisah"
"Aldi teganya kau berkata seperti itu! aku bahkan mengorbankan nyawa demi melindungimu!"
__ADS_1
"Liza aku berterimakasih atas pengorbanan itu tapi cinta tidak bisa di paksa Liza...bukankah kau sahabat terbaikku selama ini? kau tempatku bercerita tentang cintaku pada Claries sejak kecil"
"Aldi tidak bisa kah kau mencintaiku?" Liza menangis tersedu ia begitu mencintai Aldi tapi pria itu tidak memberinya kesempatan untuk bisa di cintai.
"Liza maaf kali ini kau sudah benar-benar keterlaluan. Seharusnya kau melampiaskan marahmu padaku bukan pada Claries.
" Aldi...." Liza menangis pilu. Aldi sama sekali tidak menghiraukannya lagi.
"Adrian urus surat-surat perpisahanku denggan Liza"
"Baik pak"
***
"Aldi!" Fani datang ke rumah Aldi dan mengamuk. Ia tidak terima adik kesayanannya di permalukan seperti itu.
"Kau sungguh brengsek!" Fani melayangkan pukulan kerasnya ke wajah Aldi hinggga darah segar mengalir dari hidung Aldi. Adrian mencoba mencegah Fani, tapi di halangi oleh Aldi.
"Biarkan ...dia berhak melakukan ini padaku"
"Sial! kau tahu betapa menderitanya Claries karenamu?!"
"Aku minta maaf" kata Aldi tulus. Darah segar masih mengalir dari hidungnya. ia mengusap dengan saputangannya.
"Tinggalkan Claries!" kata Fani tegas.
Aldi mengangguk matanya terlihat sayu. Semua memang kesalahannya yang telah menikahi Liza dan Claries. Semua diluar rencananya. Kini ia bersiap kehilangam Claries dan juga Liza.
__ADS_1