CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 108 Mendekati Akhir Episode


__ADS_3

Adrian terbangun dan memeluk Mitha sambil meneteskan air matanya. Ia merasa sedih bertemu dengan kaka tirinya tadi. Adrian jadi terkenang masalalunya. Mitha nenepuk bahu Adrian menenangkannya tanpa bertanya apapun tentang persoalan Adrian.


"Kenapa ia kembali setelah puluhan tahun kami tidak bertemu bahkan aku telah melupakannya"


Mitha tetap terdiam dan masih memeluk Adrian. Saat ini Adrian hanya perlu untuk didengarkan olehnya.


Sementara di kantin rumah sakit, Aldi sedang sibuk dengan ponselnya. Ia meminta anak buahnya untuk menyelidiki kejadian yang menimpa Adrian.


"Sayang kau tidak tahu menahu soal Adrian ini?" tanya Claries.


"Aku tidak tahu Clair, aku sedang mencari tahu soal ini. Adrian merahasiakannya dariku" Aldi sedikit terlihat kesal.


"Jangan marah, pasti Adrian memiliki alasan kuat kenapa menyembunyikan masalahnya darimu. Toh sejauh ini ia tidak pernah berhianat padamu sayang"


"Benar, aku akan membantunya"


Claries mengangguk dan menggenggam tangan Aldi.


Claries dan Aldi kembali ke ruang perawatan Adrian. Aldi melihat kondisi Adrian sebentar lalu pergi. Ia masih ada pekerjaan di kantor.


"Aku menunggu penjelasanmu" bisik Aldi pada Adrian sebelum ia meninggalkan rumah sakit.


Adrian mengangguk, ia akan menjelaskannya nanti jika suasana hatinya sudah kondusif.


Pak Han yang menunggu di luar ruangan langsung berdiri dari duduknya begitu Aldi mendekat padanya.


"Pak Han apa kau tahu siapa yang membuat Adrian jadi seperti ini?"

__ADS_1


"Maaf pak Aldi saya juga tidak tahu"


"Baiklah pak Han aku pergi dulu"


Aldi melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.


Siang itu di kantor Aldi memimpin meeting seorang diri karena Adrian sakit.


Aldi duduk di ruang kerjanya setelah meeting, ia memeriksa beberapa file. Ia butuh data yang di sembunyikan oleh Sondra dan belum berhasil di temukan oleh Adrian.


tuk tuk...


"Permisi pak" seorang pria berjaket kulit hitam memasuki ruang kerja Aldi.


"Bagaimana kau dapat informasi apa?" tanya Aldi.


"Oh ...baik aku mengerti sekarang"


"Dan Sondra ada kaitan dengan orang tersebut"


"Sondra? apa hubungannya dengan Milano Wang?"


"Sondra menyerahkan dokumen penting yang di curinya pada Milano Wang sebagai bentuk kerja sama"


"Kerja sama?! apa maksudmu?"


"Sondra meminta bantuan Milano Wang untuk menghancurkan bapak dan keluarga bapak. Sebagai imbalannya ia menyerahkan dokumen yang ia curi dari anda pak"

__ADS_1


"Oh sial! awas kau Sondra!"


"Suruh orangmu untuk bertemu Milano Wang. Bereskan dia hingga tidak berani lagi mendekati keluargaku termasuk Adrian"


"Siap pak!"


Selanjutnya urusanku adalah Sondra!


Aldi berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir di lahan khusus untuk mobil presdir perusahaan. Ia mengendarai bugatti miliknya.


Aldi menuju apartemen Sondra dna bu Anyelir. Kali ini sudah habis kesabarannya. Semakin di diamkan Sondra semakin menjadi. Ia bahkan berani bekerja sama dengan Milano untuk menghancurkan Zaman Group.


Ponsel Aldi berbunyi, nama papa tertera di layar ponselnya. Aldi menepikan mobilnya dan mengangkat panggilan telepon dari ayahnya.


"Iya pa"


"Kamu dimana Aldi? segera ke rumah papa"


"Saya ada urusan sebentar pa nanti saya ke rumah papa"


"Kamu mau ke apartemen Anyelir?"


Aldi terdiam, ia tidak menyangka ayahnya bisa membaca pergerakan Aldi. Padahal Aldi belum bercerita apapun soal dokumen perusahaan yang di bawa kabur Sondra.


"Baik pa, saya ke rumah papa sekarang"


Aldi memutar balik mobilnya dan meluncur menuju rumah ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2