CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 54 Nona Wang


__ADS_3

Pagi yang cerah, jalanan belum begitu macet. Mobil jenis bugatti chiron warna metalik milik Aldi menembus jalanan kota dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia tergesa untuk meeting dengan kolega dari China yang akan bekerja sama untuk proyek kota A.


Fani Hendrawan dan Adrian sudah menunggunya sejak tadi. Adrian tidak menjemput Aldi seperti biasanya karena ia di tugaskan menjemput nona Wang di bandara.


Aldi memarkir mobil mewahnya di pelataran khusus untuk para pemilik saham perusahaan. Ia bergegas menuju ruang meeting VVIP di lantai 12.


Nona Wang terlihat mengobrol dengan Fani dan Adrian. Perhatian nona Wang teralihkan ketika Aldi memasuki ruang meeting.


"Selamat pagi pak Aldi" semua yang berada di ruangan berdiri menyapa presdir mereka yang baru tiba.


"Pagi" kata Aldi sembari mempersilahkan semua untuk duduk kembali.


"Hai mr. Aldi Ibrahim" sapa nona Wang dengan nada centil dan sedikit menggoda


"Hai nona Wang, senang melihat mu"


Nona Wang terlihat tertarik dengan pesona Aldi. Saat tiba ia melihat Fani Hendrawan dan Adrian keduanya lelaki tampan yang mempesona tapi begitu Aldi tiba, Aldi adalah pemenangnya.


Mitha yang berada di ruangan itu jengah melihat nona Wang. Baginya nona Wang mirip badut dengan lisptik menornya yang menyebalkan itu.


Sebenarnya nona Wang tergolong wanita cantik meski ia tidak secantik Claries. ia memiliki postur ideal yang banyak di gilai pria. Serta nada bicaranya yang lenjeh membuat Mitha muak. Apa lagi tadi ia menggoda Adrian sekarang dia menggoda kakaknya.


Dasar badut aku akan mengadukanmu pada kakak iparku. Kau akan tahu seberapa hebat istri Aldi Ibrahim sampai kau tidak akan berani menggodanya.


Mitha melirik Adrian tajam saat nona Wang terlihat bergurau dengannya. Sepanjang meeting Mitha memasang wajah juteknya.


"Kenapa dia dipilih sebagai rekan bisnis Zaman group?!" kata Mitha protes pada Adrian yang terlihat menikmati makan siang selesai meeting.


"Nona wang maksud anda?"

__ADS_1


"Maksudku badut itu!"


Adrian tersedak makanannya saat Mitha mengatai nona Wang yang sexy itu sebagai badut. Mitha kesal dan pergi meninggalkan Adrian yang terpaku melihat tingkahnya.


Malam menunjukan pukul delapan, di sebuah meja di restoran mewah berkumpul Aldi, Adrian dan nona Wang. Fani tidak bisa ikut makan malam karena masih ada urusan.


Ketiganya terlihat tertawa dan bersendau gurau . Apa lagi sesekali nona Wang terlihat merangkul Adrian sambil tertawa. Mitha yang memata-matai mereka bertambah kesal.


Bahkan Aldi dan Adrian secara bergantian berdansa dengan nona Wang.


"Dasar wanita penggoda! aku akan benar-benar mengadukanmu pada kakak iparku!" gumam Mitha.


Mita meluncur dengan mobilnya menuju rumah Aldi. Kebetulan Claries sedang berada di rumah. Claries sedang bersantai sambil menunggu Aldi pulang.


"Mitha kau disni? mana kakakmu?"


"Kakak ipar kau tidak akan percaya apa yang aku ceritakan padamu"


Mitha duduk di sofa tepat di samping Claries. Ia menyerahkan ponselnya yang di gunakan untuk merekam pesta dansa antara Aldi, nona Wang dan Adrian.


"Siapa dia?" Claries terpancing dengan rekaman yang di tujukan oleh Mitha.


"Dia ini rekan bisnis Zaman Group yang bekerja sama untuk proyek kota A. Dia penggoda ulung, kakak lihat saja caranya berbicara dan berdansa dengan kak Aldi"


Claries mendengus kesal, dilihat di rekaman itu wanita bernama nona Wang itu memang cantik dan sexy. Aldi juga terkihat senang ketika berdansa dengannya.


Sementara Di perjalanan pulang ke rumah Aldi dan Adrian terlihat tertawa senang. Mereka sedang membahas nona Wang. Adrian membelokan mobil di halaman rumah utama.


Pak Han membuka pintu depan, Claries dan Mitha sengaja menunggu kedua pria itu pulang. Keduanya sudah mirip detektif yang akan menginterogasi mangsanya. Aldi dan Adrian rerpaku diam. Kedua pria itu mengendus sesuatu yang janggal.

__ADS_1


"Sayang kau belum tidur?" Aldi mendekat dan akan mengecup bibir Claries. Tapi Claries memalingkan wajahnya.


"Sayang ada apa?" tanya Aldi heran.


"Pasti kau senang sekali ya setelah berdansa dengan badut itu?"


"Apa? badut?" tanya Aldi bingung. Adrian langsung mengerti ketika Claries menyebut kata badut. Ia segera melirik Mitha yang menatap tajam ke arahnya.


"Adik ipar pinjam ponselmu"


"Silahkan kakak ipar..." Mita memutar rekaman Aldi sedang bersenda gurau dan tertawa maja dengan nona Wang dan lebih celaka lagi mereka memang terlihat hot saat berdansa.


Aldi merasakan keringat dinginnya muncul sebesar biji jagung. Ia panik dan mengusap wajah tampannya.


"Mitha pasti kau kompornya!" kata Aldi kesal.


Mita tidak peduli dengan kakaknya yang penting ia sudah berhasil mengadu pada kakak iparnya.


"Sayang aku....aku di suruh Adrian!"


Adrian yang tidak siap dengan pembelaan langsung terkesiap dan gugup. Baru kali ini ia kebingungan di depan wanita.


"Tapi pak..." Adrian mencoba menyanggah tuduhan Aldi. Claries semakin terlihat marah.


"Mana mungkin Adrian berani menyuruh big bos?" Sindir Claries. Mita tersenyum sinis mendukung kakak iparnya.


"Sayang dengar dulu....nona Wang hanya rekan bisnis" Aldi mengejar langkah Claries yang menaiki anak tangga menuju kamar.


Tersisa Mitha dan adrian. Adrian terpaku diam seperti patung. Ia seperti tertangkap basah karena berselingkuh. Padahal ia dan Mitha tidak jadian dan tidak ada yang mengutarakan perasaan. Tapi jelas terlihat Mitha sangat cemburu pada nona Wang.

__ADS_1


Adrian merogoh saku jasnya dan mengeluarkan silver queen. Dengan canggung ia mencoba membujuk Mitha agar tidak marah dan berhenti mengompori Claries.


"Anda mau coklat?"


__ADS_2