
Aldi datang ke sebuah restoran yang sudah di booking sekretarisnya. Ia ada janji makan malam bersama Gwena. Gwena datang lebih dulu dan terlihat anggun dengan gaun tertutup.
"Selamat malam" kata Aldi berbasa basi sambil meraih tangan Gwena dan mengecupnya seolah Aldi sedang mengagumi wanita itu.
Gwena terlihat terkesan dengan perlakuan Aldi. Ia tersenyum cerah dan mempersilahkan Aldi duduk. Aldi terlihat terpaksa berada disana. Ia harus berpura-pura bersikap manis dan romantis.
Jika benar kau yang mencelakai Adrian, aku tidak akan memaafkanmu!.
"Ada apa Aldi kenapa kau terlihat pendiam?" tanya Gwena memperhatikan wajah Aldi sedari tadi.
"Oh tidak, aku hanya gugup menghadapi mu malam ini. kau sangat cantik"
"Benarkah?" Gwena tersipu malu.
Kena kau Aldi sebentar lagi kau akan menjadi milikku lagi. Kau akan tahu jika aku lebih baik dari dokter itu.
"Oh ya bagaimana kondisi Adrian apa paru-parunya baik-baik saja? aku dengar ia tenggelam"
"Dari mana kau tahu Adrian tenggelam?"
Gwena panik, ia keceplosan bicara. Aldi menatapnya tajam.
"Oh aku ...aku tahu dari para staff di kantor, iya dari mereka"
Aldi sebenarnya tidak percaya ucapan Gwena karena belum ada staff kantor yang tahu jika Adrian di rumah sakit. Yang mereka tahu Adrian sedang di luar kota.
__ADS_1
Aldi semakin yakin jika semua yang menimpa asistennya itu karena Gwena.
"Oh ya, ayo kita berdansa" Aldi meraih tangan Gwena dan mengajaknya turun ke lantai dansa. Gwena terlihat bahagia.
Sepanjang berdansa pikiran Aldi terus berusaha mencari ide bagaimana cara dia bisa melihat bekas luka di punggung wanita itu tanpa harus berpura-pura untuk tidur dengannya.
"Aldi...sepertinya kau sedang berpikir sesuatu"
"Benar, bagaimana kalau malam ini kita menginap saja di sini? aku meminta sekretarisku untuk booking satu kamar Vvip di lantai tiga"
Aldi mengajakku menginap malam ini? apa dia sunguh-sungguh akan meninggalkan Claries? aku jadi tidak sabar untuk memilikimu kembali dan segera menendang Claries dari hidupmu seperti kau dulu membuangku.
"Gwena..."
Aldi sengaja mengajak Gwena minum dulu sebelum ke kamar hotel. Gwena terlihat sedikit mabuk, bicaranya mulai tak teratur. Aldi memapah Gwena menuju kamar. Sesampainya di kamar Gwena langsung mendekatkan wajahnya pada Aldi. Berharap pria itu menciumnya dengan hangat.
Aku rasa kita tidak perlu berciuman Gwen!.
"Oh sebentar, aku gerah sekali bisakah aku mandi dulu? atau kau mau ikut bersama ku?" kata Aldi dengan nada menggoda.
Aldi perlahan menarik resleting gaun yang dikenakan Gwena. wanita itu sama sekali tak mencurigai apapun. Aldi dengan sigap memutar tubuh Gwena hingga terlihat bagian punggungnya yang terbuka. Disana ada bekas luka yang cukup besar.
Sekarang Aldi tahu bahwa Gwena benar adalah Liza mantan istrinya dulu. Aldi terdiam dan mendorong tubuh Gwena ke atas ranjang.
"Ada apa Aldi kenapa kau...."
__ADS_1
"Berhenti bersandiwara Liza!"
Gwena terkejut Aldi menyebut nama aslinya. Ia segera terlihat tenang seolah tidak tahu maksud Aldi.
"Liza siapa itu aku tidak kenal"
"Benarkah?"
"Kau sengaja kembali dalam kehidupanku bukan? kau yang merencanakan semua kejadian yang menimpa Adrian!"
"Tunggu sebentar! ada apa ini Aldi? siapa Liza? dan untuk apa aku merencanakan hal buruk pada Adrian?!"
"Sudahlah aku tahu kau Liza, kau tidak lagi bisa mengelak karena bekas luka di punggungmu"
"Aldi! ...." Gwena merasa tersudut. Tidak ada gunanya lagi ia meneruskan sandiwaranya.
yah aku memang Liza. Kau tahu aku mengorbankan hidupku untuk mrnyelamatkanmu! dan apa balasanmu? kau malah berselingkuh dan menikahi dokter itu!!"
"Liza pernikahan kita bukan karena suka dan cinta! aku bahkan tidak pernah menyentuhmu bukan?"
"Ya karena kau tidak pernah menyentuhku itulah aku merasa terhina olehmu! aku tidak akan memaafkan kalian!"
"Kau akan menyudahi permainan ini atau aku akan mengirimmu mendekam di penjara?!" Aldi menyambar jasnya dan bergegas pergi meninggalkan Gwena yang ternyata adalah Liza. wanita itu menangis sendirian di kamar hotel. Dikamar itu seharusnya ia dan Aldi berbagi kasih malam itu.
"Semua karenamu Claries!!!"
__ADS_1