CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 75 Adrian Sakit


__ADS_3

Rutinitas di pagi hari selalu di mulai dengan mempersiapkan keperluan Aldi sebelum berangkat ke kantor. Para pelayan sibuk dengan tugas masing-masing. Yaya terlihat membersihkan rumah utama dan pak Han sibuk di dapur memasak untuk sarapan.


Nyonya rumah sedang sibuk meladeni suaminya. Mulai dari memakaikan kemeja, dasi dan jas. Claries merapikan penampilan Aldi agar terlihat lebih sempurna. Ia menata rambut tebal Aldi dengan gel.


Aldi meraih ponselnya dan menelpon asistennya. Tidak biasanya Adrian terlambat datang. Telponnya tidak diangkat tapi Adrian sudah mengirim pesan singkat yang mengatakan bahwa dirinya sedang tidak enak badan.


"Ada apa sayang?"


"Adrian sakit"


"Apa dia sudah check ke rumah sakit?"


"Tidak dia istirahat di rumah. Tapi aneh sekali kenapa dia sakit?"


"Sayang pertanyaan apa itu? Adrian juga manusia biasa dia bisa saja sakit karena kelelahan bekerja. Lagi pula kalain berdua bekerja sampai malam setiap harinya"


"Tapi aneh, baiklah nanti aku mampir ke rumah barunya"


Aldi baru saja menghadiahi Adrian sebuah rumah baru di kawasan elit. Itu sebagai tanda terimakasih dan bonus di akhir tahun atas kerja keras Adrian untuk Zaman Group.


Aldi dan Claries turun ke lantai utama untuk sarapan. Disana sudah ada Mitha yang menikmati irisan buah segar dan segelas banana smothe.


Claries lebih memilih jus stroberi di mix dengan pisang tanpa tambahan gula.Untuk makan pagi Ia memilih outmeal dengan tambahan blue beri di dalamnya. Sementara Aldi setia dengan salad dan jus apel di pagi hari.


"Ah dimana Adrian?" Mitha mengedarkan pandangannya keluar siapa tahu Adrian sedang memanasi mesin mobil.


"Dia tidak masuk kerja hari ini karena sakit" jawab Aldi sambil melirik Mitha.


"Sakit? sakit apa? kalau begitu aku mau ke rumah barunya, kaka minta alamatnya"

__ADS_1


"Tidak!"


"Kakak ayolah aku ingin menjenguk Adrian"


"Aldi melirik pak Han yang berdiri di dekat meja makan dengan kemeja putih rapi dan rambut uban yang klimis tertata.


"Lihat pak Han tidak berlebihan sepertimu, berarti Adrian baik-baik saja"


Pak Han mengangguk dengan sopan sembari tersenyum kecil. Ia bisa memahami gejolak anak muda yang baru kasmaran seperti Mitha dan Adrian.


"Tapi kak aku...."


"Aku bilang tidak! jadi hentikan jangan merengek. Kau berangkat ke kantor bersamaku dan selesaikan tugasmu"


Mitha terlihat kecewa, ia menghabiskan sarapannya dengan malas. Claries melirik jam tangannya dan bergegas menghabiskan sarapannya. Ia ada pasien nanti jam 8 pagi untuk konsultasi.


"Sayang kenapa tidak kau beri izin Mitha untuk menjenguk Adrian?" tanya Claries begitu Mitha berjalan keluar menuju mobil yang terparkir di halaman.


"Baiklah aku mengerti" Claries merapikan kembali dasi dan jas Aldi. Keduanya berjalan menuju mobil.


Kali ini Aldi tidak mengendarai bugatti miliknya karena Mitha ikut bersamanya jadi ia membawa mobilnya yang biasa di kendarai Adrian.


Mitha hanya terdiam di dalam mobil, ia sibuk dengan ponselnya. Pasti Mitha sedang berusaha menghubungi Adrian.


Mobil sampai di rumah sakit tempat Claries bekerja. Claries mengecup bibir Aldi sebelum turun dari mobil.


Kalian bermesraan di depanku, aku sedang mengkhawatirkan kekasihku yang sedang sakit tapi kalian tidak mengizinkanku menjenguknya.


"Pindah kedepan!"

__ADS_1


"Tidak mau!"


"Mitha pindah kedepan! memangnya aku supirmu?!"


"Iya baik...."


Mobil menembus jalanan kota, Aldi tidak melewati jalanan yang biasanya. Ia berbelok arah.


"Kakak kita mau kemana?"


Aldi diam tidak menjawab Mitha. Ia terus fokus mengemudi sampai mobilnya tiba di sebuah rumah dengan pagar tinggi bercat hitam. Aldi meraih remote kecil dan menekan tombolnya yang berwarna merah. Secara otomatis gerbang terbuka.


Mitha heran, ia membatin rumah siapa itu. Tapi ia langsung terlihat senang ketika melihat mobil pribadi Adrian terparkir di halaman rumah.


"Ah kakak akhirnya kau mengizinkan ku menjenguknya..."


"Hanya sebentar, turun aku ada urusan di sekitar sini. Setengah jam lagi aku kembali dan kau sudah harus siap berangkat ke kantor"


"Baik kakak!"


Aldi pergi dengan mobilnya sementara Mitha langsung masuk kedalam rumah yang tampak bersih dan tidak banyak perabot itu. Ia mengedarkan pandangannya tapi tidak menemukan Adrian di rumah luas itu. Mitha naik ke lantai dua. Disana ada kamar yang sepertinya di tempati Adrian. Ia mengetuknya karena pintu kamar di kunci.


Tidak berapa lama muncul Adrian yang membuka pintu. Ia hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan. Tubuh machonya terpampang di hadapan Mitha yang langsung malu melihatnya.


"Kau....." Adrian panik mencari kemejanya yang entah tergeletak dimana. Ia segera menyambar kaos berwarna putih dari dalam lemari dan memakainya.


"Maaf...katanya kau sakit jadi aku kemari"


Mitha sempat melihat tato kecil berbentuk wajah di dada kiri Adrian. Ia penasaran wajah siapa yang di lukis disana.

__ADS_1


Bersambung ke part berikutnya..........


__ADS_2