CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 59 Gwena Sitara


__ADS_3

"Rio kenapa berkelahi?" tanya Aldi sambil memegang tangan Rio. Aldi duduk di kursi dekat ranjang rawat Rio. Sementara Claries duduk di sofa mengamati Aldi dan Rio.


"Maaf papa....." Rio menunduk.


"Jawab papa kenapa Rio berkelahi dengan anak-anak itu? mereka lebih besar dari Rio dan jumlahnya juga lebih banyak"


"Mereka nakal papa, mereka bilang Rio tidak punya ayah"


Aldi terdiam, ia mengambil jeda untuk memberi penjelasan pada Rio yang memang lambat laun akan mengerti bahwa ia bukan ayahnya melainkan pamannya.


"Papa adalah ayah Rio, kalau ada yang bilang seperti itu Rio jangan cemas bilang sama papa siapa yang berani nakal sama Rio"


"Papa Aldi bukan ayah Rio, Papa Aldi kakaknya mama Mitha"


"Rio sudah tidak menganggap papa ini ayah Rio?" wajah Aldi terlihat sedih. Matanya berkaca-kaca. Claries diam-diam menangis menyaksikan percakapan itu.


"Bukan begitu pa, maafin Rio, papa jangan sedih Rio sayang sama papa Aldi. Rio janji tidak akan nakal lagi" Rio mengusap pipi Aldi dengan penuh sayang.


"Anak baik" Aldi mencium kening Rio dan memeluknya.


Tak berapa lama kakek Rio datang menemani. Bapak Zaman meminta Aldi kembali ke kantor karena pasti banyak yang harus di urusnya.

__ADS_1


Aldi bergegas mengenakan stelan kerjanya di bantu Claries. Wajah Aldi tampak sedikit murung dan lebih diam. Ia terlihat ia kurang beristirahat.


"Lambat laun Rio akan tahu, ia sudah semakin besar" kata Claries lirih.


Aldi tetap diam menahan kecewa dan marahnya pada si brengsek yang telah menodai adiknya dulu.


"Kenapa dulu aku tidak menghabisinya?! seharusnya aku dulu melenyapkan pria baji**an itu!"


"Sayang ...tenanglah" Claries berjinjit memegang wajah Aldi dengan kedua telapak tangannya. Aldi menatap istrinya dan menciumnya.


***


Adrian sibuk mengurusi pekerjaan di kantor. Akan ada tamu penting hari itu. Yaitu perusahaan besar yang akan bergabung untuk bekerja sama dengan Zaman Group.


"Selamat siang" Aldi datang dan memasuki ruang kerja di sambut beberapa staff yang akan ikut meeting.


"Selamat siang pak, beliau Ny. Gwena Gitara direktur utama perusahaan yang akan bergabung dengan kita" kata Adrian memperkenalkan.


Aldi dan wanita bernama Gwena itu saling berjabat tangan. Aldi merasa tidak asing dengan wanita bernama Gwena itu.


"Baik kita mulai meetingnya"

__ADS_1


Selesai meeting Aldi memanggil Adrian ke ruang kerjanya.


"Apa pendapatmu tentang Gwena?"


"Saya rasa beliau profesional dalam bekerja pak"


"Kau jelas lebih tahu dari pada aku! ada yang tidak beres dengannya" Aldi dan Adrian sama-sama terdiam. Mereka sibuk dengan pikiran mereka menganalisa kolega barunya.


"Benar pak, saya sedikit menaruh rasa curinga pada Ny. Gwena"


"Sepanjang meeting aku mengamatinya, ia tidak begitu paham seluk beluk perusahaannya sendiri. Cari tahu semua tentangnya dan laporkan secepatnya padaku sebelum kita kecolongan"


"Baik pak"


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah Gwena ia menggelar meeting dengan anak buahnya.


Gwena yang sebenarnya adalah Liza sengaja membeli saham sebuah perusahaan yang hampir jatuh bangkrut. Liza menyuntikan dana besar di perusahaan itu lalu mengambil alih sebagai senjata untuk menundukan Zaman Group.


"Aku peringatkan kalian berhati-hati dengan Adrian. Dia jauh lebih berbahaya dari Aldi. Dan dia tidak akan berhianat pada Aldi" sejauh ia hidup dengan Aldi ia juga mengenal Adrian. Adrian adalah bayangan yang lebih berbahaya dari sang pemilik badan.


"Singkirkan Adrian terlebih dulu, jika Adrian tidak ada Aldi akan merasa timpang jadi mudah bagi kita untuk menumbangkannya"

__ADS_1


"Baik Nyonya..."


__ADS_2