CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 94 Adik Tiri


__ADS_3

Aurora ....


Na ini yang Aldi sebut ketika wajah gadis cilik melintas di benaknya. Benar ia dulu pernah memiliki saudara tiri bernama Aurora. Papanya menikahi seorang wanita janda beranak satu bernama Anyelir.


Pernikahan itu tidak bertahan lama karena papanya tidak mencintai Anyelir. Ia hanya ingin menyelamatkan Anyelir dan anaknya dari kejaran hutang.


Setelah berpisah dari Ibrahim Zaman, wanita itu bersama anak perempuannya pergi ke luar negeri.


"Adrian ingatkah kau dengan ibu Anyelir?"


"Ibu Anyelir?" Adrian menghentikan aktivitasnya. Ia meletakkan ponselnya dan mencoba mengingat nama yang barusan disebut oleh Aldi.


Rasanya sudah lama sekali nama itu terlupakan. Adrian bahkan samar-samar saja mengingat wajah ibu Anyelir.


"Memangnya ada apa pak?"


"Bukankah ia dan anak gadisnya pergi ke negara ini setelah berpisah dari papa?"


"Benar waktu itu ayah (pak Han) saya yang mengurus tiket dan paspor untuk berangkat kemari pak"

__ADS_1


"Wanita yang ku tabrak di bar tadi malam sepertinya dia adalah Aurora"


"Apa anda yakin pak?" karena sudah lama sekali tidak bertemu dan terakhir bertemu adalah saat masih sama-sama remaja. Adrian sedikit meragukan jika wanita di bar itu adalah Aurora.


"Kita kembali ke bar itu, aku rasa ia bekerja disana"


"Baik pak"


Aldi mengenakan stelan jas hitamnya, terlihat rapi dan tampan. Keduanya bergegas menuju bar tempat Aldi bertemu wanita asing itu tadi malam.


Suasana bar cukup ramai pengunjung. Ada ruang pribadi untuk meeting ada juga ruang yang di gunakan untuk sekedar bersenang-senang.


Aldi dan Adrian duduk di sebuah meja. Mereka memesan minuman tapi tidak meminumnya. Keperluan mereka adalah menyelidiki wanita yang di maksud Aldi sebagai Aurora itu.


"Oh itu dia!" kata Aldi dengan suara tertahan. Ia menunjuk dengan gerakan kepalanya ke pintu masuk bar. Seorang wanita muda yang cantik terlihat dengan seragam pelayan bar. Sepertinya memang wanita itu bekerja di sana.


"Kau sudah melihatnya bukan?"


"Iya pak..."

__ADS_1


"Cari tahu tentang dia dan laporkan padaku hari ini juga. Aku ingin sebelum kita kembali aku tidak penasaran lagi"


"Maaf pak jika anda tahu kalau ia memang Aurora apa yang akan anda lakukan?"


"Aku ingin tahu seperti apa kehidupannya dan ibunya setelah pergi dari papa, setelah itu nanti akan aku pikirkan lagi"


Adrian mengangguk. Ia ingat jika ibu Anyelir adalah wanita yang baik. Ia sayang dengan Aldi dan Mitha. Tapi karena bapak Ibrahim Zaman tidak mencintainya dan tidak ingin berhianat pada ibu Medina yang sudah tiada, maka dari itu ia menceraikan Anyelir setelah wanita itu melunasi hutangnya pada rentenir.


Aldi kembali ke hotel sementara Adrian sibuk mencari informasi tentang gadis pelayan bar itu. Ia mulai bertanya dari pengunjung bar sampai ke pelayan bar yang lain.


"Cukup sulit mengetahui tentang wanita itu. Ia bahkan bukan bernama Aurora ia bernama Sondra"


Adrian berjalan keluar bar, ia di hadang oleh Sondra.


"Mau apa kau mencari tahu tentangku?! siapa kau?"


Adrian terkejut dan menatap wajah wanita bernama Sondra itu. kalau di lihat-lihat memang mirip dengan Aurora. Wajahnya tidak banyak perubahan masih bisa di kenali wajah masa remajanya dulu.


"Bosku meminta untuk mencari tahu tentangmu"

__ADS_1


"Bosmu?! siapa?"


"Namanya Aldi Ibrahim Zaman" Adrian mengamati rekasi Sondra begitu nama itu ia sebutkan. Sondra terlihat terkejut dan menatap Adrian.


__ADS_2