CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Aroma Parfum


__ADS_3

Dylan datang ke rumah sakit mengantarkan Amora. Beberapa dokter dan staff tampak melihat keduanya.


"Terimakasih sudah mengantar" kata Amora sembari berjalan menuju ruang kerjanya.


"Tunggu!"


Amora menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Dylan.


"Angkuh sekali gadis ini! kau berterimakasih padaku sambil lalu saja?"


"Saya harus bagaimana tuan?"


"Sudahlah, oh ya tidurlah nanti ketika kau di rumah. Lihat wajahmu sangat menyeramkan karena tidak tidur semalaman"


Amora refleks memegang wajahnya. Ia smengusap lembut bagian matanya. Dylan benar mungkin sekarang ia tampak tidak fresh.


"Oh ya tuan, tolong jangan ulangi lagi kejadian seperti kemarin malam. Anda merepotkan"


Amora langsung berlari menuju ruangannya dan menutup pintu. Sementara Dylan terkejut dan kesal tapi ia juga menahan senyumnya.


Benar-benar gadis menyebalkan! oh ya tapi dimana Ryuji kenapa sampai sekarang tidak ada kabar.


Sesampainya di kantor Dylan segera menuju ruang kerjanya. Ryuji ada disana sedang sibuk dengan laptop Dylan. Ia sedang membalas beberapa email dari klien.


"Hei Asisten macam apa ini? kenapa kau mematikan ponselmu?!"


"Maaf tuan ponsel saya rusak dan saya baru saja mengganti yang baru. Untuk sementara data belum bisa saya pindahkan karena ponsel lama masih dalam perbaikan"

__ADS_1


"Kau tidak tahu apa yang terjadi padaku kemarin malam?!"


"Anda kenapa tuan? apa terjadi sesuatu?"


"Sudahlah lupakan saja"


Di sela pekerjaannya Dylan teringat Amora. Gadis itu sudah pulang ke rumah atau belum sekarang?


"Ryuji belikan buah segar dan makanan enak lalu kirimkan ke rumah gadis menyebalkan itu"


"Gadis menyebalkan?" Ryuji bingung siapa yang di maksud bosnya. Sudah pasti bukan Winy.


"Siapa lagi kalau bukaan Amora?"


"Amora? maksud tuan dokter Amora?"


"Iya..."


"Sudah jangan banyak bertanya lakukan saja!"


"Baik tuan"


***


Amora tiba di rumahnya, ia membuka pintu rumah dan berjalan menuju lemari es. Amora mengeluarkan sebotol minuman dingin dan meneguknya sampai habis.


Ia duduk di sofa dimana Dylan tidur semalam. Aroma parfum pria itu masih tertinggal disana. Aromanya elegan dan mencerminkan si pemakai.

__ADS_1


tuk..tuk..


Terdengar suara pintu rumah di ketuk. Amora berjalan membuka pintu.


"Selamat siang nona, ini ada kiriman untuk anda"


"Dari siapa?"


"Saya kurang paham silahkan anda cek kartu ucapan di dalamnya"


Amora menerima bingkisan paket dan membukanya. Isinya makanan dan buah impor. Ada selembar kartu ucapan.


[Tidurlah yang nyenyak, wajahmu jelek sekali karena kurang tidur]


Membaca tulisan itu Amora langsung tahu kalau paket itu dari Dylan.


"Kalau mau berterimakasih kenapa harus menghina segala! dasar tuan arogan!" gumam Amora kesal. Ia tersenyum menatap paket itu. Setidaknya pria itu ada etikat baik dengannya.


Amora pergi ke kamarnya untuk tidur. badannya terasa lelah dan kantuk.


Keesokan paginya di rumah sakit Amora berpapasan dengan Dylan dan asistennya yang melakukan kunjungan rutin untuk melihat perkembangan rumah sakit.


Entah kenapa Amora merasa malu dan canggung bertatapan dengan Pria itu. Ia lebih memilih menghindar seandainya ia tidak harus ikut meeting.


Seperti biasa Dylan tidak menghiraukan Amora. Ia bersikap seolah tidak mengenal dokter cantik itu.


"Tuan apa anda ingin menyapa dokter Amora dulu sebelum kembali ke kantor?" tanya Ryuji menggoda bosnya.

__ADS_1


"Berani sekali kau menggodaku?! untuk apa aku menyapanya?"


Dylan berjalan melalui dokter Amora yang berdiri di dekat ruang meeting. Aroma parfum itu kembali tercium, aroma yang sama yang tertinggal di sofa milik Amora.


__ADS_2