
Mitha ternyata mengajak Adrian pergi ke stand makanan kaki lima. Disana dulu waktu mereka masih kecil Adrian sering menjadi kurir Mitha dan Aldi untuk membeli makanan kaki lima yang di larang papanya. Karena menurut papanya makanan disana tidak sesuai dengan aturan menu yang harus di konsumsi Mitha dan aldi.
Pak Han adalah koki andalan yang selalu memasak masakan sehat untuk keluarga Zaman.
"Kau ingat dulu kau sering sekali di hukum papa karena membelikan kami makanan disini?" Mitha merasa bersalah ketika mengingat Adrian yang di hukum oleh papanya. Padahal yang nakal adalah dirinya dan Aldi.
"Iya aku ingat, dan kau selalu menangis ketika aku di hukum oleh bapak Zaman"
Adrian ingat ketika Mitha menangis karena melihatnya dihukum, lalu Adrian akan memberikan permen dan Mitha berhenti menangis.
"Ayo kita coba makanan itu aku sangat suka rasanya yang khas" Mitha menunjuk salah satu stand makanan di sana.
"Ayo..."
Keduanya menikmati berbagai jenis makanan dan camilan disana. Sampai Mitha terasa kenyang dan malas berjalan.
"Aku malas berjalan perutku kenyang sekali"
"Tapi kita harus cepat ke tempat berikutnya, aku sudah memesan sebuah tempat yang pasti kau suka"
__ADS_1
"Dimana?"
"Rahasia! ayo cepat jalan"
"Adrian ....." Mitha memelas meminta waktu untuk beristirahat sebentar.
Akhirnya Adrian menggendong Mitha di punggungnya sambil berjalan menuju mobil Adrian yang di parkir tak jauh dari tempat mereka makan tadi.
Adrian memakaikan seatbelt untuk Mitha. Ia bergegas mengendarai mobilnya jauh dari kota menuju sebuah pantai. Paling tidak perjalanan di tempuh selama satu setengah jam.
Di perjalanan Mitha tertidur karena perutnya kenyang. Ia terlihat pulas.
"Mitha...." Adrian menyentuh lembut pipi Mitha.
"Bangunlah kita sudah sampai...."
Mita membuka matanya dan turun dari mobil.
"Dimana ini?"
__ADS_1
"Ayolah" Adrian menggenggam tangan Mitha dan berjalan bersama menuju pinggiran pantai yang ketika malam disulap menjadi tempat makan malam yang romantis.
Mita terpesona dengan pemandangan itu. Debur ombak pantai terdengar di suasana petang dengan lampu gemerlap. Meja dan kursi dari kayu yang di cat putih di tata sedemikian rupa. Para wanita yang berada di tempat itu terlihat cantik dengan gaun mereka. Para prianya terlihat santai dengan bawahan celana pendek dan atasan kemeja yang lengannya sengaja di gulung sesiku.
"Indah sekali..." Mitha mengecup pipi Adrian.
Keduanya menikmati makan malam yang tak terlupakan. Selesai acara makan malam terdengar dentuman musik yang di putar menambah semaraknya malam di pinggir pantai itu.
Adrian pergi sebentar ke mobilnya. Ia mengambil bunga yang sudah ia siapkan untuk Mitha. buket Mawar yang terlihat cantik.
"Ini untukmu.... My Rose"
Sekali lagi Mitha terkejut dan merasa bahagia. Ia tidak pernah menyangka jika Adrian akan seromantis ini padanya.
"Terimakasih sayang..." kata Mitha lirih sembari mencium aroma bunga mawar yang harum.
Giliran Adrian yang mengecup kening Mitha. Keduanya duduk di atas pasir saling melepas alas kaki. Mita bersandar di bahu Adrian menatap pantai yang terlihat masih ramai di malam hari. Dalam hati Mitha sangat bersyukur dicintai oleh pria seperti Adrian. Ia merasa sangat beruntung.
"Ayo kita pulang" Adrian berdiri dari duduknya. Ia meraih tangan Mitha. Keduanya berjalan menuju mobil dan pulang ke rumah Aldi.
__ADS_1