CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 74 Claries Ngidam


__ADS_3

Aldi meminta asistennya untuk mendekorasi sebuah kamar di rumahnya. Kamar itu berdekatan dengan kamar pribadinya. Claries ingin nanti saja untuk mendekorasi dan mempersiapkan semua, tapi Aldi tidak sabar dan meminta Adrian untuk memperbarui cat di kamar itu.


"Sayang kita belanja keperluan bayinya nanti saja kalau sudah mendekati kelahiran"


"Kenapa tidak sekarang? nanti juga kau bisa belanja sepuasmu"


"Ah nanti saja sayang, lebih baik kita makan dulu saja aku lapar"


"Baiklah kita ke restoran tak jauh dari sini"


"Aku mau makan sup iga di pinggir jalan itu" Claries menunjuk sebuah kedai sup iga yang terlihat ramai pengunjung. Kedai itu jelas bukan selera Aldi untuk makan disana. Aldi melihat tempat dan juga para pengunjung yang bejubel tak beraturan. Ia membayangkan tempat itu pasti panas sekali.


"Tidak! kau tidak boleh kesana"


"Ayolah sayang aku ngidam ingin makan sup iga"


"Kalau kau tidak mau ke restoran lebih baik minta pak Han membuatkan untukmu. Lagi pula masakan pak Han pasti lebih enak"


"Tidak mau!"


"Clair....."


Claries terus merajuk, ia diam dan terlihat marah. Aldi lama-lama luluh juga karena Claries sedang ngidam jadi kali ini ia menuruti istrinya.


Aldi dan Claries berjalan memasuki kedai sederhana itu. Aldi terlihat mencolok dengan stelan jas mahalnya di antara para pengunjung kedai yang lain.

__ADS_1


Keduanya duduk di meja di tengah pelanggang lainnya. Aldi terluhat sangat tidak nyaman dan gelisah.


Claries terlihat lahap menyantap sup iga di mangkuk besar di hadapannya.


"Ayo sayang coba ..." Claries menyuapkan kuah sup yang terasa segar.


"Tidak...Clair aku bilang tidak"


"Ah kenapa sih, ini enak sekali...."


"Tetap tidak"


"Apa para pengunjung itu tidak kepanasan? disini gerah sekali" Aldi terlihat menyeka dahinya yang mulai berkeringat.


Bagaimana tidak kepanasan dan gerah, kau mengenakan stelan jas tertutup di kedai sederhana ini sayang. Lihat dirimu jadi bahan perhatian semua orang disini.


"Tidak..."


"Kau menertawakan aku?"


"Hahaha iya...kau lucu sekali sayang, lihat semua orang disini memandang aneh padamu"


"Apa? aku aneh?"


"Iya stelan jas dan sepatu mahal mu, semua tentangmu jadi perhatian orang"

__ADS_1


"Hei aku ini presdir perusahaan besar jadi tidak mungkin aku berpakaian seperti kebanyakan orang mengenakan kaos dan celana ...celana apa itu yang mereka pakai?! mereka keluar rumah dengan celana pendek?!"


Claries hanya bisa tertawa melihat suaminya. Ia tahu Aldi tidak di besarkan di lingkungan seperti kebanyakan orang. Semua tentang dirinya sudah tertata dan di persiapkan dengan baik.


Claries sudah menghabiskan makanannya. Ia mengajak Aldi bergegas pergi setelah membayar makanan. Ia tidak ingin mendengar suaminya mengomel lebih panjang lagi.


" Sayang kau dan Mitha tidak pernah makan di kedai?"


"Pernah dulu sewaktu kami kecil"


"Benarkah? apa papa yang mengajak kalian?"


"Bukan, kami memaksa Adrian untuk membelikan makanan di pinggir jalan. Karena kami penasaran dengan rasanya. Lalu Adrian ketahuan oleh papa karena supir mengadu pada papa"


"Lalu...."


"Ya lalu dia dihukum"


"Ohhh Adrian yang malang"


"Apa? malang? justru dia beruntung bisa berteman dengan ku sewaktu kecil. Aku banyak memberinya mainan yang bagus dan ketika remaja aku mengajarinya pelajaran tentang bisnis yang ia tidak tahu"


"Ah kalau begitu dia semakin terlihat malang"


"Kau ini....." Aldi mencubit hidung Claries.

__ADS_1


"Hahaha maaf aku bercanda sayang" Claries mengecup pipi Aldi yang sedang mengemudikan mobilnya. Aldi tersenyum ia senang meski Claries jahil padanya. Hidupnya kini semakin berwarna dengan kehadiran Claries dan calon bayinya.


__ADS_2