CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 70 Kencan Pertama


__ADS_3

Aldi berada di rumah sakit untuk ganguan kejiwaan. Disana Liza berada setelah ia depresi berat dengan semua tindakannya. Claries dengan iba menatap Liza dan menyisir rapi rambut Liza. Claries mengikat rambut Liza dengan rapi. Ia bahkan merias natural wajah cantik Liza.


Ketiganya tidak ada yang bicara semua terdiam termasuk Aldi. Ia tidak membayangkan jika nasib semiris ini terjadi pada Liza.


"Pak Aldi kami mau bicara dengan anda sebagai wali bu Liza" kata dokter Sari yang dulu pernah menangani Mitha.


"Baik dokter" Aldi berjalan mengikuti dokter Sari ke ruang kerjanya.


"Bagaimana keadaan Liza dokter?"


"Kasus bu Liza ini lebih parah di banding bu Mitha, ia menderita depresi berat sedangkan Mitha lebih pada trauma. bu Liza jauh lebih agresif dengan orang lain jadi ia butuh penangannan khusus"


"Lakukan yang terbaik dokter, saya akan menanggung smeua biaya pengobatan Liza"


"Baik pak Aldi jika ada perkembangan pasti kami kabari"


Aldi mengajak Claries untuk pulang,


"Ayo sayang kita pulang"


"Liza kami pulang dulu ya..." Claries memeluk Liza dengan penuh sayang. Ia merasa bersalah dan kasihan juga pada Liza. Pasti cintanya pada Aldi begitu besar.


"Sayang aku langsung ke rumah sakit ya, aku ada janji dengan pasien siang ini" kata Claries sambil merapikan dasi Aldi.


"Baiklah aku akan mengantarmu"


"Baiklah"


***


Di kantor Zaman Group....


Diruang kerja Adrian, Ia nampak sedang menunggu Aldi untuk meeting. Adrian duduk menekuni laptopnya menyiapkan materi untuk meeting nanti.

__ADS_1


Mitha sedari tadi mengamati Adrian yang belum menyapanya dari pagi. Pria itu terlihat lebih pendiam dari biasanya.


"Apa ada sesuatu?" tanya Mitha menarik lengan Adrian. Ia sudah tidak tahan didiamkan oleh Adrian sejak pagi.


"Apa maksudmu?"


"Kau mendiamkanku sejak tadi, apa kakakku mengatakan seauatu padamu?"


"Iya..."


"Kak Aldi bicara apa?" Mitha terlihat cemas.


"Pak Aldi bilang...kalau ia merestui hubungan kita"


Mita langsung memeluk Adrian saking senangnya. Akhirnya kakaknya luluh juga.


"Hentikan! ini di kantor!"


"Maaf....kalau begitu kita harus segera menyusun acara berkencan"


"Benar....aku saja yang menentukan tempatnya kau pasti suka"


Adrian menurut saja lagi pula ia tidak pernah berkencan dengan wanita manapun. Ia tidak pernah memiliki kekasih, hidupnya terlalu disibukkan dengan pekerjaan dan urusan keluarga Zaman.


"Bagaimana kalau weekend besok?"


"Baiklah silahkan atur saja"


"Jangan menggunakan bahasa formal lagi denganku, kita kan sepasang kekasih"


"Adrian! keruang kerjaku sekarang dan bawa materimu" Aldi tiba-tiba muncul dan terlihat jengah menatap Adrian dan Mitha yang terlihat seperti sedang bermesraan di kantor.


"Baik pak" Adrian langsung gugup dan menutup laptopnya. Ia mengabaikan Mitha dan berjalan cepat menuju ruang kerja presdir.

__ADS_1


"Lihat dia, bagaimana kalau kami sedang berkencan lalu tiba-tiba kak Aldi mengganggu seperti tadi. Baiklah saat berkencan nanti aku akan menyita ponselnya supaya tidak ada yang mengganggu" Gumam Mita.


***


Weekend tiba, saat yang di tunggu Mitha akhirnya datang juga. Sejak tadi Mitha mematut diri di cermin untung sekali ia kemarin sempat pergi ke salon untuk memotong rambutnya.


Mitha mengenakan dress berwarna putih selutut. Ia nampak seperti gadis belia dengan dandanannya sekarang.


"Rio apa mama sudah cantik?"


"Iya mama cantiiiik sekali"


"Rio benar tidak ingin ikut mama dan om Adrian?"


"Tidak ma, Rio mau main golf sama papa Aldi"


"Baiklah, kalau begitu mama pergi dulu ya..."


"Bye mama" Rio mengecup pipi ibunya. Ia lebih tertarik pergi bersama Aldi untuk main golf di banding mengikuti ibunya dan Adrian.


Adrian terlihat dengan baju formalnya. seperti biasa ia selalu mengenakan stelan jas serba hitam. Mita menunduk tidak berani menatap Adrian.


"Kau terlihat sangat cantik" kata Adrian memuji penampilan Mitha.


"Ah tidak... biasa saja"


"Kenapa kau terus menunduk?" Adrian tidak bisa menatap wajah Mitha karena wanita itu menundukan wajahnya.


"Aku malu...."


"Tapi aku ingin memandang wajahmu" Akhirnya Mitha mengangkat wajahnya dengan malu-malu dan menatap Adrian sebentar lalu ia memalingkan pandangannya.


Adrian tersenyum dan menggenggam tangan Mitha. Keduanya berjalan menuju mobil pribadi Adrian yang terparkir di halaman rumah Aldi.

__ADS_1


Pak han dan Yaya sengaja menguping dan mengintip dari balik pintu. Melihat dua sejoli yang sedang berbunga-bunga itu rasanya mereka ikut gemas sendiri.


__ADS_2