CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 104 Rencana Aldi


__ADS_3

Aldi memanggil Adrian ke ruang kerjanya. Claries dan Mitha yang penasaran mengikuti langkah keduanya menuju ruang kerja Aldi.


"Kalian tidak perlu ikut, aku hanya ada perlu dengan Adrian" kata Aldi yang terlihat jutek. Claries dan Mitha mundur, keduanya kembali ke ruang tengah.


"Kira-kira ada masalah apa ya? kenapa Aldi terlihat serius sekali?"


"Ah kakak ipar sejak kapan kakakku pernah bercanda ia selalu serius"


"Haha benar juga, ia selalu menyikapi segala hal dengan serius. Kapan terakhir aku melihatnya tertawa terbahak? rasanya sudah lama sekali"


"Jika kakak dan Adrian bicara empat mata itu sudah pasti mereka ada misi tersembunyi"


"Benarkah?"


"Iya benar sekali, aku tahu kakakku ia mempercayai Adrian lebih dari siapapun. Tapi apa rencana mereka?"


"Mitha bagaimana jika kau bertanya pada Adrian"


"Kakak, kau tahu Adrian itu seperti apa bukan? ia tidak akan pernah sembarang bercerita jika itu sudah berhubungan dengan kak Aldi"


"Benar juga, lalu bagaimana? aku ingin tahu apakah mereka sedang membicarakan Bu Anyelir dan Sondra atau apa?"


"Sama kak aku juga penasaran, kita tunggu saja apa yang akan terjadi besok"

__ADS_1


Aldi memasuki kamar dan mendapati Claries sedang bemain-main dengan Dylan.


"Sayang, aku mandi dulu" kata Aldi seraya berjalan menuju kamar mandi. Aldi membiarkan badannya di guyur air hangat dari shower.


Rupanya kau yang membawa dokumen yang selama ini ku cari. Apa maumu Sondra!.


Aldi memukulkan tangannya ke dinding secara pelan agar Claries tidak curiga. Aldi kesal dengan Sondra. Ia sengaja membawa Sondra dan ibunya kembali ke keluarga Zaman karena ingin menyelidiki sesuatu.


Tak berapa lama Aldi keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit pinggangnya. Ia mengenakan bajunya lalu duduk di sebelah Claries. Dylan tertidur pengasuh membawanya ke kamar Dylan.


"Aldi aku mau bicara"


"Ada apa Clair? kenapa kau terlihat serius begitu?"


"Sayang apa yang kau bicarakan dengan Adrian tadi? bolehkah aku tahu?"


"Apa ini berhububungan dengan Sondra dan ibunya?"


"Sayang aku tidak ingin membahas apapun, aku lelah dan ingin istirahat" Aldi mencium pipi Claries lalu tertidur.


Sementara di rumah Mitha dan Adrian terlihat berdebat sedikit tentang Sondra. Akhir-akhir ini Sondra menjadi topik di keluarga Zaman.


"Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau bertemu dengan Sondra?" Mitha terlihat kesal.

__ADS_1


"Sayang, aku menemuinya karena ia bilang ada hal penting yang akan di bicarakan"


" Apa hanya itu?"


"Iya Mitha hanya itu, aku bahkan pergi sebelum Sondra selesai dengan pembicaraannya"


"Kenapa ia mewanti-wantiku untuk bilang padamu agar kau tidak menggodanya, Adrian kau yang berbohong atau Sondra yang menipuku?"


Adrian melepas kemejanya dan meraih jubah mandinya. Ia duduk di samping Mitha dan menggenggam tangan Mitha.


"Mitha jika aku tertarik dengan wanita lain sudah sedari dulu aku melakukannya" kata Adrian lembut. Mitha terdiam pandangannya mulai melunak.


Adrian benar seandainya ia tertarik dan memutuskan memilih wanita lain pasti sudah dari dulu hal itu ia lakukan. Tapi buktinya Adrian malah menunggu Mitha sampai dirinya sembuh dan bisa menerima Adrian.


Mitha memeluk Adrian, ia menyesal sudah curiga pada pria sebaik dan setia seperti Adrian. Seharusnya tadi ia tidak terburu-buru untuk marah.


"Maafkan aku sayang" kata Mitha lirih. Adrian mengecup kening Mitha dan mengusap lembut rambut istrinya itu.


"Berhati-hatilah pada Sondra"


Mitha mengangguk, ia menatap Adrian.


"Sayang boleh aku tahu apa yang kau bicarakan tadi dengan kak Aldi?"

__ADS_1


Adrian tersenyum dan mengacak rmabut Mitha. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Mitha mendengus pelan ia menyesal bertanya hal bodoh tadi pada Adrian. Sudah pasti Adrian tidak akan menjawab apapun untuk pertanyaan Mitha barusan.


__ADS_2