CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 93 Siapa Dia...


__ADS_3

Siang itu Liona disibukkan dengan pasiennya. Dokter Liona memeriksa dengan cermat gigi pasien di hadapannya.


"Siapkan semua kita akan melakukan pencabutan gigi bungsu" kata dokter Liona. Perawat yang mendampingi segera bertindak menyiapkan peralatan. Pencabutan gigi bungsu tergolong operasi ringan. Impaksi atau gigi yang tidak tumbuh dengan baik karena terhalang gusi dan menyebabkan rasa sakit.


"Mari kita ke ruang sebelah, kemarin saya sudah mengatakan kalau gigi bungsu anda memang harus segera di cabut" si pasien sedikit memucat, Liona segera menenangkan pasiennya.


"Tenanglah, tidak masalah aku akan memberimu obat hingga kau tidak merasa nyeri setelah mencabut gigi itu"


"Baik dokter"


Dokter Liona melaksanakan prosedur operasi pencabutan gigi pada pasiennya.


Sementara di klinik bedah umum dokter Claries sedang menangani pasiennya. Memberikan perawatan setelah operasi si pasien beberapa hari lalu.


"Kau bisa pulang dua hari lagi, pemulihan cukup baik dan cepat" kata dokter Claries sembari memeriksa pasiennya.


"Permisi dokter, ada telepon"


Claries bergerak menuju ruang.kerjanya. Ia menerima telepon dari dokter Adelia.


Pasti tante Adelia akan bicara mengeni Tiara dan Fani.


"Iya tante Adel..."


"Clair aku ingin bertemu dan mengobrol santai denganmu. Bisakah? kapan kau ada waktu?"


"Ummmm nanti aku kabari lagi tante, beberapa hari ini aku sibuk karena Aldi sedang ke luar negeri. Bagaimana kalau lusa di kaffe J&W?"

__ADS_1


"Baiklah Clair.."


Fani, aku harus bertanya dulu tentang hubungannya dengan Tiara. Bisa jadi tante Adelia memang ingin mengupayakan hubungan mereka.


Claries mengirim pesan pada kakaknya.


Lusa aku akan bertemu tante Adelia, ceritakan masalahmu dengan Tiara. Aku ingin tahu apa yang terjadi diantara kalian. -Clair-


***


Suasana bar Mad Clow terlihat ramai. Dentuman musik terdengar memeriahkan suasana. Jamuan meriah untuk para bos besar.


Aldi dan Adrian terlihat bersiap pergi. Mereka jarang sekali mengikuti jamuan makan malam dan minum-minum bersama kolega. Aldi lebih senang kembali ke hotel untuk beristirahat.


"Adrian siapkan mobil"


"Baik pak"


"Brughhhh!!!" seorang wanita menabrak Aldi hingga hampir terjatuh. Wanita itu menarik jas Aldi refleks untuk berpegangan.


"Kau ..." wanita cantik itu tercekat menatap ketampanan pria dihadapannya.


"Maaf permisi nona" Aldi bergegas menuju mobil yang di kendarai oleh Adrian.


"Ayo Adrian..."


Wanita tadi masih memandang mobil Aldi yang sudah berlalu dari hadapannya. Ia seperti mengingat wajah seseorang tapi ia lupa siapa.

__ADS_1


"Adrian kau lihat wanita tadi?"


"Iya pak saya melihatnya..."


"Wajahnya tidak asing, aku seperti pernah berjumpa dengannya"


"Mungkin kolega Zaman Group pak"


"Benar juga...."


Aldi mencoba tidak menghiraukan wanita yang menabraknya tadi. Ia fokus dengan ponselnya dan mencoba menelpon Claries.


"Sayang kau sudah pulang dari rumah sakit?"


"Sudah, aku bersama Dylan"


"Clair aku sangat merindukanmu"


"Aku juga"


"Baiklah beristirahatlah sayang"


Aldi memasukan ponselnya kedalam saku jasnya. Ia dan Adrian berjalan menuju kamar masing-masing.


Adrian segera menelpon Mitha begitu sampai di hotel. Ia mengabarkan pada istrinya itu kalau pekerjaannya berjalan lancar.


Benar kata bosnya sekaligus kakak iparnya, ia juga sangat merindukan Mitha. Adrian ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan buru-biri pulang dan berkumpul dengan Mitha dan Rio.

__ADS_1


Paginya di restoran hotel Aldi dan Adrian menimmati sarapan mereka. Di kejauhan Aldi melihat wanita yang kemarin menabraknya berjalan menuju meja Aldi dan Adrian.


Siapa Dia...batin Aldi.


__ADS_2