
Claries terlihat sangat cantik dan ia sedang menunggu Kevin menjemputnya. Keduanya berencana makan malam di sebuah restoran langganan Kevin.
Aldi memandangi Claries dari balkon kamarnya. "Adrian kau sudah dapat informasi tentang pria yang berkencan dengan dokter itu?"
"Sudah pak, pria itu dokter Kevin dia ..." Adrian terdiam. Ia berjalan menyerahkan ponselnya pada Aldi. Disana terlihat foto Kevin yang di ambil Adrian secara diam-diam sewaktu di rumah sakit.
Aldi mengepalkan tangannya. Sorot matanya di penuhi kemarahan. "Beraninya dia! Adrian siapkan mobil kita ikuti dia"
"Baik pak"
Adrian mengikuti mobil Kevin yang baru saja keluar halaman rumah Aldi. Dengan Santainya Kevin tidak tahu itu rumah siapa dan tidak juga peduli dengan Aldi. Ia langsung membawa Claries pergi menuju restoran untuk makan malam. Kevin merencanakan makan malam romantis dengan Claries.
Setibanya di restoran Claries tertegun tapi ia merasa senang karena di meja berjajar makanan dan dihiasi lilin. Kevin memberinya buket bunga. Dua orang violin sedang memainkan alat musik biola dengan indahnya.
"Kev apa ini?" tanya Claries sambil tersenyum bahagia. "Claries sejujurnya aku sudah lama memendam perasaan padamu dan malam ini aku ingin kau tahu semua perasaanku. Kevin mengeluarkan kotak kecil dari dalam saku jasnya. Kotak itu berisi cincin yang indah.
"Apa kau bersedia menerima cintaku Clair?" Kevin berlutut di hadapan Claries.
__ADS_1
Di sudut ruangan itu Aldi dan Adrian mengawasi keduanya. Aldi meremas gelas minumannya hingga pecah karena tidak bisa menahan marahnya. Adrian mencoba menenangkan. "Bapak tenang dulu, kita lihat sejauh mana pergerakan si breksek itu" kata Adrian ber api-api. Ia menenangkan bosnya tapi dirinya sendiri juga kesal setengah mati pada pria sialan yang sedang bersama Claries itu.
Claries minum sampange dan menikmati makan malam dengan Kevin. Di tengah obrolan keduanya Kevin memegang tangan Claries dan berusaha mengusap wajah cantik Claries. Aldi sudah tidak bisa menahan amarahnya. Ia mengahmpiri Kevin dan Claries.
"Dokter kenapa kau bersama pria bajing*n ini?!"
Claries berdiri dari kursinya dan sedikit terhuyung karena sampange yang ia minum. Aldi menahan tubuh Claries agar tidak jatuh.
"Apa ini? jangan mengganggu ku pak Aldi? apa tidak cukup kau membuatku merasa bersalah dan sengsara karena istrimu? sekarang ku juga akan menghalangi hubunganku dengan Kevin?"
Aldi menatap wajah Claries yang mulai berlinang air mata. "Kenapa aku tidak boleh bersama Kevin? apa alasannya?"
Claries menarik lengan Kevin dan mengajaknya pergi. Tapi Aldi menahan Kevin dan mlayangkan tinjunya bertubi-tubi di wajah Kevin hingga hidung Kevin mengucurkan darah.
"Astaga Kev....pak Aldi hentikan!!!" Claries menutup mulutnya. Adrian membangunkan Kevin yang terjatuh sementara Aldi menarik lengan Claries dan membawanya pergi dari tempat itu.
Aldi mencengkram lengan Claries dan menatapnya tajam. "Hei dokter kenapa wanita cerdas dan bergelar dokter sepertimu tidak bisa jeli menilai pria seperti dia?"
__ADS_1
"Aku tidak mengerti yang kau bicarakan!" Claries mendorong tubuh Aldi. "Apa mau mu? kenapa kau terus menyiksa ku Aldi Ibrahim? kau tahu karenamu aku kehilangan banyak kepercayaan dari pasien di rumah sakit. Karenamu aku rela mengabdi merawat istrimu sampai sembuh padahal aku tidak bersalah. Baiklah aku sudah tidak punya pilihan melawan orang sepertimu. Hancurkan aku sekarang sampai tidak ada lagi yang mau memandangku!"
Claries berjalan mendekati Aldi. Ia melepas rompinya dan membuangnya ke tanah. Kini terpampang bahu mulus Claries di hadapan Aldi. Claries menatap tajam mata Aldi.
"Kau mau menghancurkanku bukan?! aku tidak peduli kau tahu aku sangat tidak peduli! lakukan sekarang lakukan hingga semua orang bahkan tidak akan memandangku lagi!" Aldi hanya terdiam menatap Claries yang terlihat tertekan. Ia mulai luluh dan tidak tega dengan gadis itu.
"Kau mau aku bagaimana Aldi Ibrahim?" Claries memukul dada Aldi sambil menangis. Aldi terdiam menerima pukulan Claries di dadanya yang rasanya lumayan membuatnya sesak. Aldi tersenyum kecil dan meraih pergelangan tangan Claries.
"Cukup....ayo kita pulang"
________
Berikut ini visualisasi babang Aldi dan mbak Claries ^_^
Aldi Ibrahim
__ADS_1
Claries Hendrawan