
Winy menghampiri Dylan di kantor. Dylan terlihat senang melihat Winy sengaja datang mencarinya di jam kerja.
"Kau sibuk sekali?" tanya Winy.
"Iya, tapi aku bisa meluangkan waktu ku untukmu"
"Kalau begitu apa kita bisa makan siang diluar? aku ingin bercerita sesuatu padamu"
"Baiklah"
"Besok malam ada pesta ulang tahun Jaden kau pasti datang bukan?"
"Iya" Dylan malas ketika Winy mulai menyebut nama Jaden.
Siang itu Dylan dan Winy makan siang seperti biasa. Keduanya banyak bertukar cerita dan Dylan terlihat senang.
"Oh ya nanti malam aku ingin memberi Jaden kejutan, aku ingin mengungkapkan perasaan ku padanya" kata Winy mantap.
"Apa?! kau akan memalukan dirimu sendiri?!"
"Kenapa malu? aku memang mencintai Jaden dan ingin mengungkapkan padanya"
__ADS_1
Dylan mengepalkan tangannya geram dan kesal. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan pergi menuju mobilnya. Ia tidak mempedulikan Winy yang masih terkejut dengan tingkahnya.
Malam tiba, pesta ulang tahun Jaden di gelar cukup meriah dan mewah. Dylan datang bersama Winy yang terlihat cantik. Winy menemui Jaden untuk berbincang dengan keluarga Jaden. Sementara Dylan lebih memilih berdiri di sudut ruangan dengan gelas wine di tangannya.
Di kejauhan Dylan melihat Amora. Ya gadis itu berada di sana. di dekat meja panjang yang menyajikan banyak hidangan. Dylan menyeringai sinis melihat Amora mengambil beberapa makanan kedalam piringnya. Ia memutuskan menghampiri Amora.
"Bagaimana kau kesini?" tanya Dylan sembari memandang isi piring Amora yang hampir penuh.
"Kau? aku naik taxi" kata Amora cuek.
"Apa Jaden mengundang mu?"
Dylan tertawa melihat wajah lucu Amora. Gadis itu sebenarnya cantik hanya saja ia jarang berdandan. Melihat Amora dengan gaun pendek dan polesan riasan tipis membuat Dylan sedikit heran karena gadis itu memiliki kecantikan yang lumayan.
Winy menghampiri Dylan dan menarik lengan Dylan dengan kasar. Dylan terkejut begitu juga Amora. Para wartawan yang datang meliput pesta itu segera berkumpul karena dirasa akan ada keributan yang melibatkan orang penting yaitu Dylan Ibrahim.
"Katakan padaku apa kau mencintaiku?" tanya Winy dengan wajah marah. Jaden mengejar dan menahan Winy.
"Winy hentikan jangan begitu" kata Jaden.
Dylan dan Winy saling menatap tajam. Winy dengan kemarahannya dan Dylan yang merasa di permalukan.
__ADS_1
"Iya aku memang mencintai mu....Amora!" Dylan menarik lengan Amora dan menunduk mengecup bibir gadis itu.
Kamera wartawan segera mengabadikan momen itu..sementara semua terkejut termasuk Winy dan Jaden yang menyaksikan pemandangan itu. Tak kalah terkejut dokter Claries dan tuan Aldi Ibrahim yang sedang berbincang dengan keluarga Jaden.
Amora tidak bisa berkutik. Ia bingung dan terkejut sekaligus tidak bisa bereaksi.
Apa ini?! dia mencium ku di depan umum?!
Dylan menarik lengan Amora untuk pergi bersamanya. Sesampainya di parkiran mobil, Amora berbalik dan menampar Dylan dengan keras.
"Apa yang kau lakukan tuan?! jika kau ada masalah dengan mereka kenapa melibatkan ku dan mempermalukan ku?!"
Dylan terdiam ia sendiri sedang kesal setengah mati.
"Maukah kau menikah denganku?"
Apa? menikah?!"
Dylan merasa ini kebodohan dalam hidupnya. Tapi tidak ada pilihan lain. ia merasa sakit hati dan kecewa pada Winy. Gadis yang ia cintai selama ini yang mempermalukannya di depan umum dan hampir saja membuatnya jadi pecundang.
"Menikahlah denganku, ku mohon Amora.."
__ADS_1