
Weekend tiba, Adrian setiap paginya akan joging di sekitaran apartemennya. Ia mengenakan pakaian santai Kaos hitam, celana traning hitam dan topi berwarna hitam. Tak lupa ia memakai jam tangannya.
Adrian menyapa beberapa penjual yang mulai membuka lapak mereka. Adrian melihat jam tangannya lalu sedikit mempercepat langkahnya.
"Adrian...!" suara wanita memanggil namanya. Adrian berhenti dan menoleh ke belakang. Rupanya Mitha sudah lengkap dengan stelan olah raganya. Adrian berhenti dan menunggu Mitha yang sedang berlari kecil ke arahnya.
"Bu Mitha...?"
"Aku sengaja kemari ingin berolah raga denganmu"
"Dimana Rio?"
"Rio ikut eyangnya berkebun"
"Oh...ayo" Adrian mengajak Mitha untuk joging keliling gor.
"Sebentar lagi disini akan sangat ramai penjual makanan kecil dan pengunjung" kata Adrian sambil merilirik jam tangannya.
"Iya aku tahu karena itu aku sengaja kemari untuk mencicipi makanan yang di jajakan disini"
Adrian tersenyum, refleks ia membenarkan letak topi Mitha yang miring. Mitha mendongakkan wajahnya menatap pria tinggi tegap di hadapannya yang setengah wajahnya tertutup topi hitam.
"Ayo kita beli minuman dulu" Mitha menggandeng tangan Adrian dan menariknya ke sebuah stand minuman yang terlihat sudah siap berjualan.
Mitha memesan segelas besar vanila latte dengan boba sementara Adrian ia mebeli air mineral. Adrian sama halnya dengan Aldi yang tidak menyukai makanan atau minuman manis.
"Kau masih seperti kakakku yang tidak suka makanan atau minuman manis, sepertinya nanti sebelum pulang kau harus mencoba makan es krim denganku"
"Apa Es krim?"
"Benar disekitar sini ada kedai es Krim yang enak. Aku sudah mencari tahu di internet"
__ADS_1
Mita tertawa senang melihat ekspresi Adrian yang terlihat bingung antara mau mengiyakan atau menolak ajakan Mitha.
"Aku mau makan itu..." Mitha menunjuk penjual somai yang mulai di kerumuni pengunjung.
"Bu Mitha tunggu disini biar saya yang belikan"
Adrian berhenti memanggil ku dengan sebutan bu di tempat umum seperti ini"
"Maaf tidak bisa" kata Adrian tegas.
"Adrian!" Mita merajuk menghentakkan kakinya mirip anak kecil. Adrian tersenyum melihat tingkah Mitha.
"Baiklah Mitha...."
"Hahaha hebat sekali, ayo kita beli somai" Mita kembali menarik tangan Adrian. Diam-diam Adrian melihat tangan Mita yang menyentuh tangannya. Jantungnya terasa berdebar, Adrian segera melepas lembut tangan Mitha yang memegang pergelangan tangannya.
"Maaf nanti kalau dilihat orang tidak enak"
"Adrian terimakasih banyak sudah membantuku untuk sembuh" kata Mitha di sela suapan somainya.
"Sama-sama bu Mitha"
"Kenapa bu lagi sih?!"
"Maaf saya memang harus begitu, itu sudah tugas saya menaruh hormat pada keluarga Ibrahim dengan tidak memanggil nama saja"
"Termasuk aku?"
"Iya, termasuk anda"
"Ya sudah lah, oh ya karena aku sudah sembuh apa lain kali kau masih mau membacakan novel untukku?"
__ADS_1
Adrian menatap wajah Mita yang duduk di sampingnya. Kulit putih halus, mata bulat yang terlihat ceria seperti dulu dan senyum manis yang menjadi cirikhas Mitha.
Ada kemiripan antara Mitha dengan dokter Claries ketika mereka tersenyum, yaitu lensung pipit di pipi kanan yang begitu kentara.
"Adrian..." Mitah membuyarkan lamunan Adrian.
"Tentu saja, jika ada waktu saya akan melakukan itu untuk anda"
Mitha terlihat sangat senang, ia akan membeli setumpuk novel roman lagi agar Adrian yang membacakan untuknya.
"Ayo kita pulang" Adrian berdiri dari duduknya dan menunggu Mitha yang menghabiskan somainya.
Keduanya berjalan santai sampai Mita mengajak Adrian balapan lari.
"Ayo Adrian kita balapan!"
"Tidak mau"
"Ayolah Adrian setelah ini aku tidak akan mengganggumu!"
Adrian menuruti saja keinginan Mitha yang sedari tadi ceriwis. Keduanya mulai balapan lari, Adrian sengaja memelankan langkahnya agar Mitha yang menang.
"Yeahhhh aku menang! asisten pribadi Aldi Ibrahim kalah balap lari denganku! Haha"
"Brughh!!!!" Mita terjatuh karena terperosok lubang kecil di pinggir jalan. Lututnya sedikit sobek dan berdarah karena tergores pinggilan lubang jalan itu.
"Anda tidak apa-apa?" Adrian terlihat cemas. Ia segera membopong Mitha menuju mobil Mitha yang terparkir cukup jauh dari keberadaan mereka sekarang. Sesampainya di mobil Adrian mengobati luka Mita dengan perlengkapan seadanya yang tersimpan di mobil.
Adrian membalut luka Mitha dengan saputangannya yang bersih.
"Saya antar anda pulang" Adrian mempercepat laju mobil agar segera sampai di rumah dan luka Mitha bisa diobati. Adrian menggendong Mita di punggungnya begitu turun dari mobil.
__ADS_1
Dihalaman terparkir mobil Xx merah milik Aldi. Adrian sedikit ragu tapi rupanya Aldi yang baru sampai dari liburan langsung mengunjungi rumah ayahnya bersama Claries. Aldi, Claries dan bapak Zaman menatap Adrian yang terlihat menggendong Mitha. Pandangan Aldi tajam menatap ke arah Adrian.