CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 60 Ancaman 1


__ADS_3

Gwena duduk di depan meja rias di kamarnya yang mewah. Ia menatap wajah barunya yang sudah di operasi karena kecelakaan. Aldi sama sekali tidak mengenalinya.


Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertemu denganmu dan menyentuh tanganmu Aldi. Kau tidak tahu aku kembali. Aku masih Liza yang dulu. Liza yang mencintaimu sejak kita masih kecil. Aku terpaksa berbuat seperti ini padamu karena kau telah menyakitiku. Kau menghianati pernikahan kita dengan dokter itu. Kau jatuh cinta dan memilihnya lalu meninggalkanku dengan mudahnya!.


***


Claries memakaikan dasi untuk Aldi. Seperti biasa Aldi menggodanya dengan ciuman dan sentuhan di area tertentu.


"Sayang bagaimana dengan kandunganmu?" Aldi menyentuh perut Claries yang masih rata belum terlihat menonjol.


"Sehat sayang, besok kita ada jadwal periksa dengan dokter Nevari"


"Baiklah aku akan mengantarmu sayang, aku ingin melihat sudah sebesar apa anak kita di dalam perut mamanya"


Claries tersenyum, ia membayangkan reaksi Aldi ketika melihat anaknya di dalam rahim masih sebesar kacang.


"Ayo sarapan dulu" Claries menggandeng tangan Aldi menuruni anak tangga dengan hati-hati. Aldi terlihat cemas jika Claries naik atau menuruni anak tangga di rumahnya.


Ia takut tiba-tiba Claries tergelincir dan jatuh. Atau tak sengaja terpeleset dan terguling sampai bawah.


"Tenang sayang ..." kata Claries yang seolah mengerti dengan kecemasan Aldi.

__ADS_1


"Dimana Mitha?" tanya Aldi pada pak Han dan Yaya. Adrian yang juga berdiri di sana terlihat mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Mitha di rumah utama.


"Pagi-pagi tadi sudah berangkat mengantar Rio ke sekolah" jawab pak Han.


Aldi melirik Adrian yang tampak sedikit gelisah. Jelas Aldi tahu apa yang membaut asistennya itu merasa gelisah. Adrian pasti mencemaskan Mitha dan Rio.


Aldi menghabiskan makan paginya dan berangkat ke kantor bersama Adrian. Sementara Claries kembali ke kamarnya untuk bersiap ke rumah sakit.


Pagi itu Claries ada janji dengan pasiennya yang seorang anak remaja. Anak itu terjatuh dari tangga rumahnya dan kakinya patah di bagian pergelangan kaki. Setelah di lakukan beberapa pemeriksaan Claries memutuskan melakukan tindakan operasi untuk remaja itu.


"Bagaimana dokter?" tanya ayah anak itu.


"Siang nanti akan dilakukan tindakan operasi untuk menyambung kembali tulangnya yang patah"


"Berjalan dengan normal bisa, tapi itu butuh proses terapi yang tidak sebentar pak, semua pengobatan harus rutin di jalani"


"Butuh waktu berapa lama anak saya akan pulih dokter?"


"Paling cepat enam bulan dan maksimal satu tahun"


"Baik dokter saya mengerti"

__ADS_1


Claries bersiap untuk melakukan operasi. Ia sudah terlihat memasuki ruangboperasi dengan baju berwarna serba hijau lengkap dengan penutup kepala.


***


Di kantor Aldi kembali duduk berhadapan dengan Gwena untuk meeting. Dari setiap pembicaraan wanita itu, Aldi jadi teringat seseorang.


Kenapa Adrian belum memberiku informasi apapun tentang wanita ini?! tidak biasanya ia bekerja selama ini dalam mencari informasi tentang orang lain. Apa lagi jika itu menyangkut perusahaan.


"Apa anda bersedia untuk makan malam dengan saya?" suara Gwena membuyarkan pikiran Aldi. Sedari tadi Aldi menatap wajah Gwena yang sedang berbicara soal pekerjaan padanya.


Tidak di pungkiri Gwena berhasil mengecoh Aldi. Ia tahu konsentrasi Aldi sedang buyar.


"Tentu saja saya bersedia, Adrian akan mengatur tempatnya nanti"


"Apakah anda tinggal di dekat sini?" tanya Aldi.


"Tidak, saya membeli rumah yang cukup jauh dari sini"


"Apakah saya boleh bertanya hal pribadi?"


"Silahkan"

__ADS_1


"Saya seperti tidak asing dengan anda, apa kita pernah bertemu sebelumnya.......?"


__ADS_2