
"Suster siapa namamu?"
"Lina"
"Suster Lina bisakah kau ceritakan apa yang terjadi selama aku koma? tenang saja aku akan memberimu tiga kali lipat yang di berikan oleh suamiku padamu"
"Ummmm tapi...."
"Ayolah aku bisa memberimu lebih lagi jika kau setia dan mau membantuku"
"Baiklah bu" kata suster Lina setelah berpikir sejenak.
"Ada hubungan apa suamiku dengan dokter Claries?"
"Pak Aldi awalnya membenci dokter Claries karena menduga anda koma disebabkan operasi yang telah di lakukan oleh dokter Claries. Pak Aldi bahkan sempat membawa perkara ini ke pengadilan. tapi dokter Claries di nyatakan tidak bersalah. Karena rasa kemanusiaan, dokter Claries bersedia merawat anda di rumah ini dan tinggal disini. Saya membantunya selama melakukan perawatan terhadap anda"
"Oh begitu...lalu apa yang terjadi? kenapa aku mencium gelagat yang tidak biasa diantara mereka?"
Suster Lina terdiam, ia ragu harus bercerita semua atau tidak. Karena Claries sudah mewanti-wantinya untuk diam demi kebaikan Liza.
"Ayolah kau jangan seperti Adrian yang sulit bicara jika bukan Aldi yang memintanya. Katakan ada hubungan apa Aldi dengan dokter Claries?"
"Pak Aldi sudah...menikahi dokter Claries selama anda koma bu"
Wajah Liza berubah yang tenang menjadi marah. Ia tetap diam tapi wajahnya memerah karena emosi.
Aldi kau menghianati pernikahan kita rupanya. Aku bahkan berkorban untukmu dan kau berhianat padaku. Kita lihat saja akan kusiksa rasa cintamu pada dokter itu. Jadi selama ini dia wanita yang selalu kau cintai dalam diammu!.
"Aku punya rencana dan kau harus membantuku!"
"Baik bu"
__ADS_1
***
Fani bergegas menuju apartemen Claries. Tapi apartemen itu kosong rupanya Claries sedang pergi. Fani sudah mencarinya ke rumah sakit tapi Claries tidak ada jadwal praktek.
Fani kembali kedalam mobilnya, Liona terlihat siap mendengar instruksi bosnya itu.
Fani sudah duduk di kursi belakang tapi ia hanya terdiam. Ia sedang memikirkan Claries.
Sial seharusnya dari awal aku tidak memberi izin pada pernikahan itu. Sekarang adikku yang akan menderita karena kebodohan itu.
"Kita ke rumah dokter Luna"
"Dokter Luna? maaf pak dimana itu?"
"Oh kau belum pernah mengantarku kesana ya, jalan dulu saja akan ku beri tahu alamatnya"
"Baik pak"
Fani menduga adiknya berada di rumah dokter Luna. Sesampainya di rumah dokter Luna Fani tidak mendapati adiknya disana. Ia semakin geram dan bermaksud membuat urusan dengan Aldi Ibrahim.
"Baik pak" Liona sigap mengendarai mobil menuju rumah Aldi. Ia tidak tahu apa yang akan diperbuat Fani pada Aldi. Sedikit banyak ia tahu cerita pernikahan dokter Claries dengan pengusaha hebat itu.
Fani melepas jasnya dan mengendorkan dasinya. Ia menggulung lengan kemejanya hingga ke siku. Langkahnya cepat menuju rumah utama Aldi. Yaya membuka pintu dengan wajah takut melihat ekspresi Fani. Yaya bergegas memanggil Adrian agar menemui Fani terlebih dahulu.
"Dimana bosmu?!" suara Fani datar tapi tegas.
"Maaf pak kalau boleh tahu ada urusan apa bapak mencari pak Aldi?"
"Katakan padanya aku ingin bertemu langsung ini mengenai Claries. Aku rasa tidak perlu untuk bicara denganmu!"
"Baik pak silahkan tunggu sebentar saya akan memberitahu pak Aldi"
__ADS_1
Adrian bergegas menuju kamar Aldi. Ia tahu kali ini Fani benar-benar marah. Adrian membuka pintu kamar Aldi. Aldi terlihat sedang duduk di sofa dengan diamnya tanpa menyalakan lampu hingga ruangan itu terlihat gelap.
"Ada apa?" tanyanya pada Adrian tanpa menoleh.
"Di rumah utama ada pak Fani mencari anda"
Aldi berdiri dari duduknya dan bergegas menemui Fani.
"Dasar brengsek!!" Fani memukul wajah Aldi dengan kencang saking marahnya. Aldi terdiam tidak membalas. Ia tahu ia yang salah dengan semua keadaan ini.
"Dimana Claries?" tanya Fani menatap tajam mata Aldi.
Aldi memejamkan matanya dan menunduk. Ia sendiri tidak tahu sekarang Claries dimana.
"Aku juga sedang mencarinya"
"Untuk apa?!"
"Dia istriku...."
"Benarkah?! lalu kenapa kau membuatnya seperti sekarang? apa kau pikir adikku barang yang bisa kau buang seenaknya ketika koleksi pribadimu sudah kembali?"
"Fan aku tidak pernah berpikir akan membuang Claries"
"Lalu kenapa Claries pergi? aku minta baik-baik padamu tinggalkan Claries!"
"Aku tidak bisa meninggalkannya!"
"Kalau begitu kau harus memilih Liza atau Claries! aku menunggu jawabanmu jangan jadi pecundang yang tidak berani kehilangan salah satu dari mereka!"
Fani pergi meninggalkan rumah Aldi menuju mobilnya. Liona sudah siap di belakang kemudi.
__ADS_1
"Kita pulang"
"Baik pak"