
Ruangan presdir Zaman Group terasa hening. Ruangan yang terasa dingin semakin menambah susana menegangkan. Aldi duduk bersandar kursi kerjanya dan menyilangkan kakinya. Sementara pria di hadapannya terdiam menunduk tidak berani bicara dan menatap tuannya.
Pria itu Adrian, ia terkena masalah setelah berani joging dan menggendong adik big bosnya.
"Adrian ..sejauh mana hubunganmu dengan adikku?"
Suara Aldi terdengar dingin dan datar saja. Matanya menatap lekat ke wajah Adrian. Ia tidak akan membiarkan Adrian berkelit. Jika ia bertanya pada Mitha itu percuma saja. Mitha akan merengek dan semua selesai.
"Tidak ada pak, saya dan bu Mitha seperti biasa tidak ada yang istimewa"
"Benarkah? apa kau yakin Mitha juga berpikiran sama denganmu?"
"Saya pastikan pak, bu Mitha juga sepaham dengan saya"
"Adrian kau asisten pribadiku yang sudah seperti keluargaku, aku tidak ingin karena konflik asmara yang tidak jelas aku terpaksa harus kehilanganmu"
"Saya mengerti pak, saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak"
"Bagus, Adrian aku percaya padamu"
__ADS_1
Aldi percaya jika Adrian tidak akan mengecewakannya dengan jatuh cinta pada Mitha. Padahal di dalam lubuk hatinya Adrian memang menyukai Mitha.
Flash back...
"Sayang...lagi pula kenapa jika Mitha dan Adrian saling suka?" tanya Claries.
"Benar Aldi, Adrian adalah pria jujur, bertanggung jawab, dia saja setia menjadi asistenmu apalagi dengan pasangannya ia pasti setia" kata bapak Zaman.
"Apa papa lupa asal usul Adrian? apa papa ingat siapa Adrian sebelum di angkat anak oleh pak Han?"
Claries merinding mendengar ucapan Aldi barusan. Ia tidak pernah tahu cerita tentang Adrian. Yang dia tahu Adrian adalah anak dari pak Han, anak kandung.
Jadi Adrian bukan anak kandung pak Han? lalu siapa dia? kenapa Aldi begitu menentang jika benar ada perasaan di antara Adrian dan Mitha.
Aldi datang memeluk Claries dan mengecup pipi istrinya itu.
"Kau sedang apa disini?" Aldi meraih gelas minuman Claries dan meminumnya sampai habis. Claries sudah terbiasa dengan Aldi yang suka jahil padanya.
"Kau pulang lebih awal sayang?"
__ADS_1
"Benar aku ingin bicara mengenai pesta anniversary kita dua hari lagi. Kau mau pesta yang bagaimana?"
"Yang sewajarnya saja, maksudku jangan terlalu mewah sayang sederhana saja tapi berkesan"
"Baiklah aku akan meminta Adrian menyiapkan semua"
"Oh ya mengenai Adrian, apa kau akan memarahinya?" Claries merasa iba dan cemas pada Adrian.
"Tidak, kenapa aku harus memarahinya sayang?"
"Kau pernah bercerita padaku siapa nama kekasih Adrian?"
"Entahlah dia memberi nama di ponselnya My Rose kalau tidak salah" jawab Aldi.
Claries mengerti kenapa Adrian memberi nama My Rose. Wanita itu pasti Mitha, yang sangat menyukai bunga mawar adalah Mitha. Tidak mungkin tanpa alasan Adrian menyematkan panggilan istimewa itu. Bisa saja ia memberi panggilang sayang selain My Rose.
"Kau ingin hadiah apa dariku sayang?" tanya Aldi membuyarkan pikiran Claries.
"Tidak ada sayang, cukup cintai aku dan setia terhadapku saja" Claries tersenyum.
__ADS_1
"Tanpa kau minta aku akan selaku melakukan itu untukmu"
Claries mengecup lembut bibir Aldi, Aldi memejamkan matanya menikmati sentuhan Claries sembari memeluknya.