
Aldi dan Adrian sampai di bandara, mereka pergi dengan pesawat bisnis milik Zaman Group. Adrian terlihat membawa koper dan kantung belanjaan berisi oleh-oleh untuk Claries dan Mitha.
Aldi membelikan Claries sebuah tas branded dengan harga yang fantastis. Ia ingin memberi hadiah pada istrinya atas kerja kerasnya menjadi seorang dokter di Medina Hospital. Sementara Adrian membelikan Mita high hells dengan brand dari rumah mode ternama.
Keduaanya di jemput sopir dan menuju rumah. Claries dan Mitha sudah menunggu di kediaman Aldi.
"Kakak ipar apa kak Aldi memberitahumu sesuatu?" tanya Mitha.
"Kemarin di telepon katanya kakakmu mau bicara denganku, tapi ia belum memberitahuku masalah apa itu"
"Apa mungkin masalah ibu Anyelir dan anaknya?"
"Siapa itu ibu Anyelir?"
"Ia dulu adalah seorang wanita beranak satu yanh di nikahi papa. Wanita bernama ibu Anyelir itu terlilit hutang yang cukup besar. Papa mengenal baik almarhum suaminya jadi papa menolongnya membantu melunasi semua hutang dan menikahinya"
"Benarkah papa menikah lagi? tapi kelihatannya papa sangat mencintai ibu Medina. lalu dimana ibu Anyelir sekarang?"
"Papa menikahinya agar bisa berstatus suami dan dapat membantu melunasi hutang ibu Anyelir. Selesai masalah hutang itu papa berpisah darinya dan ibu Anyelir pindah keluar negeri bersama anak wanitanya. anak wanita itu di atasku satu tahun usianya"
Oh apa ini yang di maksud Aldi, apa ia akan membawa kembali mereka ke rumah ini? atau ada hubungan spesial antara Aldi dengan mantan saudara tirinya itu?.
__ADS_1
"Kakak kenapa kau melamun?" Suara Mitha membuyarkan pikiran yang berkecamuk di benak Claries.
"Oh tidak, aku hanya membayangkan seperti apa ibu dan saudara tiri kalian itu"
"Ibu Anyelir sebenarnya adalah wanita yang baik dan lembut. Anaknya bernama Aurora juga cantik dan menyenangkan. Tapi papa adalah pria yang setia, papa tidak akan menghianati almarhum mama"
"Apa Aurora dekat dengan kalian?"
"Iya kami dekat, tapi ia cukup pendiam dan sedikit misterius"
"Apa Aldi juga menyayanginya seperti menyayangimu?"
"Ku rasa tidak, kami hanya seperti teman baik. Aurora dan ibunya tidak lama memasuki kehidupan kami jadi .....kakak ipar apa kau cemburu?" Mitha merasa tidak enak jika sampai Claries cemburu gara-gara ceritanya tadi.
Tak berapa lama mobil yang menjemput Aldi dan adrian tiba di rumah. Claries dan Mitha menyambut para suami dengan senyum ceria. Aldi menyerahkan oleh-oleh yang ia bawa untuk Claries. Ia mencium kening Claries dan berjalan memasuki rumah.
"Kau rindu padaku?" tanya Claries manja.
"Tidak...aku tidak melupakanmu walau satu detik!" Aldi menarik Claries ke dalam pelukannya.
"Dimana Dylan?"
__ADS_1
"Sedang tidur siang di kamar"
"Ayo, aku rindu sekali pada jagoan kecil kita" Aldi dan Claries menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
Sementara Adrian dan Mitha duduk di ruang tengah. Mitha mengendorkan dasi Adrian dan melepas jas suaminya itu.
"Kau mau melucutiku?"
"Iya karena kau pergi lama dan aku rindu pada kegalakanmu!" jawab Mitha sambil melepas dua buah kancing kemeja Adrian"
Mitha meraih lengan Adrian dan keduanya berjalan menuju kamar. Adrian melepas kemejanya lalu berbaring di atas tempat tidur melepas lelahnya setelah perjalanan bisnis yang cukup panjang dan menyita waktunya.
Ia meraih Mitha untuk berbaring di atas tubuhnya.
"Ceritakan kegiatanmu selama aku pergi"
"Seperti biasa, bekerja dan mengurus Rio"
"Apa Rio sudah pulang sekolah?"
"Rio sedang di rumah papa"
__ADS_1
"Oh jadi Rio sedang di rumah papa......" Adrian membaringkan Mitha dan menciumi wajah cantik Istrinya. Selanjutnya sudah pasti adegan dewasa yang terjadi diantara mereka..........