CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 53 Program Kehamilan


__ADS_3

Claries mendatangi sebuah rumah sakit terkenal. Ia ada janji bertemu dokter Nevari, yaitu dokter kandungan yang di rekomendasikan oleh dokter Adelia.


"Selamat siang dokter Claries, silahkan duduk" dokter Nevari terlihat ramah. Keduanya sudah pernah membahas di telepon tentang program kehamilan yang akan di jalani Claries.


"Bagaimana dokter, apa saya bisa langsung menjalani serangkaian tes itu?"


"Tentu saja, kita akan memulai segera pemeriksaannya"


Claries memulai dengan rangkaian tes fisik dan tes laboratorium. Kemudian lanjut ke periksaan USG untuk mengetahui kondisi rahim, indung telur dan saluran indung telur.


Hasilnya Claries bisa langsung memulai program hamilnya. Dokter juga meresepkan vitamin dan makanan yang boleh di konsumsi dan yang tidak boleh di konsumsi oleh Claries saat promil.


Selesai pemeriksaan Claries langsung pulang. Ia ingin beristirahat di rumah sambil menunggu Aldi pulang. Claries pergi ke taman belakang membaca novel dan menikmati camilan yang di buatkan pak Han untuknya.


"Pak Han boleh saya tanya sesuatu yang sangat pribadi"


"Silahkan dokter, kau boleh bertanya apa saja jika aku tahu akan ku jawab"

__ADS_1


"Maaf sebelumnya, apakah Adrian bukan anak kandung pak Han?"


Pak Han tidak terkejut mendengar pertanyaan Claries. Ia seperti sudah bisa menebak darimana Claries tahu tentang Adrian. Pasti dari Aldi.


"Benar dokter, saya mengadopsi Adrian sejak usianya masih tujuh tahun"


"Benarkah? dimana orang tuanya pak?"


"Saya tidak tahu, waktu saya temukan ia di stasiun kereta ia dalam kondisi babak belur setelah di pukuli orang karena di tuduh mencuri sebungkus nasi. Waktu itu dia kelaparan dan tidak terawat"


"Lalu pak Han membawa Adrian pulang kemari?"


"Apa sampai sekarang Adrian tidak pernah bertemu orang tua kandungnya pak?"


"Tidak dokter"


Claries mengangguk ia merasa iba dengan kisah hidup Adrian.

__ADS_1


Baiklah Adrian jika kau memang menyukai Mitha, aku akan membantumu mendapatkannya. Jika perlu aku akan menjadi jaminan untukmu di hadapan Aldi.


Claries sudah berada di kamarnya dan Aldi. Ia berbaring di sofa sambil menunggu Aldi pulang. Claries terlihat gelisah karena sudah hampir larut malam Aldi belum juga sampai. Ponselnya juga tidak aktif.


Di lantai bawah terdengar suara orang bicara. Claries segera bangkit dan berlari membuka pintu kamar. Adrian memapah tubuh Aldi yang sempoyongan karena ia habis minum di bar dengan beberapa koleganya.


"Adrian ada apa?"


"Pak Aldi minum dengan para koleganya dokter, jadi sekarang sedikit mabuk"


"Baiklah bawa masuk kedalam"


Claries membantu menggantikan pakaian Aldi dan membersihkan badan suaminya dengan handuk basah. Aldi terlihat lelah dan tertidur pulas sambil menggenggam tangan Claries.


Paginya saat terbangun Aldi merasa kepalanya sangat berat seperti tertindih batu. Ia duduk diam dan menatap istrinya yang sudah terlihat cantik. Claries akan ada operasi dengan pasiennya nanti siang jadi ia berangakat pagi untuk mempersiapkan semua.


"Sayang aku harus bergegas ke rumah sakit. Kau minum ini agar tidak pusing. Stelan kerja sudah siap, air hangat untuk mandi juga sudah siap. Panggil Yaya atau pak Han untuk membantumu bersiap ke kantor"

__ADS_1


Aldi mengangguk patuh, ia meminum sebutir pil yang di berikan Claries. Claries mengecup pipi dan bibir Aldi lalu berangkat pergi ke rumah sakit.


__ADS_2