CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 48 Anniversary


__ADS_3

Siang itu Adrian terlihat sibuk mengamati para pekerja yang sedang menyiapkan pesta ulang tahun pernikahan Aldi dan Claries.


Pesta di gelar di grand ballroom hotel termewah di ibu kota itu. Ruangan di dekorasi warna biru laut, warna kesukaan Claries. Adrian juga menyiapkan bunga impor yang akan di rangkai untuk mempercantik ruangan.


Adrian meraih ponselnya dari dalam saku jasnya dan menelpon Yaya.


"Yaya pastikan paket yang datang ke rumah utama akan langsung di terima oleh dokter Claries. Paket itu berisi gaun yang sudah di pilih pak Aldi untuk acara nanti malam"


"Baik mas Adrian" terdengar sahutan di ujung telepon. Adrian mematikan telepon dan kembali fokus dengan dekorasi.


Ia juga mengkoordinasi pihak hotel untuk kue ulangtahun pernikahan yang di pesan khusus dan di desain secara mewah.


Ia juga tidak lupa memastikan untuk hidangan para tamu Vvip nanti malam akan tersaji tepat waktu.


Adrian melirik jam tangannya dan ia segera meminta dua orang make-up profesional untuk datang ke rumah utama dan memberikan treatment pada Claries.


Setelah itu Adrian pergi ke desainer untuk mengambil stelan jas yang akan di kenakan Aldi di acara nanti malam. Ia bergegas membawa stelan jas itu pulang ke rumah bosnya.


Aldi tampak masih bersantai di rumah dan duduk menghadap laptopnya. Aldi sedang membaca beberapa email dari koleganya. Dan ada email masuk dari yayasan Biantoro. Yayasan itu menaungi salah satu rumah sakit besar di kota itu selain Medina Hospital. Aldi kenal dengan sang pemilik yayasan yaitu Indra Biantoro.


Claries juga kenal dekat dengan keluarga Indra Biantoro. Istri Indra adalah dokter Adelia. Ia sahabat baik keluarga Hendrawan dulu. Selain dekat dengan dokter Luna, Claries juga dekat dengan dokter Adelia.

__ADS_1


"Permisi pak" Adrian datang dengan membawa stelan jas yang masih terbungkus rapi.


"Oh Adrian kebetulan kau datang, aku punya tugas untukmu. Tolong cari tahu tentang yayasan Biantoro. Terutama tentang rumah sakit mereka. Claries akan mulai bekerja disana minggu depan. Kau laporkan padaku besok setelah acara ulang tahun pernikahan kami selesai"


"Baik pak, ini jas untuk bapak"


"Kau letakkan saja di kamar"


"Baik pak"


Malam telah tiba tamu undangan sudah banyak yang hadir. Adrian terlihat rapi dengan jasnya dan matanya sigap mengamati semua persiapan yang telah rampung.


Di acara formal itu semua tamu pria wajib mengenakan stelan jas dan dasi kupu-kupu. Selain berpakaian itu dilarang masuk kedalam ruangan acara.


Claries menggamit lengan Aldi begitu turun dari mobil. Keduanya menjadi pusat perhatian. kalau dulu Claries sangat takut di gunjingkan sebagai pelakor tapi sekarang ia tidak ambil pusing dengan hal itu.


Kue mewah untuk acara itu sudah siap dan di letakkan di tengah ruangan.


"Dimana Adrian?" tanya Aldi pada manager hotel yang menyambutnya.


"Pak Adrian sedang sibuk di belakang mengawasi makanan yang sebentar lagi akan di sajikan"

__ADS_1


Aldi mengangguk paham. Ia tidak lagi mengganggu tugas Adrian yang super sibuk di hari itu.


Acara potong kue di laksanakan, Aldi dan Claries memotong kue bertingkat itu dan saling menyuapi. Keduanya berciuman lembut di depan tamu undangan. Semua tamu bertepuk tangan dan ikut merasakan kebahagiaan.


Akhirnya tiba pesta dansa. Aldi mengajak Claries berdansa, lalu para tamu pun ikut turun di lantai dansa.


Adrian berdiri di sudut ruangan memastikan acara berjalan lancar. Tiba-tiba matanya di kejutkan oleh pemandangan di lantai dansa. Mitha sedang berdansa dengan ayahnya. Mitha terlihat cantik dengan gaun berwarna kuning gading. Wajah cantiknya terlihat ceria mengikuti gerakan ayahnya.


Adrian segera tersadar, ia teringat janjinya pada Aldi kemarin siang.


Pesta telah usai, Aldi da Claries menempati kamar paling mewah di hotel itu. Mereka akan melanjutkan bulan madu di kamar itu. Aldi sudah sedikit mabuk karena ia menjamu beberapa tamu pentingnya dan ikut minum bersama.


Sedari tadi ia tidak melepas pandangannya dari Claries. Aldi melepas jasnya dan membuka dua buah kancing kemejanya. Sementara Claries masih dengan gaunnya yang indah dan sedikit terbuka di bagian bahunya.


Aldi mendekati Claries dan ******* bibir Claries. Ia menjelajahi wajah, leher dan dada Claries.


Aldi membantu membuka gaun yang di kenakan Claries hingga terjatuh dilantai. Aldi memeluk tubuh ramping itu dan tangannya bergerak pelan dan lembut menyusuri setiap jengkal tubuh Claries.


Lama Aldi bermain di dada Claries yang ranum dan membuatnya gila. Mencium, menghisap, menjilat semua ia lakukan pada Claries yang terlihat menikmati permainan Aldi. Keduanya terbaring diatas ranjang, Aldi membuka semua pakaiannya dan ia mulai memberikan kenikmatan pada Claries.


Bersambung di part selanjutnya .........

__ADS_1


__ADS_2