CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 33 Cinta Tersembunyi Adrian


__ADS_3

Pagi itu sesuai perintah Aldi, Adrian membawa Rio berkunjung ke rumah sakit tempat Mitha di rawat. Tak lupa Adrian membeli seikat bunga mawar putih. Ia juga membawakan Mitha masakan pak Han.


"Mamaaa" Rio berlari memeluk mamanya. Mita nampak cantik dan ceria dengan dress pendek berwarna biru muda. Adrian menyerahkan bunga mawar yang ia bawa untuk Mitha.


"Terimakasih Adrian, cantik sekali bunganya"


Mitha mencoba menggendong Rio tapi tubuhnya yang mungil itu tidak kuat karena Rio sudah besar.


"Anak mama sudah besar ya" Mitha mencium kening dan pipi Rio. Ada keharuan di mata Mitha yang diam-diam berkaca-kaca. Adrian mengamati wajah Mitha. Ia tersenyum dan mengajak ibu dan anak itu untuk pergi jalan-jalan.


"Saya akan bicara pada dokter untuk minta izin apakah boleh kita pergi keluar rumah sakit"


Mitha mengangguk, ia mengajak Rio ke taman sembari menunggu Adrian berbicara dengan dokternya.


Adrian menemui dokter Sari yang menangani mita sejak awal Mitha masuk ke rumah sakit itu.


"Selamat siang pak Adrian, silahkan duduk"


"Terimakasih dokter, begini saya mau meminta izin apakah boleh mengajak ibu Mitha jalan-jalan keluar rumah sakit?"


"Tentu saja boleh, sebenarnya saya menunggu pak Aldi Ibrahim atau orang tua Mitha selaku wali yang mengantarkan Mita untuk berobat disini. Tapi saya rasa tidak ada salahnya juga kalau saya berbicara dengan anda dan anda bisa menyampaikannya pada pak Aldi nanti"


"Ada apa dokter? apakah kejiwaan Mitha terguncang lagi?"

__ADS_1


"Justru sebaliknya, Mitha terlihat sudah sehat sejak enam bulan yang lalu. Kami melakukan serangkaian tes padanya dan hasilnya memang ia sudah sembuh dari trauma yang dialaminya. Mitha bahkan banyak membantu pasien lain untuk sembuh. Ia banyak memotivasi dan memabntu suster untuk menangani pasien yang kambuh"


"Benarkah?" Adrian tersenyum lega.


"Mitha sudah tidak kami beri obat sejak hasil tesnya keluar"


"Apa itu artinya Mitha bisa pulang ke rumah dok?"


"Bisa asal dari pihak bapak Aldi yang menjemputnya dan menandatangi semua berkas rumah sakit yang berkitan dengan perawatan Mitha selama ini"


"Baik dokter saya akan sampaikan kabar bahagia ini pada pak Aldi"


"Oh ya pak Adrian saya lihat anda cukup dekat dengan Mitha. Ia sering bercerita tentang anda pada kami dokter dan perawat disini. Saya harap anda bisa menjadi temannya agar ia tidak kesepian"


Ada kebahagiaan yang membuncah didada Adrian begitu mendengar pembicaraan dokter Sari tadi. Ia menatap Mitha dan Rio yang bermain di taman. Dalam hatinya Adrian mengucap syukur tak terhingga atas kesembuhan Mitha.


"Bagaimana?" wajah Mitha dan Rio nampak berharap. ia terlihat cemas takut kalau dokter tidak memberinya izin keluar rumah sakit.


"Mmmmm ayo kita bersiap untuk bersenang-senang!"


"Yeeeeeeaaaaahhhh!" Rio dan Mitha terlihat senang. Ketiganya berjalan menuju mobil dan meluncur ke pusat perbelanjaan.


Pusat perbelanjaan itu milik Zaman Group cukup megah jika di bandingkan dengan pusat perbelanjaan lain. Adrian membiarkan Mitha memilih dan berbelanja baju yang ia sukai. Termasuk tas dan sepatu. Begitu juga Rio yang minta dibelikan sepatu baru.

__ADS_1


"Bagaimana?" Mitha muncul dari kamar ganti mengenakan gaun panjang yang indah. Adrian termangu menatap penampilan Mitha yang berbeda.


"Cantik sekali....ma..maksud saya bagus sekali gaunya"


"Mama cantik kan om?"


"Tentu saja cantik"


Mita tersipu malu dan memutuskan untuk membeli gaun itu. Lalu ketiganya makan siang dan memesan banyak sekali makanan enak. Rio menyuapkan es krim pada Mitha lalu Mitha menyuapkan es krim pada Adrian. Adrian yang tampak malu-malu membuat Rio gemas dan menggoda om asisten itu.


"Om Adrian kenapa wajahnya memerah?"


Adrian salah tingkah dan segera mengambil tisue lalu pura-pura mengelap keringat karena kepanasan.


"Setelah ini bagaimana kalau kita ke pantai?" tanya Mitha meminta persetujuan Rio dan Adrian.


"Bagaimana Rio?" Adrian melirik Rio.


"Okey mama!"


Adrian membawa Mitha dan Rio pergi ke pantai untuk melihat sunset. Adrian melepas jasnya dan meninggalkannya di dalam mobil. Ia mengendorkan dasinya dan menggulung lengan kemeja putihnya. Sepatu pantofelnya ia lepas dan tangannya sibuk membawakan sepatu Mitha.


Ketiganya bermain air di pinggiran pantai. Tertawa berlarian dan berkejar-kejaran. Adrian dan Mita duduk selonjoran diatas pasir menatap sunset yang indah dan memanjakan mata. Sementara Rio tertidur di pangkuan Mitha.

__ADS_1


__ADS_2