CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 101 Manipulasi 2


__ADS_3

Sondra sedang berada di sebuah salon kecantikan. Ia merubah gaya rambutnya agar lebih mudah di tata dan terlihat rapi.


Sondra mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ia menghubungi Adrian.


"Halo Adrian bisakah kita bertemu?"


"Maaf aku sedang sibuk, katakan saja apa perlumu" suara Adrian di telepon terdengar dingin dan tidak tertarik bicara dengan Sondra.


"Yahhh... aku mau bertemu denganmu, aku ingin bicara hal penting"


"Tentang apa?"


"Aku hanya akan mengatakan jika aku bertemu denganmu" kata Sondra sambil tersenyum licik.


"Baiklah jam berapa dan katakan dimana tempatnya?"


"Bagaimana kalau satu jam lagi di pusat perbelanjaan milik Zaman Group"


"Baiklah"


Adrian memutus sambungan telepon. Ia tidak mau berbasa basi lama dengan Sondra rupanya.


Sondra sudah selesai dengan kegiatan mempercantik diri. Ia siap bertemu dan memikat Adrian.


Di pusat perbelanjaan yang sedang ramai pengunjung, Sondra terlihat berdiri di lantai dua. Mengedarkan pandangannya mencari sosok Adrian.

__ADS_1


Mudah saja Sondra mengenali sosok Adrian di keramaian sekalipun. Pria itu akan terlihat menonjol dengan tinggi badan, wajah dan tampilannya yang keren.


"Adrian...!" Sondra melambaikan tangannya.


Adrian tetap di tempatnya, Sondra yang berjalan mendekatinya. Tanpa permisi Sondra langsung merangkul lengan Adrian dan mengajaknya duduk di spot masakan jepang.


"Kau mau pesan apa?"


"Katakan apa maumu?" tanya Adrian dingin.


"Adrian kau masih sama seperti dulu. Dingin, angkuh dan tidak berperasaan. Tapi tidak masalah aku suka itu"


Adrian membuang muka memalingkan pandangannya. Ia malas menatap Sondra di depannya yang berusaha menggodanya.


Aku pria dewasa Sondra, aku sudah beristri. Gelagatmu menggodaku, apa kau pikir aku tidak akan tahu?!


"Itu cincin apa?"


"Ini cincin pernikahanku, dan aku sudah menikah"


"Benarkah? siapa wanita yang kau nikahi?"


Adrian tersenyum penuh kemenangan sebelum menjawab pertanyaan Sondra barusan.


"Mitha.... Dia adalah Mitha binti Ibrahim Zaman"

__ADS_1


"Mitha? kau menikahi si gila itu?!"


"Sondra! hentikan omong kosongmu dan jangan sekali kali kau sebut Mitha gila atau aku akan melakukan sesuatu sampai pak Aldi memintaku untuk melenyapkanmu!"


Sondra bergidik ngeri, sepertinya ia gagal mengambil hati Adrian. Ia harus mencari cara lagi untuk menghancurkan keluarga Zaman.


Sondra dendam pada keluarga itu. Mereka telah membuat hidup Sondra dan ibunya semakin menderita.


Baiklah jika aku tidak bisa memanipulasi dan mencuci otakmu Adrian, maka aku akan melakukannya pada istrimu yang kau cintai itu. Kita lihat saja kau juga akan ikut hancur Adrian. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu tidak ada orang lain terutama si gila itu yang boleh mendapatkan hatimu!.


***


Mitha terlihat menjemput Rio di sekolahnya Ia membuka ponselnya ketika berada di dalam mobilnya bersama Rio.


Ada pesan dari Sondra yang meminta bertemu dengannya siang itu juga.


Kenapa dia minta bertemu denganku? baiklah akan ku temui dia, tidak ada salahnya aku bicara sebentar dengannya sekaligus memperingatkannya untuk tidak mendekati Adrian.


"Rio kita ke rumah opa dulu ya, mama nanti ada perlu sebentar jadi Rio sama opa dulu ya nak?"


"Iya ma, mama mau kemana?"


"Mama mau bertemu tante Sondra dulu ya.."


Rio mengangguk dan menurut pada ibunya. Ia tidak bertanya lagi.

__ADS_1


Mitha melajukan mobilnya menuju kediaman ayahnya. Setelah menurunkan Rio Ia berencana menemui Sondra di restoran tidak jauh dari rumah ayahnya.


__ADS_2