CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 52 Rencana Kehamilan


__ADS_3

Claries terlihat sibuk dengan pasien yang mengantri. Ia di bantu dua orang perawat untuk melakukan pemeriksaan. Besok ia akan ada tindakan operasi untuk pasiennya.


Disela kesibukannya Claries sempat mendatangi ruang kerja dokter Adelia. Ia ingin berkonsultasi mengenai program kehamilan.


"Aku rekomendasikan dokter kandungan yang bagus untukmu Clair. Kau bisa berkonsultasi padanya. Namanya dokter Nevari"


"Baiklah akan ku temui dia"


"Clair jika kau ada waktu mainlah ke rumah"


"Iya tante nanti aku datang"


Claries keluar ruangan dokter Adelia. Tidak sengaja ia seperti melihat Liza. Claries mencoba memastikan apakah benar yang ia lihat Liza atau bukan. Tapi sayang wanita itu sudah keburu pergi.


Aldi menunggu di ruang kerja Claries. Ia ingin mengajak istrinya itu makan siang.


"Hai sayang" Claries mengecup pipi Aldi.


"Aku ingin makan siang denganmu" kata Aldi seraya meraih tangan Claries.


"Oke ...ayo kita pergi" Claries meraih tasnya.


Claries sengaja belum bercerita pada Aldi tentang rencananya untuk program kehamilan. Ia ingin memberi kejutan pada Aldi jika ia sudah berhasil mengandung anak mereka nantinya.


***


Siang itu Mitha mendatangi kantor Aldi. Mitha terus saja meminta Aldi untuk mengizinkannya bekerja di salah satu perusahaan Zaman Group. Ia bosan di rumah dan kegiatannya monoton. Rio sudah memiliki teman bermain sehingga jarang mau bermain dengan mamanya.


Mitha masuk ke ruang kerja Aldi yang mewah. Di ruangan itu semua serba warna putih dan terlihat bersih. Disana hanya ada Adrian yang terlihat sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


"Adrian..."


"Pak Aldi sedang pergi bu" kata Adrian cuek tanpa menghiraukan Mitha.


"Kakakku pergi kemana?"


"Pak Aldi makan siang dengan dokter Claries"


"Kau tidak makan siang?" Mitha ingin mengajak Adrian makan siang bersama.


"Saya sudah makan"


"Yahhhh aku ingin mengajakmu makan di depan itu sepertinya enak" yang di maksud Mitha adalah kedai sup iga yang letaknya tak jauh dari gedung utama Zaman Group.


"Lain kali saja"


"Baiklah" Mitha duduk di hadapan Adrian sambil melihat Adrian bekerja. Adrian langsung menutup laptopnya dan beranjak pergi.


Ada apa dengan Adrian, kenapa ia menjaga jarak denganku? apa aku berbuat salah padanya? atau masalah dengan Kevin kemarin membuatnya kesal padaku?.


Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya Aldi tiba di ruang kerjanya.


"Kau disini? dimana Adrian?"


"Entahlah dia meninggalkan ku menunggu kakak sendirian disini"


Aldi mengerti Adrian sedang menghindari Mitha. Dan itu bagus menurutnya.


"Ada apa? jika kau bosan bermain saja dengan Rio ajak dia jalan-jalan"

__ADS_1


"Kakak aku mau bekerja disini, tolong beri aku kesempatan. Aku janji tidak akan lalai pada Rio. Tapi aku bosan di rumah"


"Tidak bisa"


"Kakak kalau aku depresi lagi bagaimana?"


Aldi menatap adiknya, ia tidak ingin Mitha kembali melalui masa sulit itu. Sudah cukup adiknya menderita di rumah sakit untuk perawatan kejiwaan.


Aldi menekan tombol telpon di depannya. Ia meminta Adrian untuk masuk ke ruang kerjanya. Tak berapa lama Adrian datang dan berdiri di depan meja kerja Aldi.


"Adrian kau beri Mitha pekerjaan disini"


"Di divisi apa pak?"


"Terserah padamu"


"Tapi pak semua divisi sudah terisi dengan staf yang kompeten"


Adrian ini! apa maksud dia aku tidak kompeten?!.


"Terserah padamu Adrian, jadikan dia sekretarismu dan ajari Mitha bekerja. Sudah jangan membuatku pusing dengan masalah sepele seperti ini!"


"Maafkan saya pak, baiklah bu Mitha akan menjadi sekretaris saya"


"Hmmmm..." Aldi tidak peduli dan sibuk membaca email di laptopnya.


Mitha terlihat tersenyum bahagia. Itu berarti ia akan punya kesibukan dan terlebih lagi ia bekerja dengan Adrian.


"Adrian bisakah aku mulai bekerja besok pagi?"

__ADS_1


"Baiklah anda bisa bekerja besok pagi. Saya akan meminta staf saya untuk menyiapkan meja kerja anda"


"Terimakasih Adrian"


__ADS_2