
Persaingan keluarga Ibrahim dan Biantoro semakin memanas. Aldi tidak mau bertemu dan berbicara dengan Indra. Permasalahan bisnisnya kali ini sudah jelas mempengaruhi rumah tangganya dengan Claries. Itu yang membuatnya jengah.
Belum lagi Aldi sedang kesal dan malas dengan Adrian. Asisten setianya itu membuatnya marah.
"Sayang kenapa kau hanya diam saja dari tadi?" suara Calries membuyarkan segala kecamuk di benak Aldi.
"Tidak aku hanya sedang memikirkan pekerjaan"
"Apa ada hubungannya dengan keluarga Biantoro?"
"Sudahlah Clair aku sedang malas berdebat denganmu sayang"
"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi, ayo kita sarapan dulu"
Aldi mengecup kening Claries dan menngenggam tangannya sambil berjalan menuruni anak tangga. Di meja makan sudah ada Mitha. Adrian berada di dapur bersama pak Han. Ia pasti tahu mood bosnya sedang buruk karena itu ia lebih memilih menjaga jarak sebentar dari Aldi.
Aldi tidak memandang Mitha yang menyapanya. Claries sudah tahu perkara lamaran Adrian pada Mitha. Sementara Mitha sendiri tampaknya tidak tahu menahu soal lamaran Adrian.
"Mitha ikut keruang kerja kakak" Aldi berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ruang kerjanya di ikuti Mitha. Claries menghabiskan sarapnnya dan tidak ikut campur dulu urusan kakak beradik itu.
__ADS_1
"Sejauh apa hubunganmu dengan Adrian?"
"Kenapa kakak bertanya lagi?"
"Jawab saja"
Apa terjadi sesuatu sampai kak Aldi semarah ini? apa yang sudah dilakukan Adrian, apa dia berselingkuh di belakangku dan ketahuan kakak?!
"Ada apa memangnya kak?"
"Kau tahu Adrian melamarmu padaku" Aldi menatap Mitha dengan pandangan sinis dan kesal.
"Melamar? benarkah? kakak aku ...aku harus apa? aku senang sekali!" Mitha malah memeluk Aldi dengan kencang dan itu semakin membuat Aldi muak. Dari reaksi Mitha ia jelas tahu adiknya bahagia dan tidak menolak lamaran itu.
"Sayang bagaimana?" Claries segera mendekati Aldi.
"Semua orang membuat kepalaku mau pecah rasanya!" kata Aldi sambil berjalan menuju mobilnya. Ia mengendarai bugatti miliknya itu artinya Aldi sedang tidak mau berangkat bekerja bersama Adrian.
"Kau melamarku pada kak Aldi?" Mitha terlihat terharu dan menggenggam tangan Adrian. Pak Han sepertinya yang belum tahu apa-apa terkejut dan menatap putranya.
__ADS_1
Adrian merasa tidak enak pada ayahnya karena tidak memberitahu dulu sebelum ia melamar Mitha pada Aldi.
Pak Han dan adrian duduk di bangku taman samping rumah.
"Kau melamar bu Mitha?"
"Benar ayah, aku minta maaf karena tidak memberitahu ayah dan aku sudah berani sejauh ini berbuat nekat"
"Adrian... ayah tidak bisa membantumu dalam hal ini. Ayah tahu pak Aldi sedang marah besar padamu karena masalah ini bukan?"
"Iya ayah"
"Kenapa kau mengecewakannya nak?"
"Maaf ayah, aku sangat menyukai Mitha sejak kecil. Melihat Kevin kembali mendekatinya aku tidak bisa ayah karena itu aku melamarnya"
Pak Han terdiam, ia sudah cukup tahu rasanya orang di mabuk asmara. Pak Han tidak lagi bertanya pada Adrian. Ia menepuk bahu anaknya itu lalu pergi ke paviliunya.
Adrian melangkah pergi menuju mobilnya. Ia berangkat ke kantor tanpa Aldi. Bahkan Aldi tidak bicara sama sekali padanya. Untuk urusan pekerjaan pun Aldi meminta sekretarisnya untuk menggantikan tugas Adrian sementara.
__ADS_1
Karena sudah kepalang tnaggung Adrian akhirnya mrmberanikan diri mampir ke toko perhiasan ternama. Ia berniat membeli cincin untuk Mitha. Setelah melihat-lihat akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah cincin berlian bermata biru muda. Hampir mirip dengan cincin milik Claries hanya berbeda level dan harga.
"Saya mau yang ini" kata Adrian menunjuk cincin berlian itu.