CINTA DOKTER 2

CINTA DOKTER 2
Part 90 Kembali Ke Profesi


__ADS_3

Liona bertugas sebagai dokter gigi di Medina Hospital. Pagi itu ia berjumpa dengan Claries. Setelah cuti melahirkan habis Claries kembali masuk bekerja.


"Dokter Claries"


"Hai Liona, kau bekerja disini?" Claries memandang jas putih yang di kenakan Liona.


"Iya aku bekerja disini sekarang, itu ruangan kerjaku" Liona menunjuk salah satu ruang praktek disana.


"Selamat ya, atas kelulusanmu dan kau bisa bekerja disini"


"Terimakasih dokter"


"Oh ya aku ada pasien jadi nanti kita lanjutkan mengobrolnya ya..."


"Iya dokter Claries"


Claries bergegas pergi ke ruang perawatan. Ia melihat kondisi pasien yang akan menjalani operasi.


"Segera siapkan semua, operasi kita mulai setengah jam lagi"


"Baik dokter"


Claries berganti seragam berwarna serba hijau. Ia membersihkan diri dan mencuci tangannya. Ia menuju instalasi bedah. Di dalam ruangan sudah ada dokter Anastesi yang bertugas.

__ADS_1


Seorang perawat segera memakaikan sarung tangan steril pada dokter Claries. Ia memulai pembedahan di bagian tubuh pasiennya.


"Dokter tekanan darah pasien menurun"


Pasien itu mengalami pendarahan yang menyebabkan tekanan darahnya menurun. Semua terlihat panik, Claries mencoba untuk tenang.


"Dokter ada telepon dari dokter Wahyu"


Seorang perawat memegangi gagang telepon dan menempelkannya di telinga dokter Claries.


"Dokter Claries, mustahil berhasil jika pasien mengalami pendarahan ..." suara dokter Wahyu terdengar cemas.


"Aku sedang mencari sumber luka yang menyebabkan pendarahan dokter, kita tetap melanjutkan operasinya"


Dokter Claries kembali ke meja operasi. Dengan tangannya ia meraba bagian tubuh yang sudah di bedah. Darah mengalir membasahi meja operasi. dokter Claries dengan salah satu jari tangannya berhasil menemukan luka yang menyebabkan darah terus mengalir. Ia menekan jarinya pada luka di bagian Limpha pasien.


Bagian akhir, dokter Claries menjahit luka bagian luar. Operasi berjalan lancar si pasien selamat dan di pindahlan ke ruang icu untuk sementara sambil memulihkan kondisinya.


Dokter Claries kembali ke ruang kerjanya setelah membersihkan diri. Ia meraih ponsel di atas meja kerjanya dan menelpon pengasuh Dylan. Ia memastikan Dylan baik-baik saja di bawah pengawasan pengasuhnya.


"Apa Dylan sudah minum susu?".


"Sudah bu, Dylan baru saja tertidur"

__ADS_1


"Baiklah, tolong jaga Dylan sebentar lagi aku pulang"


Sebelum pulaang Claries sempat melihat ruang praktek dokter Liona. Ada beberapa pasien yang mengantri disana. Claries tidak jadi mengajak Liona bicara. Ia sebenarnya ingin menanyakan hubungan Liona dengan kakaknya. Karena Claries menilai Fani tidak menyukai Tiara tapi kakaknya itu jatuh hati pada Liona. Claries ingin memastikan perasaan Liona terhadap Fani.


***


Di kantor utama Zaman Group Aldi sedang memimpin meeting bersama Adrian. Ada perusahaan besar yang menjadi pesaing utama Zaman Group.


Perusahaan pesaing itu mengincar lahan yang sama yang akan di beli perusahaan Aldi sebagai cabang usaha yang baru. Sementara perusahaan pesaing mencoba merebut tanah itu untuk bisnis properti dan perumahan elit.


"Adrian cari tahu siapa pemilik dari perusahsan saingan kita"


"Baik pak, segera akan saya laporkan pada bapak"


Adrian melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Aldi. Meski sudah berhubungan sebagai ipar tapi Adrian tetap menjabat asisten pribadi Aldi. Tidak ada yang bisa mengganti posisi sepenting Adrian di perusahaan ataupun di keluarga Zaman.


Aldi berdiri di dekat dinding kaca ruangan kerjanya. Ia menatap gedung yang berada di hadapannya. Aldi sedang memperbaiki semua kondisi perusahaan agar suatu saat jika Dylan sudah dewasa dan siap memimpin perusahaan, Dylan tidak akan kesulitan.


Aldi meraih ponselnya dari dalam saku jasnya. Ada pesan singkat dari Claries.


Sayang jangan lupa makan siang, aku sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.


-Claries-

__ADS_1


Aldi tersenyum dan membalas pesan dati Claries. Ia kembali duduk di kursinya dan membuka laci. Ada kotak bekal makan siang disana. Tadi pagi Claries meminta pak Han menyiapkan bekal makam siang untuk Aldi.


Aldi menikmati makan siangnya, sambil memeriksa pekerjaannya di laptop.


__ADS_2