
Pagi yg cerah di sambut dengan senyuman yg indah setiap manusia memiliki masalah tinggal kita menghadapi nya dengan apa berbeda dengan gadis satu ini selalu ceria dan tersenyum meski hati nya terluka Alya Meisa Putri Anggara (23)tahun di kenal dengan Alya .Dalam hidup nya belum pernah mencintai seseorang karna dia juga tidak memusingkan hal itu bagi nya kebahagiaan keluarga nya jauh lebih penting
"Pagi bun yah".ucap Alya mencium pipi orangtua nya .Ayah nya bernama Joy Anggara memiliki perusahaan kecil tapi mampu membiayai hidup mereka dan terpenuhi bunda nya Ratna Meisa kecantikan menurun pada anak perempuan nya
"Mau kemana Al"tanya ayah nya karna melihat Alya dengan pakaian rapi nya
"Ke panti asuhan yah''jawab nya tersenyum tulus
"Pagi pagi gini"ucap ayah nya bingung
"Engak ,Alya mau ke rumah kak Rianti dulu setelah itu baru ke panti nya sama sama".jawab Alya .Rianti adalah sahabat Alya meski umur mereka beda lebih tua Rianti tapi Alya senang bersahabat dengan Rianti
"Bunda ngak nyangka putri bunda udah besar perasaan baru kemarin bunda gendong kamu yg menangis"ucap bunda nya menatap Alya
"Kan waktu itu berjalan bun ya pastinya Alya juga besar dengan berjalannya waktu, jika Alya ngak besar besar berarti Alya kurcaci dong"canda Alya dan tersenyum
"Kau ini"ucap ayah nya mengacak puncak kepala Alya
''Ayah kan jadi berantakan lagi"ucap Alya cemberut merapikan rambutnya
''Hahaha ! sengaja''jawab ayah nya dengan tawa nya
''Ih ayah kan capek rapiin nya lagi"ucap Alya masih cemberut
''Udah meski seperti itu anak bunda udah cantik kok"ucap bunda nya menengahi karna anak dan ayah ini selalu bertengkar
"Ah bunda bisa aja"ucap Alya tersenyum malu
"Idih baru di puji kayak gitu pipinya udah memerah"goda ayah nya
"Gimana jika di cium suaminya"goda ayah nya lagi
''Ih ayah jangan digoda terus dong aku makin malu nih"jawab Alya dengan pipi memerah
"Udah dong yah kasian tuh muka Alya merah kayak tomat gitu"ucap bunda nya membela Alya
"Terimakasih bunda ku yg cantik"ucap Alya tersenyum
"Iya sayang udah habisin sarapannya"ucap bunda nya
"Iya bunda ku yg cantik"jawab Alya tersenyum tulus.Setelah sarapan Alya berangkat ke rumah Rianti di antar supir mereka .Alya membuka jendela mobil dan menghirup udara segar melambaikan tangan nya meresapi angin yg segar
"Jangan non itu berbahaya"ucap supir nya memperingati
"Ini seru tau mang'' ucap Alya masih dengan melambaikan tangannya dengan memejamkan mata nya
__ADS_1
"Udah sampai non"ucap supir nya melihat Alya menikmati udara segar tidak menyadari jika mereka sudah sampai
"Terimakasih ya mang "ucap Alya tersenyum dan turun menuju sebuah rumah sederhana
Ting nung ting nung
Alya menekan bel rumah nya
"Assalamualaikum kak"salam Alya setelah pintunya di buka
"Waalaikumsalam"jawab seorang wanita membuka pintu
"Alya kau udah sampai"ucap nya kaget
"Iya kak bosen di rumah jadi karna akan ke panti ya udah Alya ke sini aja""jawab Alya tersenyum manis
"Ayo masuk''ucap Rianti menarik tangan Alya
"Kakak lagi ngapain"tanya Alya dan mengikuti wanita itu
"Kakak lagi masak, kau udah makan"ucap Rianti melanjutkan masakan nya
"Udah kak bareng ayah dan bunda"ucap Alya mengeluarkan buku nya untuk di baca dan duduk di meja makan
"Jika kakak masih ada kerjaan Alya tungguin"jawab Alya dengan membaca buku nya
'"Kakak sarapan dulu beres beres setelah itu kita berangkat"'ucap Rianti menyiapkan sarapannya
"Mau Alya bantu ngak"ucap Alya mengalihkan pandangannya ke Rianti
"Kau kan udah rapi jika kau bantu kakak nanti jadi berantakan"jawab Rianti mengunyah makan nya
"Ya udah Alya tunggu "ucap Alya melanjutkan bacaan nya
"Aku heran deh sama kamu Al kau kan orang berada sarjana kok mau berteman dengan orang seperti ku ''ucap Rianti di sela makan nya
"Apa kah pertemanan itu syaratnya harta ngak kan jadi menurut ku ok ok aja berteman dengan siapa pun "jelas Alya masih dengan menghadap bukunya
"Kau beruntung Al terlahir dari keluarga berada".ucap Rianti
"Siapa pun kita terlahir dari keluarga mana pun kita harus mensyukuri apa yg Tuhan berikan dengan bersyukur kita bisa menikmati hidup dan dengan bersyukur kita bisa bahagia tanpa pusing kenapa kita di lahirkan seperti ini''.jawab Alya santai
''Benar juga kau memang is the best Al"ucap Rianti
''Kakak bisa aja"ucap Alya asik dengan bacaan. Rianti membersihkan rumah nya karna mereka akan ke panti asuhan setelah itu mereka akan mengikuti bakti sosial di salah satu Mushola tidak jauh dari rumah Rianti
__ADS_1
"Yah malah ketiduran"ucap Rianti melihat Alya menutup wajah nya dengan buku di sofa
''Tapi boong"ucap Alya membuka wajah nya dan tersenyum
''Kau mengerjain kakak"ucap Rianti cemberut pura pura ngambek
"Maafkan adik mu ini kakak ku yg cantik"ucap Alya menoel hidup Rianti hingga kembali lagi tertawa
''Kau ini paling bisa ngebujuk".ucap Rianti berdiri dari duduk nya
''Berangkat sekarang"ucap Alya ikut berdiri mengikuti Rianti berjalan
''Iya, semua nya udah selesai"ucap Rianti mengunci rumah nya
'"Tapi kita naik taksi aja ya kak karna tadi mang Ujang aku suruh pulang".ucap Alya berjalan mengikuti Rianti
''Iya ngak papa kok "ucap Rianti tak enak
''Aku pesan taksi dulu kak"ucap Alya memeluk pundak Rianti meski mereka bukan saudara kandung tapi kasih sayang dan ke akrapan mereka seperti saudara kandung .Setelah memesan taksi online mereka pergi ke tempat tujuannya
''Aku senang deh jika melihat mereka'' ucap Alya masuk ke panti asuhan
"Kenapa? "tanya Rianti memandang Alya
"Mereka tidak bersalah di buang begitu saja padahal mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tua nya dan setiap mereka tersenyum membuat kita melihat nya ikut bahagia "jawab Alya tersenyum kepada Rianti
"Kakak"teriak anak anak saat melihat Alya dan Rianti karna mereka sering datang ke sana jika ngak ada kerjaan
''Hai semua "ucap Alya memeluk mereka dengan bahagia
''Kakak makin cantik"ucap anak laki laki
''Benarkah"ucap Alya tersenyum manis
Alya memang tulus dan baik aku bangga bisa kenal sama dia .Batin Rianti
"Liat nih kakak bawa apa"ucap Rianti membagikan pakain dan mainan yg tadi mereka beli
''Terimakasih kak''.ucap semua bahagia dan pergi bermain
''Terimakasih ya kalian sering main ke sini mereka seneng jika kalian main kesini''ucap ibu panti
"Kami juga seneng buk jika mereka senang"jawab Alya tersenyum
"Iya buk kami akan sering sering main ke sini"ucap Rianti tersenyum bahagia melihat mereka karna dia juga yatim piatu orang tua nya meninggal saat usianya 20 tahun dan sekarang 28 tahun Rianti tau rasanya di tinggal sendiri tanpa keluarga tapi Rianti bersyukur bisa mengenal keluarga Alya
__ADS_1